Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Udang bukan hanya lezat, tapi juga sumber gizi padat yang ideal untuk tumbuh kembang anak. Dari protein berkualitas hingga asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral penting, udang punya banyak manfaat untuk anak, seperti mendukung perkembangan otak, kekuatan tubuh, dan sistem imun.
Namun, Moms juga perlu perhatian terhadap alergen dan cara penyajian yang tepat agar manfaatnya optimal. Yuk, ketahui kandungan nutrisi, manfaat utama, cara mengenalkan udang, dan tips penyajiannya yang aman untuk Si Kecil.
Kandungan nutrisi udang yang penting untuk anak
Protein: Per 100 g udang mengandung sekitar 21 gram protein, sangat membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, hormon, serta enzim penting dalam tubuh anak.
Asam lemak omega-3 (EPA & DHA): Udang menyediakan omega-3 esensial, termasuk EPA dan DHA, yang mendukung perkembangan otak, fungsi saraf, dan penglihatan.
Vitamin B12: Dalam 100 gram udang juga ditemukan sekitar 21% vitamin B12. Ini tentu bermanfaat untuk mencegah anemia dan mendukung metabolisme nutrisi.
Kalsium dan Fosfor: Penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi, udang mengandung sumber mineral ini yang membantu kekuatan struktur tubuh anak.
Yodium: Baik untuk fungsi tiroid dan perkembangan otak, udang menjadi alternatif sumber yodium selain garam beryodium.
Zat besi, zinc, dan selenium: Nutrisi penting ini mendukung imunitas, kerja sel darah putih, antioksidan, serta melawan peradangan.
Astaxanthin (antioksidan kuat): Terutama terdapat di kulit udang, baik untuk membantu mengurangi stres oksidatif dan meredam inflamasi.
Baca juga: Resep Udang Goreng Tepung ala Restoran, Lezat dan Renyah
Panduan memperkenalkan udang dalam MPASI
Meskipun bayi sudah mulai menerima makanan padat di usia sekitar 6 bulan, sebagian ahli alergi (Australian Society of Clinical Immunology and Allergy) menyarankan memperkenalkan makanan berisiko alergi seperti udang setelah usia 12 bulan, untuk mengurangi risiko reaksi alergi. Namun, ada juga penelitian yang justru merekomendasikan mengenalkan alergen sejak dini, karena dapat mengurangi risiko terjadinya reaksi alergi di kemudian hari.
Siap memperkenalkan udang dalam MPASI? Ikuti metode aman berikut ini, Moms.
- Berikan sedikit terlebih dahulu, lalu amati reaksi selama 2-3 hari.
- Pastikan udang benar-benar matang dan bersih dari kontaminan.
- Awasi gejala-gejala alergi seperti gatal, ruam, muntah (jika terjadi, segera konsultasikan dengan dokter).
Manfaat udang untuk anak
1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Udang mengandung selenium dan zinc, dua mineral penting yang mendukung fungsi kekebalan tubuh. Selenium adalah kofaktor dalam enzim antioksidan seperti glutathione peroxidase dan thioredoxin reductase, yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Pada manusia, selenium dari udang cukup diserap. Ini menunjukkan bahwa udang merupakan sumber selenium yang efektif untuk mendukung sistem imunitas secara alami.
2. Mendukung perkembangan otak dan saraf
Udang juga kaya asam lemak omega-3, khususnya DHA dan EPA. DHA sangat penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak anak karena membantu membangun membran sel saraf dan meningkatkan transmisi sinaptik.
Menurut rekomendasi, anak-anak usia 2–6 tahun membutuhkan sekitar 100-200 mg DHA + EPA per hari untuk mendukung perkembangan kognitif. Mengonsumsi udang sebagai salah satu sumber omega-3 membantu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga meningkatkan kemampuan belajar, memori, dan fokus Si Kecil.
3. Membantu pertumbuhan tulang dan gigi
Udang mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan yodium, penting untuk tulang dan gigi anak serta fungsi tiroid yang mendukung metabolisme dan pertumbuhan. Selenium dalam udang juga berperan dalam metabolisme hormon tiroid, meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan dan pengaturan energi.
4. Mencegah anemia dan menambah energi
Udang mengandung vitamin B12 dan zat besi, sangat penting untuk produksi sel darah merah. Vitamin B12 mendukung pembentukan sel darah merah sehat dan fungsi neurologis, sedangkan zat besi mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, memastikan anak tetap energik dan tidak mudah lelah.
5. Antiinflamasi
ââUdang kaya astaxanthin, antioksidan kuat dari laut yang memiliki sifat antiinflamasi dan melindungi sel dari stres oksidatif. Astaxanthin mendukung kesehatan sel tubuh dan membantu melawan inflamasi yang bisa mengganggu perkembangan optimal anak.
Baca juga: 7 Resep Olahan Udang untuk Anak yang bergizi dan Menggugah Selera
Nah, itulah beberapa manfaat udang untuk anak. Udang bukan sekadar lauk lezat, melainkan juga “paket lengkap” untuk kesehatan otak, tulang, metabolisme, serta daya tahan tubuh Si Kecil. Namun, Moms tetap perlu memperhatikan cara pengolahan, porsi, dan potensi alergi sebelum mengenalkan udang ke dalam menu anak. Dengan pemilihan bahan segar, cara masak yang higienis, serta porsi seimbang, manfaat udang bisa benar-benar dirasakan Si Kecil sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari. (M&B/AY/TW/Foto: Chaded Panicshri/Canva)
