Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernah merasa lelah mengurus rumah seharian, lalu ketika malam tiba, bukannya ingin bermesraan, justru yang terasa hanya ingin tidur cepat? Ternyata, hal ini bukan cuma keluhan sehari-hari para istri lho, Moms. Sudah ada penelitian ilmiah yang menjawab fenomena istri malas bermesraan setelah lelah menyelesaikan hampir semua pekerjaan rumah. Mau tahu isi penelitiannya? Let’s read on, Moms!
Hasil penelitian membuktikan
Sebuah studi menarik yang diterbitkan di jurnal ilmiah Archives of Sexual Behavior mengungkapkan bahwa wanita yang mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah tangga melaporkan tingkat keinginan seksual yang jauh lebih rendah terhadap pasangan mereka, dibandingkan wanita yang berbagi tugas rumah dengan pasangannya.
Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Utah, yang mewawancarai lebih dari 200 wanita menikah atau dalam hubungan jangka panjang. Para peserta diminta menjelaskan tentang pembagian kerja rumah tangga di rumah mereka dan perasaan mereka terhadap pasangan, termasuk tingkat ketertarikan seksual.
Hasilnya mengejutkan namun juga sangat masuk akal. Wanita yang melakukan mayoritas atau seluruh pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci baju, bersih-bersih, dan mengurus anak, merasa kurang tertarik secara seksual pada pasangannya. Sebaliknya, wanita yang merasa bahwa pasangan mereka ikut ambil bagian dalam pekerjaan rumah mengaku lebih puas dalam hubungan secara keseluruhan, termasuk dalam hal seks.
Peneliti utama studi ini, Dr. Lucia O’Sullivan, menyimpulkan bahwa ketika beban pekerjaan domestik tidak dibagi secara adil, hubungan cenderung terganggu, terutama dalam aspek keintiman.
Baca juga: Ini yang Dirasakan Suami Jika Istri Menolak Berhubungan Intim
Beban mental = penurun libido?
Yang menarik, bukan hanya soal fisik yang kelelahan. Studi ini menyoroti bahwa beban mental (mental load) memegang peran penting. Mental load merujuk pada pikiran-pikiran tak terlihat, seperti apakah anak sudah makan, besok anak ada PR apa, atau persediaan sabun masih ada enggak. Ketika seluruh beban ini menumpuk hanya pada satu pihak (biasanya ibu atau istri) maka sulit baginya untuk bisa berpindah ke mood romantis, apalagi bercinta.
Seks bukan soal hasrat, tapi juga keadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa keadilan dalam hubungan sangat memengaruhi kualitas seksual pasangan. Keinginan untuk berhubungan intim tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik atau hormonal, tapi juga oleh perasaan dihargai, didukung, dan diperlakukan setara.
“Tidak ada yang seksi dari melihat pasangan tidur nyenyak saat kamu masih melipat cucian anak-anak jam 11 malam,” kata salah satu partisipan dalam wawancara studi ini, sebuah kalimat yang sangat menggambarkan keresahan banyak istri.
Baca juga: 10 Manfaat Berhubungan Intim Setiap Hari yang Perlu Anda Tahu
Apa yang bisa dilakukan?
Untuk para pasangan, hasil penelitian ini bisa jadi alarm untuk mengevaluasi ulang dinamika di rumah. Berikut ini beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan.
1. Komunikasi terbuka. Bicarakan pembagian tugas rumah tangga secara jujur. Apa yang dirasa memberatkan dan apa yang bisa dibagi ulang.
2. Libatkan pasangan. Pekerjaan rumah bukan “tugas perempuan”. Libatkan pasangan dalam pekerjaan harian, bukan sekadar membantu, tapi berbagi tanggung jawab.
3. Istirahat bukan kemewahan. Sediakan waktu untuk diri sendiri tanpa merasa bersalah. Energi yang pulih akan berdampak positif bagi hubungan, termasuk urusan ranjang.
4. Validasi emosi pasangan. Rasa lelah, jenuh, atau tidak ingin berhubungan seks bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, tapi dimengerti dan diatasi bersama.
Beban rumah tangga yang tidak setara ternyata berdampak bukan hanya pada kebahagiaan, tapi juga pada gairah seksual wanita terhadap pasangannya. Penelitian Sex Roles ini membuka mata kita bahwa keintiman adalah hasil dari kolaborasi, bukan kompetisi atau pengorbanan sepihak. Bagi pasangan suami istri, pembagian pekerjaan rumah yang adil bukan hanya menciptakan rumah yang bersih dan tertata, tapi juga hati yang lebih siap untuk mencintai. (M&B/TW/Foto: Freepik)
