Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

7 Ciri-Ciri Mertua Pura-Pura Baik yang Perlu Diwaspadai

7 Ciri-Ciri Mertua Pura-Pura Baik yang Perlu Diwaspadai

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Membangun hubungan harmonis dengan mertua merupakan tantangan tersendiri bagi setiap menantu. Namun, tidak semua kebaikan yang ditunjukkan mertua bersifat tulus. Beberapa mertua menampilkan sikap baik di permukaan, tapi menyimpan maksud tersembunyi yang bisa merusak keharmonisan keluarga.

Yuk, kenali ciri-ciri mertua pura-pura baik, karena hal ini akan membantu Moms dalam menghadapi situasi tersebut. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pola perilaku mertua, Anda juga bisa melindungi diri dan pasangan dari konflik yang tidak perlu.

Ciri-ciri mertua pura-pura baik

1. Bersikap manis hanya di depan anaknya

Mertua yang pura-pura baik akan menunjukkan wajah berbeda ketika berhadapan langsung dengan Anda dibandingkan saat anak mereka hadir. Mereka biasanya pintar memainkan peran sebagai mertua yang pengertian dan ramah di hadapan pasangan Anda.

Namun, ketika pasangan Anda tidak ada, sikap mereka berubah drastis. Komentar sarkastik, kritik pedas, atau bahkan sikap dingin mulai muncul. Mereka memanfaatkan momen-momen ini untuk menunjukkan ketidak tertarikan mereka terhadap Anda sebagai menantu.

2. Memberikan pujian yang berlebihan dengan maksud menyindir

Pujian dari mertua yang tidak tulus tentu terdengar sangat berbeda ya, Moms. Mereka menggunakan kata-kata positif, tapi intonasi dan bahasa tubuh mereka mengomunikasikan pesan yang bertolak belakang dari yang disampaikan.

Mereka juga sering memberikan pujian yang diikuti dengan perbandingan tidak adil. Contohnya seperti, "Kamu cantik, tapi sayang tinggimu kurang" atau "Masakanmu enak, walau tidak senikmat masakan Mama, sih." Nah, jika mertua Anda pernah berkata seperti itu, hal tersebut menunjukkan bahwa pujian mereka bukanlah bentuk apresiasi murni.

Baca juga: Ciri-Ciri Mertua Tidak Menghargai Menantu dan Cara Mengatasinya

3. Selalu mengkritik dengan dalih "demi kebaikan"

Kritik memang memiliki tujuan membangun, tapi mertua yang pura-pura baik menggunakan kritik sebagai senjata untuk melemahkan kepercayaan diri Anda. Contohnya, “Mama bilang begini karena sayang sama Kamu" sering menjadi pembuka sebelum mereka melontarkan komentar yang menyakitkan. Mereka memosisikan diri sebagai pihak yang peduli, padahal tujuan sebenarnya adalah menjatuhkan mental Anda.

Biasanya kritik ini seputar penampilan, kemampuan mengurus rumah tangga, atau cara Anda memperlakukan pasangan. Dengan menggunakan dalih "kebaikan," mereka menciptakan situasi di mana Anda sulit menolak atau membela diri.

4. Mencampuri urusan rumah tangga anda dan pasangan

Mencampuri rumah tangga dan membantu jelas jauh berbeda ya, Moms. Mertua yang tidak tulus akan terus mencampuri keputusan pribadi Anda dan pasangan dengan berlindung di balik pengalaman mereka yang lebih banyak. Mereka menganggap diri berhak memberikan arahan dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga Anda.

Mulai dari cara mengatur keuangan, memilih furniture, hingga merencanakan masa depan, mereka selalu memiliki pendapat yang harus didengar dan diikuti. Ketika Anda tidak mengikuti saran mereka, mereka akan menunjukkan kekecewaan atau bahkan marah. Saat kondisi ini terjadi, kekompakan Anda dan pasangan sangat dibutuhkan agar tidak terjadi konfik berkepanjangan.

Baca juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Mertua yang Terlalu Ikut Campur

5. Berbicara negatif tentang Anda kepada keluarga lain

Strategi paling berbahaya dari mertua yang pura-pura baik adalah membangun opini negatif tentang Anda di lingkaran keluarga besar. Mereka akan menceritakan versi mereka sendiri tentang konflik atau situasi yang melibatkan Anda. Dampaknya bisa sangat merusak, karena menciptakan prasangka kepada anggota keluarga lain. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, bisa jadi seluruh keluarga besar menilai Anda tidak baik.

6. Sering menolak undangan dari menantu

Mertua Anda sering menolak ketika diundang ke acara-acara penting Anda? Waspadai hal ini jika Anda mengalaminya. Bisa jadi ini menandakan bahwa mertua tidak menyukai Anda. Namun, Jika penolakan hanya dilakukan sekali dua kali, mungkin mertua memang sibuk atau berhalangan ya, Moms.

7. Menunjukkan sikap posesif terhadap anak mereka

Ciri terakhir yang paling sering muncul dan mudah dikenali adalah sikap posesif berlebihan terhadap anak mereka. Mertua seperti ini menganggap pernikahan anaknya sebagai ancaman terhadap hubungan orang tua dan anak.

Mereka akan mencari berbagai cara untuk mempertahankan posisi prioritas dalam hidup anak mereka. Setiap keputusan yang Anda dan pasangan buat bersama akan dianggap sebagai upaya menjauhkan anak dari orang tua.

Cara menghadapi mertua pura-pura baik

1. Pahami motifnya

Dengan memahami motifnya, Anda jadi bisa menyesuaikan diri dengan baik, sehingga tidak terpancing emosi dan dapat menghindari konflik antara Anda, mertua, dan pasangan.

2. Hindari pemicunya

Jika mertua Anda memiliki beberapa ciri di atas, ada baiknya jika Anda menghindari beberapa pemicunya, misalnya atur waktu seminim mungkin untuk bertemu dan tetap jaga jarak. 

3. Coba temukan hal baik dalam dirinya

Walaupun mertua Anda bukan tipe mertua yang baik, ia mungkin ibu atau nenek yang hebat. Mungkin ada hal-hal tentangnya yang akan membuat interaksi dengannya lebih menyenangkan.

4. Kembangkan rasa percaya diri

Makin percaya diri Anda, makin kecil kemungkinan mertua akan menjatuhkan Anda. Gunakan hal tersebut sebagai wawasan yang dapat memberikan sinyal tentang hal-hal yang bisa Moms kerjakan, sehingga mertua tidak dapat mengungkit kekurangan Anda.

5. Belajar untuk memaafkan

Walaupun berat, mungkin dengan memaafkan dan berdamai dengan keadaan akan membuat hati dan pikiran Anda jadi lebih tenang. Selain itu, Moms akan terhindar dari konflik-konflik yang tidak penting.

Nah, itulah ciri-ciri mertua pura-pura baik yang perlu Moms waspadai. Menghadapi mertua yang pura-pura baik memang membutuhkan strategi yang matang dan kesabaran ekstra. Langkah pertama adalah membangun komunikasi yang solid dengan pasangan Anda tentang situasi yang sedang dihadapi.

Tetaplah pertahankan sikap hormat dan sopan, meskipun Anda tidak mendapat perlakuan yang sama. Konsistensi dalam menunjukkan karakter yang baik akan membuktikan bahwa Anda adalah menantu yang layak dihormati. (M&B/AY/GP/Foto: Bearfoto/Freepik)