Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Firasat Ibu tentang Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Firasat Ibu tentang Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Mengetahui jenis kelamin bayi merupakan satu hal yang ditunggu-tunggu oleh semua ibu hamil. Umumnya jenis kelamin bayi dapat diketahui melalui USG saat kehamilan memasuki trimester kedua, Moms. Namun, firasat ibu tentang jenis kelamin bayi juga banyak dipercaya kebenarannya.

Setiap ibu hamil pasti pernah merasakan firasat kuat tentang jenis kelamin bayinya. Ada yang yakin akan melahirkan anak laki-laki karena bentuk perut yang meruncing, sementara yang lain merasa pasti hamil anak perempuan karena morning sickness yang parah. Namun, seberapa akurat sebenarnya firasat tersebut?

Benarkah firasat ibu tentang jenis kelamin janin selalu akurat?

Tingkat akurasi firasat ibu hamil ternyata tidak jauh berbeda dengan akurasi saat kita menebak secara acak. Melansir BabyCenter, penelitian menunjukkan bahwa intuisi seorang ibu hamil tentang jenis kelamin bayinya memiliki akurasi sekitar 70%. Sementara penelitian lainnya menunjukkan bahwa intuisi tentang jenis kelamin bayi hanya akurat sekitar 50-55 persen. Angka ini hampir sama dengan kemungkinan menebak koin, yang artinya firasat ini lebih bersifat kebetulan.

Beberapa faktor yang memengaruhi firasat ibu meliputi:

1. Pengalaman kehamilan sebelumnya

Ibu yang sudah pernah hamil cenderung membandingkan kehamilan saat ini dengan kehamilan sebelumnya. Jika gejala kehamilan berbeda, mereka mungkin berasumsi jenis kelamin bayinya juga akan berbeda.

2. Pengaruh lingkungan sosial

Komentar dari keluarga dan teman-teman tentang bentuk perut atau perubahan fisik lainnya bisa memengaruhi persepsi ibu hamil tentang jenis kelamin bayinya.

3. Harapan dan keinginan pribadi

Keinginan kuat untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu bisa memengaruhi interpretasi terhadap tanda-tanda fisik selama kehamilan.

4. Mitos dan kepercayaan turun-temurun

Berbagai mitos tentang kehamilan yang diturunkan dari generasi ke generasi dapat membentuk ekspektasi ibu hamil tentang jenis kelamin bayinya.

Apakah ada cara untuk memengaruhi jenis kelamin bayi?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pasangan yang merencanakan kehamilan. Secara ilmiah, jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom dari ayah, bukan ibu. Sperma membawa kromosom X atau Y, sedangkan sel telur selalu membawa kromosom X.

Faktor yang menentukan jenis kelamin:

  • Kromosom X dari ayah + kromosom X dari ibu = perempuan (XX)
  • Kromosom Y dari ayah + kromosom X dari ibu = laki-laki (XY)

Beberapa metode dipercaya bisa memengaruhi jenis kelamin bayi, seperti diet dan pola makan tertentu, serta waktu dan posisi berhubungan intim. Sayangnya, hal-hal tersebut tidak terbukti secara ilmiah dapat secara signifikan memengaruhi jenis kelamin bayi.

Teknologi medis seperti IVF dengan PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis) dapat memilih jenis kelamin dengan akurasi hampir 100 persen, tetapi prosedur ini hanya dilakukan untuk alasan medis tertentu.

Baca juga: Ini Cara untuk Mendapatkan Anak Laki-Laki Menurut Kedokteran

Kapan bisa mengetahui jenis kelamin bayi dengan pasti?

Metode paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah melalui pemeriksaan medis. Berikut metode yang bisa Anda lakukan, Moms.

1. USG (Ultrasonografi)

USG adalah metode yang paling umum digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Akurasinya mencapai 95-99 persen jika dilakukan oleh ahli berpengalaman pada usia kehamilan yang tepat. USG untuk mengetahui jenis kelamin janin bisa dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu.

Kelebihan:

  • Non-invasif dan aman
  • Dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan rutin
  • Relatif terjangkau.

Kekurangan:

  • Posisi bayi dapat menghalangi terlihatnya jenis kelamin
  • Tali pusat atau tangan bayi mungkin menutupi area genital.

Baca juga: Ini Perbedaan Hasil USG Bayi Laki-Laki dan Perempuan

2. NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) 

Tes darah ini menganalisis DNA janin dalam darah ibu hamil untuk mendeteksi kromosom Y. Akurasinya sangat tinggi, mencapai 99 persen untuk menentukan jenis kelamin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan saat usia kehamilan 9-10 minggu.

Kelebihan:

  • Dapat dilakukan lebih awal
  • Akurasi sangat tinggi
  • Dapat sekaligus mendeteksi risiko kelainan kromosom.

3. Amniosentesis dan CVS 

Ini merupakan prosedur diagnostik prenatal untuk memeriksa kelainan kromosom dan genetik janin. Kedua prosedur ini memberikan akurasi 100 persen untuk menentukan jenis kelamin, tetapi biasanya dilakukan untuk alasan medis karena melibatkan risiko kecil komplikasi. Prosedur ini bisa dilakukan saat usia kehamilan 15-20 minggu.

Hal yang memengaruhi firasat ibu tentang jenis kelamin janin

Meskipun firasat ibu hamil tidak selalu akurat secara medis, hal ini memiliki nilai psikologis yang penting dalam perjalanan kehamilan.

1. Ikatan emosional dengan bayi

Firasat tentang jenis kelamin bisa membantu Moms membangun ikatan emosional dengan bayinya sejak dini. Membayangkan bayi dengan jenis kelamin tertentu membantu bumil dapat mempersiapkan diri secara mental.

2. Persiapan persalinan

Keyakinan tentang jenis kelamin bayi mendorong persiapan persalinan seperti memilih nama, dekorasi kamar, dan perlengkapan bayi. Hal ini memberikan rasa aman dan kesiapan menghadapi kelahiran.

3. Dukungan sosial

Berbagi firasat dengan keluarga dan teman dapat memperkuat dukungan sosial selama kehamilan. Diskusi tentang jenis kelamin bayi menjadi cara untuk melibatkan orang terdekat dalam perjalanan kehamilan Anda, Moms.

4. Mengelola ekspektasi

Penting untuk tetap terbuka terhadap kemungkinan bahwa firasat Moms tentang jenis kelamin bayi mungkin tidak akurat. Hal ini bisa membantu Anda beradaptasi jika hasil pemeriksaan jenis kelamin berbeda dengan ekspektasi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai akurasi firasat ibu tentang jenis kelamin bayi. Meskipun Anda sangat yakin dengan firasat yang Anda miliki terkait jenis kelamin janin, tak ada salahnya untuk mendapatkan kepastiannya dengan melakukan pemeriksaan medis, Moms. (MB/AY/RF/Foto: Mart Production/Pexels)