Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Dikenal sebagai seorang podcaster dan MC yang sering menghabiskan waktu di luar rumah, tidak lantas membuat Ankatama Ruyatna melupakan perannya sebagai seorang ibu. Memiliki anak laki-laki bernama Kion Kelana Mahendra (8) menjadikan perempuan yang akrab disapa Anka ini menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
Komunikasi yang dijalin bersama putra semata wayangnya pun kini banyak menarik perhatian publik. Pasalnya, Kion dikenal sebagai anak yang berani berpendapat dan mengutarakan keinginannya. Ibu yang pernah berprofesi sebagai penyiar radio ini juga tidak pernah membatasi atau membungkam opini yang disampaikan sang anak. Ia justru bersyukur dengan komunikasi terbuka yang selama ini terjalin dalam keluarganya.
Lalu seperti apa gaya parenting yang ia terapkan untuk Si Kecil dan bagaimana caranya membagi waktu antara keluarga dan berbagai profesi yang dijalani? Simak obrolan eksklusif Ankatama Ruyatna yang menjadi Mom of the Month Juli 2025 bersama Mother & Beyond berikut ini, Moms!
Apa kesibukan Anka saat ini?
Wah, kalau ditanya kesibukan, aku kadang suka bingung sendiri, hehe. Kesibukan aku yang utamanya tentu jadi istri, jadi ibu, dan jadi anak dari orang tuaku. Selain itu juga seperti biasa ada podcast RAPOT, aku juga masih sering nge-MC, dan sekarang juga lagi ada bisnis bersama suami bikin restoran sushi.
Dengan banyaknya kesibukan yang dijalani, bagaimana cara Anka dalam mengatur waktu?
Kebetulan aku dan suami sudah sepakat untuk mengurus anak berdua bersama-sama. Selain itu ada support system dari orang tua kami juga yang bantu. Jadi, juggling saja sih, dalam mengurus semuanya. Aku juga terbiasa untuk share schedule bersama suami, setidaknya untuk seminggu ke depan, untuk kemudian kami mengatur siapa ngerjain apa dan siapa yang jaga Kion.
Lalu bagaimana pembagian peran dengan suami dalam membesarkan Kion?
Kebetulan aku dan suami kan ada kerjaan bareng juga. Jadi, kami sudah menetapkan berapa hari dalam seminggu untuk fokus kerja di luar rumah, kemudian ada hari-hari kami bergantian untuk jaga Kion. Untungnya, pekerjaan kami waktunya lebih fleksibel, sehingga kami masih bisa berdiskusi soal pembagian waktunya.
Adakah peran spesifik yang dijalankan masing-masing dalam keluarga?
Belakangan ini suami yang lagi sering antar Kion ke sekolah. Tapi kadang juga aku yang antar, kalau misalnya aku pas kebetulan ada urusan yang searah dengan sekolah Kion. Suamiku juga biasanya yang masak karena aku enggak bisa masak, hehe. Sementara aku suka sekali beres-beres rumah. Jadi, kami setiap hari memang bekerja sama berdua untuk mengurus rumah dan mengurus Kion.
Aku kalau ngobrol sama Kion seperti curhat saja dan menyampaikannya dengan santai seperti aku curhat sama teman. Meskipun tentu saja ada yang disaring ya, tapi aku selalu menyampaikan supaya dia paham bahwa orang tuanya juga berjuang.
Adakah protes dari Kion saat Anka sedang banyak pekerjaan di luar rumah?
Tentu saja ada, apalagi sekarang dia sudah makin besar, jadi makin mengerti. Waktu kerja aku juga kan enggak menentu, ya. Ada waktu di mana aku memang dalam seminggu pergi terus, karena memang lagi sibuk, tapi ada juga waktu di mana aku di rumah terus. Nah, biasanya kalau dia sudah mulai banyak protes, aku jelaskan seperti apa kondisinya karena aku juga selalu transparan dalam berkomunikasi. Jadi, aku sampaikan apa saja yang sedang aku kerjakan saat itu.
Aku kalau ngobrol sama Kion seperti curhat saja dan menyampaikannya dengan santai seperti aku curhat sama teman. Meskipun tentu saja ada yang disaring ya, tapi aku selalu menyampaikan supaya dia paham bahwa orang tuanya juga berjuang. Jadi, posisinya sama-sama berjuang. Dia berjuang untuk merelakan waktu kebersamaan dengan aku dan bapaknya. Nah, kami orang tuanya juga berjuang untuk hidup.
