Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Moms, Ini Penyebab Anak 2 Tahun Sering Menangis saat Tidur

Moms, Ini Penyebab Anak 2 Tahun Sering Menangis saat Tidur

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Sebagai orang tua, Moms pasti cemas apabila Si Kecil tiba-tiba menangis saat tidur. Kondisi ini kerap dialami anak memasuki tahun kedua kehidupannya. Lantas apa yang menyebabkan anak 2 tahun sering menangis saat tidur?

Tangisan anak saat tidur sebenarnya cukup umum terjadi pada balita, terutama di usia 2 tahun. Fase ini merupakan periode perkembangan yang sangat pesat, baik secara fisik maupun emosional. Otak Si Kecil sedang berkembang dengan cepat dan ia mulai mengalami berbagai emosi kompleks yang belum bisa diekspresikan dengan baik.

Baca juga: Mengenal Sleep Regression, Gangguan Tidur pada Bayi

Penyebab anak 2 tahun sering menangis saat tidur

1. Night terror

Night terror adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami halusinasi, berteriak, takut, bernapas lebih cepat, berkeringat, bahkan menangis di tengah tidurnya. Night terror bisa terjadi pada siapa saja, tapi anak berusia di bawah 5 tahun tergolong paling rentan mengalami gangguan ini.

2. Mimpi buruk

Berbeda dengan night terror, mimpi buruk terjadi di fase tidur REM dan biasanya diiringi tangisan atau ketakutan yang membuat anak terbangun. Anak mungkin mengingat mimpinya dan merasa takut.

Baca juga: Cara Efektif Mengatasi Anak yang Sering Mimpi Buruk

3. Sleep regression

Pada usia 2 tahun, anak bisa mengalami sleep regression, yaitu gangguan pola tidur akibat perkembangan pesat dalam kemampuan bahasa, emosi, atau fisik. Kondisi ini bisa membuat Si Kecil lebih sering terbangun dan rewel saat tidur.

4. Tumbuh gigi

Pertumbuhan gigi geraham di usia 2 tahun bisa menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat malam. Tak heran jika anak mungkin menangis saat tidur karena rasa sakit yang tidak bisa diungkapkannya dengan jelas.

5. Separation anxiety

Di usia 2 tahun, anak mulai menyadari keberadaan dan kehilangan. Saat tertidur, Si Kecil bisa merasa gelisah karena kehilangan kontak dengan orang tua dan hal ini muncul dalam bentuk tangisan saat tidur.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Separation Anxiety pada Bayi Anda!

6. Masalah kesehatan 

Masalah seperti perut kembung, demam ringan, infeksi telinga, atau pilek bisa membuat anak tidak nyaman saat tidur. Karena keterbatasan verbal, tangisan menjadi satu-satunya cara Si Kecil untuk mengekspresikan rasa sakitnya.

7. Rutinitas atau lingkungan yang berubah

Pindah rumah, berada di daycare, atau perubahan jam tidur bisa membuat anak tidak nyaman secara emosional. Ketidakstabilan ini bisa memicu stres dan memengaruhi kualitas tidurnya, termasuk tangisan saat malam.

Cara membedakan jenis tangisan anak

1. Tangisan karena mimpi buruk

Anak biasanya bisa dibangunkan dan ditenangkan dengan mudah. Ia mungkin masih ingat sebagian dari mimpi yang menakutkan dan bisa menceritakannya dengan kata-kata sederhana. Setelah ditenangkan, Si Kecil biasanya bisa kembali tidur dengan bantuan orang tua.

2.  Tangisan karena night terror

Anak terlihat sangat ketakutan, tapi sulit dibangunkan. Matanya mungkin terbuka, tapi tidak fokus. Ia juga tidak merespons upaya Moms untuk berkomunikasi. Episode ini biasanya berlangsung 5-15 menit dan Si Kecil akan kembali tidur sendiri tanpa mengingat kejadian tersebut.

3.  Tangisan karena ketidaknyamanan fisik

Tangisan ini biasanya terus-menerus hingga penyebab ketidaknyamanan diatasi. Anak mungkin menunjuk atau menyentuh bagian tubuh yang sakit, atau terus rewel meski sudah ditenangkan.

Kapan mesti ke dokter?

Meskipun tangisan saat tidur umumnya normal, ada beberapa situasi yang memerlukan perhatian medis, yaitu:

1. Tangisan terjadi setiap malam selama lebih dari dua minggu.

2. Anak terlihat sangat lelah di siang hari akibat gangguan tidur.

3. Tangisan disertai gejala fisik seperti demam berkelanjutan, muntah, atau perubahan nafsu makan.

4. Intensitas tangisan makin meningkat dari waktu ke waktu.

5. Anak menunjukkan regresi dalam perkembangan atau perubahan perilaku yang signifikan.

Anak 2 tahun yang sering menangis saat tidur perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus. Pasalnya, tidur yang berkualitas tidak hanya penting untuk pertumbuhan fisik Si Kecil, tapi juga untuk perkembangan emosional dan kognitifnya. Jadi pastikan, Si Kecil memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas ya, Moms. (M&B/YE/WR/Foto: Freepik)