Type Keyword(s) to Search
BABY

5 Ciri-Ciri Batuk yang Berbahaya pada Bayi

5 Ciri-Ciri Batuk yang Berbahaya pada Bayi

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Batuk adalah salah satu keluhan yang cukup sering dialami bayi, terutama saat cuaca tidak menentu atau ketika Si Kecil mulai terpapar virus dan bakteri dari lingkungan sekitar. Dalam banyak kasus, batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, pada bayi yang sistem imunnya masih belum sempurna, Moms perlu lebih waspada, karena ada ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi.

Ya, meskipun tidak semua batuk berbahaya, ada beberapa ciri-ciri tertentu yang bisa menunjukkan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera. Terlebih lagi, bayi belum bisa mengomunikasikan apa yang ia rasakan secara langsung, sehingga penting bagi Moms untuk mengenali ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi.

Nah, agar Moms tidak panik tapi tetap sigap, yuk, kenali 5 ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi berikut ini!

Baca juga: Awas Batuk Berkepanjangan pada Anak, Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini!

Ciri-ciri batuk yang berbahaya pada bayi

1. Batuk disertai napas cepat atau sesak

Jika Moms melihat Si Kecil bernapas dengan cepat, terdengar seperti ngos-ngosan, atau menggunakan otot dada dan leher secara berlebihan saat bernapas, ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada saluran napas.

Napas cepat atau sesak bisa menjadi gejala infeksi saluran pernapasan bawah, seperti bronkitis atau pneumonia. Jika disertai batuk terus-menerus, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele dan harus segera diperiksakan ke dokter, Moms.

2. Batuk disertai bunyi “grok-grok” atau napas mengi

Bunyi napas grok-grok atau mengi (seperti siulan) saat bayi batuk bisa menandakan penyempitan saluran pernapasan. Ini biasanya terjadi akibat lendir yang menumpuk atau peradangan pada saluran napas.

Mengi pada bayi bisa menjadi gejala asma, bronkiolitis, atau infeksi virus lainnya. Jika batuk bayi disertai bunyi seperti ini, terlebih jika tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak.

Baca juga: Mengenal Gangguan Pernapasan Croup pada Anak

3. Batuk rejan (pertusis) atau batuk berulang tanpa henti

Jika bayi mengalami batuk yang sangat kuat hingga wajahnya memerah, tercekik, atau bahkan muntah setelahnya, Moms perlu curiga terhadap batuk rejan atau pertusis. Batuk jenis ini sering disertai suara “whoop” saat menarik napas setelah batuk panjang.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa pertusis sangat berbahaya bagi bayi di bawah usia 1 tahun dan bisa menyebabkan gangguan napas serius. Bayi dengan batuk seperti ini membutuhkan penanganan medis segera.

4. Disertai demam tinggi dan lemas

Batuk yang disertai demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius pada bayi kurang dari 3 bulan atau di atas 39 derajat Celsius pada bayi di atas 3 bulan) serta bayi tampak lemas, malas menyusu, atau tidur terus-menerus, bisa menjadi tanda infeksi serius seperti pneumonia atau flu berat.

Demam yang menyertai batuk pada bayi tidak boleh diabaikan, apalagi jika Si Kecil terlihat tidak aktif seperti biasanya. Moms perlu segera mencari bantuan medis untuk memastikan penyebabnya.

5. Batuk memburuk di malam hari atau disertai muntah

Jika batuk bayi memburuk setiap malam hari atau menyebabkan muntah berulang, bisa jadi ada iritasi pada tenggorokan atau tanda gangguan refluks asam lambung (GERD). Pada kasus lain, ini juga bisa menandakan batuk kronis akibat infeksi atau alergi.

Batuk yang makin parah di malam hari dan membuat bayi muntah berulang kali bisa menyebabkan dehidrasi dan gangguan tidur yang mengganggu proses tumbuh kembang Si Kecil. Karena itu, Moms perlu mencatat pola batuk ini dan segera konsultasikan dengan dokter jika terjadi berulang.

Baca juga: Obat Tradisional Batuk Pilek untuk Bayi 0-6 Bulan yang Aman dan Alami

Itulah beberapa ciri batuk yang berbahaya pada bayi. Batuk pada bayi memang umum terjadi, tapi Moms tetap perlu waspada jika muncul ciri-ciri yang mengarah pada kondisi serius. Mengenali tanda bahaya sejak dini bisa membantu Anda memberikan penanganan lebih cepat dan tepat, sehingga mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)