Type Keyword(s) to Search
BABY

Kenapa Napas Bayi Cepat? Ini Penyebab yang Perlu Moms Ketahui

Kenapa Napas Bayi Cepat? Ini Penyebab yang Perlu Moms Ketahui

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, pernahkah Anda merasa panik ketika melihat Si Kecil bernapas lebih cepat daripada biasanya? Kondisi ini memang sering membuat orang tua khawatir, apalagi pada bayi baru lahir yang tubuhnya masih rentan.

Faktanya, bayi memang memiliki pola pernapasan yang berbeda dengan orang dewasa. Si Kecil bisa bernapas lebih sering, bahkan terlihat tidak teratur, tapi sebagian besar masih termasuk normal.

Menurut Cleveland Clinic, normalnya bayi bernapas sekitar 40-60 kali per menit saat bangun, dan 30-40 kali per menit saat tidur. Bandingkan dengan orang dewasa yang hanya 12-20 kali per menit. Perbedaan ini terjadi karena organ bayi, terutama paru-paru dan sistem saraf pernapasan, masih dalam tahap perkembangan.

Namun, Moms perlu tahu, tidak semua napas cepat pada bayi dianggap wajar. Ada kalanya kondisi ini menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.

Untuk itu, penting memahami berbagai faktor yang bisa memengaruhi kecepatan napas bayi. Yuk, simak 5 penyebab kenapa napas bayi cepat berikut ini.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Napas Grok-Grok pada Bayi

Penyebab kenapa napas bayi cepat

1. Pola napas bayi masih berkembang

Pada dasarnya, napas cepat bisa jadi bagian dari pola pernapasan bayi yang masih berkembang. Bayi sering bernapas dengan ritme yang disebut periodic breathing, yaitu napas cepat lalu berhenti sebentar, kemudian kembali bernapas normal. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik seiring bertambahnya usia serta matangnya sistem pernapasan.

2. Bayi mengalami demam

Demam bisa membuat napas bayi menjadi lebih cepat. Saat suhu tubuh meningkat, kebutuhan oksigen juga meningkat, sehingga bayi bernapas lebih cepat untuk mengimbanginya. Moms perlu waspada jika demam disertai gejala lain seperti rewel, sulit makan, atau tampak lemas, karena bisa menjadi tanda infeksi.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Anak Demam Tapi Tangan dan Kaki Dingin

3. Infeksi pernapasan

Infeksi saluran pernapasan, seperti bronkiolitis atau pneumonia, bisa menyebabkan napas bayi cepat. Gejala lain yang biasanya muncul adalah batuk, hidung tersumbat, demam, dan tarikan napas yang terlihat lebih dalam. Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, segera bawa ke dokter ya, Moms.

4. Asma atau alergi

Pada bayi yang memiliki riwayat keluarga dengan asma atau alergi, napas cepat bisa muncul akibat penyempitan saluran napas. Biasanya, kondisi ini disertai bunyi wheezing (mengi) atau suara napas yang terdengar “ngik-ngik”. Meski jarang terdiagnosis pada usia sangat dini, Moms tetap perlu mewaspadai jika pola ini berulang.

Baca juga: 7 Tips Penting Memilih Susu Formula untuk Bayi Alergi

5. Kondisi jantung atau paru-paru

Dalam kasus yang lebih serius, napas cepat pada bayi bisa disebabkan oleh kelainan jantung bawaan atau gangguan pada paru-paru. Gejalanya bisa disertai kulit kebiruan, sulit menyusu, dan berat badan tidak bertambah. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan medis segera, agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah penjelasan mengenai kenapa napas bayi cepat. Moms, napas cepat pada bayi tidak selalu berarti berbahaya. Bisa jadi itu adalah pola pernapasan normal yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Namun, jika napas cepat disertai gejala lain seperti demam tinggi, kesulitan menyusu, kulit tampak kebiruan, atau tarikan napas yang kuat, Moms perlu segera konsultasikan dengan dokter anak. Mengetahui penyebab napas bayi cepat bisa membantu Moms lebih tenang sekaligus sigap dalam menjaga kesehatan Si Kecil. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)