Menurut Anka, apa yang harus dilakukan orang tua dalam membesarkan seorang anak Gen Alpha seperti Kion?
Menurutku, harus transparan ya, karena mereka pintar dan kritis banget. Mereka tahu apa yang mereka mau. Aku sudah membiasakan Kion untuk berpendapat sejak kecil. Contohnya saat pandemi, dia belum mau masuk sekolah, ya sudah aku enggak maksa. Daripada dipaksa lalu nanti dia cranky, kan aku jadi cranky juga. Yang penting dia tahu konsekuensi dan tanggung jawab dari keputusannya itu apa.
Dari mana Anka dan suami mendapatkan referensi dalam menjawab pertanyaan anak yang terkadang terasa mengejutkan?
Untungnya sekarang sumber informasi bisa didapatkan dari mana saja. Jadi, misalnya ada pertanyaan dia yang memang aku enggak tahu jawabannya, aku akan googling. Sebagai orang tua, kita harus level up skill juga dan jangan malu untuk bilang saat kita memang enggak tahu jawaban dari pertanyaan anak. Kalau bisa kita duduk bersama anak mencari jawabannya bersama-sama. Jadi, kita juga bisa satu frekuensi dengan anak sehingga ngobrolnya lebih nyambung.
Pernahkah menghadapi momen dilematis saat Anka harus memilih antara pekerjaan dan agenda penting Kion?
Pernah banget, tahun lalu aku harus kerja ke Jepang di saat ulang tahun Kion. Wah, aku enggak mau lagi sih kayak gitu. Mom’s guilt-nya besar banget. Itu pelajaran besar banget buat aku. Ternyata buat aku, sesibuk apa pun ibu, kan kodratnya tetap jadi ibu, ya. Apalagi buat momen sebesar itu, aku merasa bersalah banget.
Jadi, aku enggak mau itu terulang lagi. Meskipun saat itu aku sudah menyiapkan kue dan dekorasi untuk ulang tahunnya, tetap saja sih aku merasa berat sekali. Supaya itu tidak terulang lagi, sekarang aku lebih mengatur waktunya supaya enggak ada agenda yang bentrok.
Sebagai orang tua kita harus level up skill juga dan jangan malu untuk bilang saat kita memang enggak tahu jawaban dari pertanyaan anak. Kalau bisa kita duduk bersama anak mencari jawabannya bersama-sama.
Saat ini Anka memiliki bisnis bersama suami. Adakah tantangan yang dihadapi dalam bekerja bersama suami?
Tentu saja ada, terutama masalah komunikasi. Kadang komunikasinya tuh jadi bias, antara ngobrol sebagai suami, sebagai partner bisnis, atau sebagai orang tua Kion. Tapi, kami menyadari itu dan kemudian membagi porsinya secara jelas dan adil. Jadi, ada waktu khusus di rumah untuk menjalani setiap peran yang kami emban. Kami juga senang sekali ngobrol berlama-lama untuk membicarakan banyak hal.
Di antara berbagai peran yang ada, apakah Anka dan suami masih memiliki couple time?
Masih, dong. Kebetulan kami sederhana banget buat punya waktu bersama, jadi enggak mesti dinner fancy buat nge-date. Kadang kami cuma beli makanan trus makan di rumah sambil ngobrol berdua. Biasanya itu kami lakukan di malam hari setelah Kion tidur.
Apakah keluarga yang Anka jalani saat ini sudah memenuhi kriteria keluarga yang Anka impikan?
Alhamdulillah sudah. Walaupun tentu masih banyak hal yang kami inginkan. Tapi setelah menjalani banyak tantangan dan ujian, kami jadi lebih mudah mensyukuri hal yang kami miliki saat ini. Jadi, selama kami masih bertiga dan sehat, aku bersyukur sekali dengan keluarga aku sekarang.
Ternyata buat aku, sesibuk apa pun ibu kan kodratnya tetap jadi ibu, ya. Apalagi buat momen sebesar itu, aku merasa bersalah banget. Jadi, aku enggak mau itu terulang lagi.
(M&B/RF/Photographer: Lintang Sukmana/Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang/Stylist: Gabriela Agmassini/MUA: Rachie (@irachielicious)/Hair Stylist: Ella (@hairdobyella)/Wardrobe Anka: PVE+ (@pveplus), SueterCloth (@suetercloth_official)/Location: JHL Solitaire Serpong (@jhlsolitaireserpong))
