Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Saat produksi ASI tidak mencukupi atau bayi tidak bisa mendapatkan ASI langsung dari ibunya karena kondisi medis tertentu, ASI donor bisa menjadi solusi yang sangat membantu. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI donor sebagai pilihan terbaik kedua setelah ASI, terutama bagi bayi prematur atau sakit.
Namun, mungkin masih banyak dari Moms yang bertanya-tanya, seberapa besar manfaat ASI donor bagi tumbuh kembang Si Kecil dan apakah kandungan nutrisinya setara dengan ASI? Yuk, cari tahu lebih lanjut manfaat ASI donor untuk bayi berikut ini, Moms!
Manfaat ASI donor untuk bayi
1. Mendukung imunitas bayi
ASI mengandung antibodi, leukosit, dan imunoglobulin yang berfungsi untuk melindungi tubuh bayi dari infeksi. Faktanya, ASI donor tetap mengandung komponen imun yang penting, meski telah melalui proses pasteurisasi, sehingga bayi akan tetap mendapatkan perlindungan dari penyakit, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan.
2. Mengurangi risiko nekrotisasi enterokolitis (NEC) pada bayi prematur
NEC adalah kondisi serius yang sering terjadi pada bayi prematur di mana usus mengalami peradangan dan bisa menyebabkan kematian jaringan. Menurut The Journal of Pediatrics, pemberian ASI donor secara signifikan dapat menurunkan risiko NEC dibandingkan susu formula.
Baca juga: Ini Manfaat Pemberian ASI Eksklusif untuk Bayi Prematur
3. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak
ASI mengandung DHA, AA, dan kolin yang penting untuk perkembangan otak. Nutrisi ini tetap tersedia dalam ASI donor dan membantu mendukung kognisi serta fungsi neurologis bayi, terutama di masa-masa krusial awal kehidupan.
4. Mengurangi risiko alergi dan intoleransi
Bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI dari ibu kandung dan langsung beralih ke susu formula lebih rentan mengalami alergi protein susu sapi. Nah, dengan ASI donor, Moms bisa mencegah reaksi alergi atau intoleransi pada bayi, karena kandungan ASI lebih alami dan mudah dicerna.
5. Meningkatkan bonding meski tidak menyusui langsung
Meski Moms tidak dapat menyusui langsung, pemberian ASI donor tetap memberi rasa nyaman dan meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kontak kulit saat menyusui dengan botol tetap dapat menstimulasi hormon oksitosin yang memperkuat ikatan ibu dan anak.
Baca juga: Cara Menjaga ASI Tetap Lancar Tanpa Menggunakan Pompa
6. Meningkatkan kelangsungan hidup bayi yang rentan
WHO mencatat bahwa ASI donor berkontribusi dalam menurunkan angka kematian bayi prematur secara global. Kandungan bioaktif dalam ASI donor tidak hanya memberi nutrisi, tapi juga membantu mengurangi komplikasi medis yang sering dialami bayi baru lahir dengan berat badan rendah.
7. Mendukung keseimbangan mikrobiota usus
Menurut studi yang dipublikasikan oleh Pediatrics, bayi yang mengonsumsi ASI donor memiliki komposisi mikrobiota usus yang lebih sehat dibandingkan bayi yang diberi susu formula. Mikrobiota yang seimbang sangat penting untuk mendukung sistem pencernaan, sistem imun, serta perkembangan mental Si Kecil.
Baca juga: Ini Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu Menyusui agar ASI Lancar dan Menyehatkan
Nah, Moms, memilih ASI donor bisa menjadi sebuah keputusan besar, tapi juga sangat berharga bagi tumbuh kembang bayi, terutama dalam kondisi-kondisi tertentu. Jika Moms mempertimbangkan ASI donor sebagai alternatif, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi untuk mendapatkan panduan yang tepat.
Jangan ragu juga untuk mencari informasi dari sumber tepercaya, karena langkah ini bisa memberi dampak besar bagi kesehatan bayi. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)
