Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, tak sedikit orang tua yang terbangun di malam hari karena anak tiba-tiba muntah di tempat tidur. Situasi ini memang membuat panik, apalagi jika anak tampak rewel, lemas, atau tidak mau makan setelahnya. Muntah di malam hari bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus, gangguan pencernaan, hingga kelelahan atau stres emosional. Namun, ada cara mudah untuk mengatasi anak muntah di malam hari.
Meski dalam banyak kasus muntah tidak berbahaya, penting bagi Moms untuk tahu cara menanganinya dengan cepat agar kondisi anak tidak memburuk. Penanganan yang tepat juga akan membantu mencegah dehidrasi, menjaga kenyamanan Si Kecil, dan memberi waktu tubuhnya untuk pulih. Simak cara mengatasi anak muntah di malam hari berikut ini!
Cara mengatasi anak muntah di malam hari
1. Posisikan anak dengan aman dan nyaman
Langkah pertama yang perlu Moms lakukan adalah menjaga posisi tubuh anak agar muntah tidak mengganggu saluran pernapasannya. Jika anak masih bayi, miringkan tubuhnya ke satu sisi saat berbaring. Anak yang lebih besar sebaiknya dibantu duduk tegak atau setengah duduk sampai selesai muntah.
Posisi ini membantu cairan keluar dengan lancar dan mencegah tersedak. Setelah itu, Moms bisa mengganti pakaian Si Kecil dan membersihkan tubuhnya agar ia kembali merasa nyaman.
Baca juga: Moms, Ini Beda Muntah Normal pada Bayi dan Muntah Berbahaya
2. Beri cairan sedikit demi sedikit
Jangan langsung memberi anak banyak minum, Moms. Setelah muntah, lambung anak masih sensitif. Berikan cairan sedikit demi sedikit setiap 10-15 menit, misalnya air putih, kaldu, atau larutan rehidrasi oral. Namun, hindari memberikan jus atau susu karena bisa memperparah mual.
Pemberian cairan secara bertahap bisa membantu mencegah dehidrasi, terutama jika muntah disertai diare. Moms bisa gunakan sendok kecil atau pipet untuk bayi yang belum bisa minum sendiri.
Baca juga: Bayi Muntah Tapi Tidak Demam? Tenang, Ini Penjelasannya, Moms
3. Tunda pemberian makanan padat
Setelah muntah, berikan jeda sekitar 1-2 jam sebelum menawarkan makanan. Saat sudah siap makan, mulailah dengan makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, pisang, dan roti tawar.
Hindari makanan berminyak, makanan pedas, atau makanan tinggi gula untuk sementara waktu. Tujuannya adalah untuk memberi waktu pada lambung agar pulih tanpa tekanan dari makanan berat.
Baca juga: Obat Alami untuk Mengatasi Mual Muntah pada Anak
4. Perhatikan tanda dehidrasi atau gejala lanjutan
Moms wajib waspada jika anak tampak sangat lemas, jarang buang air kecil, matanya cekung, atau bibirnya kering. Ini bisa jadi tanda awal dehidrasi. Muntah yang terjadi berulang kali juga bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius seperti infeksi saluran pencernaan atau keracunan makanan. Jika dalam waktu 12-24 jam kondisi anak tidak membaik atau malah memburuk, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5. Bantu anak istirahat
Setelah muntah, anak cenderung lemas dan butuh istirahat. Moms bisa membantunya merasa tenang dengan mengatur suhu kamar agar sejuk, mengenakan pakaian longgar, dan menemani anak berbaring. Istirahat yang cukup akan membantu tubuhnya pulih dari gangguan pencernaan.
Baca juga: Anak Muntah, Ini Pertolongan Pertama dan Tanda Darurat ke Dokter
Itulah 5 cara mengatasi anak muntah di malam hari, Moms. Menghadapi anak yang muntah di malam hari memang penuh tantangan, tapi bukan berarti Anda harus panik. Dengan langkah sederhana seperti menjaga posisi tidur, memberikan cairan dengan benar, serta memantau tanda-tanda dehidrasi, Moms bisa membantu Si Kecil pulih lebih cepat dan tetap nyaman.
Namun, jika muntah berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, nyeri perut, atau leher kaku, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter, ya. (M&B/AY/SW/Foto: Prostooleh/Freepik)
