Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, saat bayi Anda berusia 2 bulan, pola menyusu Si Kecil biasanya mulai teratur dengan interval 2-4 jam. Namun, ada kalanya ia tidur lebih lama hingga 6 jam, terutama di malam hari, sehingga ia pun tidak menyusu.
Namun, jika bayi tidur selama 6 jam di siang hari dan tidak minum susu, Moms mungkin bertanya apakah kondisi ini masih wajar? Memahami perkembangan sistem pencernaan dan kebutuhan nutrisi bayi akan membantu menjawab pertanyaan Anda tersebut.
Di usia 2 bulan, lambung bayi mulai membesar, sehingga mampu menampung lebih banyak ASI atau susu formula per sesi. Akibatnya, jeda antarsesi menyusu pun bisa sedikit memanjang. Meski demikian, penting untuk memastikan Si Kecil tidak melewatkan asupan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.
Lantas, bayi 2 bulan tidak minum susu selama 6 jam, apakah wajar? Simak ulasan selengkapnya berikut ini Moms!
Bayi 2 bulan tidak minum susu selama 6 jam, apakah wajar?
Di usia 2 bulan, sebagian bayi mulai mampu bertahan hingga 5-6 jam tanpa menyusu, terutama saat mereka tidur malam. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi usia 1-3 bulan biasanya menyusu setiap 2-4 jam, tapi ada juga yang memiliki jeda panjang hingga 4-5 jam di malam hari. Bila jeda 6 jam hanya terjadi sesekali dan diiringi tidur pulas, hal ini masih dapat dianggap wajar.
Dampak jika bayi tidak minum susu selama 6 jam
Jika jeda minum susu terlalu sering atau terlalu lama di siang hari, ada beberapa risiko yang bisa dialami bayi, antara lain:
1. Dehidrasi. Cairan tubuh berkurang tanpa asupan susu yang cukup, sehingga bayi rentan mengalami dehidrasi.
2. Pertumbuhan terhambat. Jika bayi kurang minum susu, otomatis asupan kalori akan berkurang. Hal ini bisa mengganggu grafik berat badan Si Kecil.
3. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Kurangnya asupan susu membuat bayi menjadi rewel, lemas, atau pucat.
4. Gangguan pola tidur. Asupan susu yang tidak optimal membuat bayi lapar, sehingga tidurnya pun jadi tidak nyenyak.
Baca juga: 8 Cara Aman Membangunkan Bayi yang Tidur Terus
Cara mengatasi bayi yang tidak mau minum susu
Nah, untuk membantu Si Kecil kembali menyusu secara teratur, Moms bisa lakukan beberapa hal berikut ini.
1. Rangsang refleks menyusu. Moms bisa coba usap lembut pipi atau bibir bayi untuk memancing rooting reflex.
2. Ciptakan suasana nyaman. Cobalah untuk meredupkan lampu, kurangi kebisingan, dan peluk bayi dekat tubuh.
3. Perhatikan posisi menyusui yang aman dan nyaman. Moms harus memastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi, agar ASI atau susu formula mengalir lancar.
4. Pantau suhu susu. Berikan susu hangat dengan suhu umum 37-40â¯derajat Celsius, agar lebih mudah diterima bayi.
Baca juga: Cara Membangunkan Bayi agar Ia Mau Menyusu
Ciri-ciri bayi sudah cukup ASI
Anda juga bisa menilai kecukupan asupan susu bayi Anda dengan beberapa tanda berikut ini, Moms.
1. Jumlah popok basah, minimal 6-8 popok basah per 24 jam. Ini menandakan bayi mendapatkan cukup cairan dan elektrolit. Jika popok basah kurang dari 6 kali, bisa jadi asupan susunya belum optimal.
2. Bayi cukup susu juga biasanya buang air besar (BAB) 3-4 kali sehari (pada ASI eksklusif), dengan tekstur lembek dan berwarna kekuningan.
3. Kenaikan berat badan, umumnya bertambah rataârata 150-200â¯g per minggu pada bayi usia 0-3 bulan.
4. Bayi biasanya akan melepaskan payudara atau botol sendiri saat puas.
5. Bayi yang cukup ASI biasanya terlihat ceria, responsif, dan memiliki energi antarsesi menyusu.
Nah, Moms, bayi 2 bulan tidak minum susu selama 6 jam umumnya wajar, terutama di malam hari. Namun, pastikan pola ini tidak mengganggu asupan nutrisi dan hidrasi Si Kecil, ya.
Moms juga bisa memantaunya dari kondisi buang air kecil atau buang air besar bayi, kenaikan berat badan, dan tanda-tanda dehidrasi. Jika jeda panjang terjadi terus-menerus atau disertai gejala mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk penanganan lebih lanjut. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)
