Type Keyword(s) to Search
BABY

7 Makanan Bayi yang Tinggi Kandungan Zat Besi

7 Makanan Bayi yang Tinggi Kandungan Zat Besi

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Zat besi adalah salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Moms bisa berikan makanan bayi tinggi zat besi untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Kekurangan zat besi pada bayi bisa menyebabkan anemia, gangguan perkembangan motorik, hingga menurunnya fungsi kognitif. Tentu, hal ini perlu Moms waspadai, ya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah sekitar 11 mg per hari. Karena itu, penting bagi Moms untuk mengenalkan makanan tinggi zat besi sejak bayi mulai MPASI.

7 Makanan bayi tinggi zat besi

1. Daging merah

Daging sapi tanpa lemak adalah sumber zat besi heme yang mudah diserap tubuh. National Institutes of Health menyebutkan bahwa daging merah mengandung sekitar 2,1 mg zat besi per 85 gram penyajian.

Moms bisa mengolah daging dalam bentuk puree atau ditumis lembut untuk MPASI sesuai usia bayi. Selain kaya zat besi, daging merah mengandung protein dan vitamin B12 yang penting untuk pertumbuhan otak Si Kecil.

Baca juga: 5 Resep MPASI Daging Giling, Si Kecil Pasti Suka!

2. Hati ayam atau sapi

Hati adalah salah satu sumber zat besi tertinggi yang aman diberikan pada bayi dalam jumlah terbatas. Hati ayam mengandung sekitar 9 mg zat besi per 100 gram. Tak hanya itu, hati juga mengandung vitamin A dan folat yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Moms bisa mengukus atau menumis hati, lalu menghaluskannya agar teksturnya cocok untuk Si Kecil.

3. Kuning telur

Kuning telur kaya zat besi dan nutrisi lainnya, seperti kolin dan vitamin D. Telur memang jadi salah satu bahan makanan yang mudah dikonsumsi bayi. Namun, pastikan untuk memperkenalkan telur secara perlahan guna menghindari risiko alergi, ya, Moms! Kuning telur sendiri bisa diolah dengan cara direbus, dihancurkan, atau dicampur dengan bubur atau sayuran.

Baca juga: Panduan MPASI Telur untuk Bayi di Bawah 12 Bulan

4. Bayam

Bayam merupakan sayuran hijau yang mengandung zat besi non-heme. Meskipun penyerapannya tidak sebaik zat besi heme, Moms bisa menambahkan sumber vitamin C seperti tomat atau jeruk agar penyerapan zat besinya lebih optimal. Bayam juga kaya antioksidan dan sangat baik untuk kesehatan pencernaan.

5. Kacang-kacangan dan lentil

Kacang merah, kacang hitam, dan lentil mengandung zat besi tinggi dan serat yang baik untuk pencernaan. Selain itu, kandungan proteinnya mendukung pembentukan sel dan jaringan tubuh. Faktanya menurut Cleveland Clinic, 100 gram lentil matang mengandung sekitar 3,3 mg zat besi. Pastikan untuk memasaknya hingga lunak dan dihaluskan, agar aman dikonsumsi bayi.

6. Sereal fortifikasi zat besi

Sereal bayi yang diperkaya dengan zat besi adalah pilihan praktis yang bisa membantu mencukupi kebutuhan harian Si Kecil. Pilihlah sereal yang diformulasikan khusus untuk usia bayi dan baca label kandungannya secara cermat. Sereal ini bisa Anda kombinasikan dengan buah atau sayur agar lebih bervariasi.

7. Ikan tuna atau salmon

Selain kaya zat besi, ikan seperti tuna dan salmon mengandung protein dan omega-3 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Moms bisa memilih ikan segar, lalu memasaknya hingga matang dan menghaluskannya sebelum diberikan ke Si Kecil. Pastikan juga untuk menghindari jenis ikan yang tinggi kandungan merkurinya.

Baca juga: 7 Jenis Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI, Punya Kadar Merkuri Tinggi

Nah, Moms, itulah 7 makanan bayi tinggi zat besi yang bisa Anda berikan kepada Si Kecil. Memenuhi kebutuhan zat besi bayi sejak dini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimalnya. Dengan mengenalkan makanan tinggi zat besi secara bertahap dan bervariasi, Moms bisa membantu Si Kecil tumbuh sehat dan cerdas.

Konsultasikan juga dengan dokter anak atau ahli gizi untuk panduan MPASI yang lebih sesuai ya, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)