Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di Indonesia, diskusi dengan topik kesehatan intim masih penuh stigma dan jarang dibicarakan secara terbuka. Banyak masyarakat tidak mencari bantuan medis karena minimnya informasi dari sumber tepercaya, rasa malu, takut dihakimi, hingga kekhawatiran akan privasi.
Padahal, data menunjukkan bahwa isu kesehatan reproduksi dan organ intim sangat nyata: hanya 57% perempuan di Indonesia menggunakan kontrasepsi, sementara 13% lainnya tidak dapat mengaksesnya. Selain itu, 1 dari 10 perempuan dan 1 dari 5 pria pernah terjangkit Infeksi Menular Seksual (IMS), dan 1 dari 3 pria mengalami disfungsi ereksi, tetapi hanya separuh yang mencari bantuan medis.
Memahami kebutuhan tersebut, Halodoc meluncurkan HaloIntima, solusi layanan klinik digital yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan kesehatan intim pria dan wanita dengan akses mudah, privat (rahasia) dan tepercaya dengan tagline #IntimacyinPrivacy.
Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, menjelaskan, “Melalui HaloIntima, pengguna dapat berkonsultasi dengan ratusan mitra dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), andrologi, urologi, hingga kulit dan kelamin secara aman. Selain itu, pengguna juga bisa mendapatkan akses ke produk kesehatan dengan rekomendasi dokter, yang dikemas khusus untuk menjaga privasi. HaloIntima juga menghadirkan kemudahan tes laboratorium seperti tes Infeksi Menular Seksual, Infeksi Saluran Kemih, hingga premarital check up tanpa harus keluar rumah.”
“Kesehatan intim adalah kebutuhan dasar setiap individu dan berbeda-beda di tiap fase kehidupan. Dengan peluncuran ini, kami berharap makin banyak masyarakat Indonesia merasa aman untuk berbicara, berkonsultasi, dan menjaga kesehatan intimnya tanpa rasa takut dihakimi,” tambah Fibriyani.
Data internal Halodoc di 2025 mengungkap bahwa makin banyak pengguna yang mulai peduli terhadap kesehatan intim. Hal ini terlihat dari tren konsultasi ke spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), andrologi, urologi hingga kulit dan kelamin. Sepanjang semester 1 2025, Halodoc mencatat adanya peningkatan transaksi terkait disfungsi ereksi pada pria sebesar 76%, dan peningkatan transaksi terkait menstruasi dan kontrasepsi pada wanita sebesar 29%.
Pada pria, masalah kesehatan intim lainnya yang paling sering dikonsultasikan adalah penggunaan kontrasepsi, dan gangguan organ intim. Sedangkan produk kesehatan intim yang paling sering dibeli adalah obat disfungsi ereksi dalam bentuk lembaran maupun pil.
Sementara itu, pada wanita, masalah kesehatan intim yang sering dikonsultasikan selain gangguan menstruasi dan kontrasepsi adalah peradangan pada organ intim (vagina). Sedangkan produk kesehatan intim yang paling sering dibeli adalah obat gangguan menstruasi, KB darurat dan obat infeksi saluran kemih.
Tren lainnya juga menunjukkan adanya kesadaran bahwa kesehatan intim merupakan kesehatan bersama, yang terlihat dari pengguna wanita yang mengakses layanan kesehatan intim untuk pria, maupun sebaliknya. Sehingga penting untuk menyediakan layanan yang aman, tepercaya, dan bebas stigma, agar masyarakat lebih berani mengambil langkah preventif maupun kuratif.
Kesehatan intim bukan hal tabu dan kebutuhan setiap individu
Dalam rangka Hari Kesehatan Seksual Sedunia yang jatuh pada bulan September, Halodoc melalui HaloIntima menekankan pentingnya menjaga kesehatan intim yang sering kali masih dibayangi stigma. Salah satu isu yang kerap disalahpahami adalah kontrasepsi untuk wanita dan disfungsi ereksi pada pria.
“Banyak wanita masih ragu karena mitos seperti pil KB menyebabkan mandul, padahal kontrasepsi justru berperan penting dalam melindungi kesehatan perempuan, mengatur jarak kehamilan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Selain itu, jangan anggap remeh gejala seperti nyeri haid berlebihan atau keputihan tidak normal, itu bisa menandakan masalah jangka panjang yang serius. Pemeriksaan rutin, tes Infeksi Menular Seksual, dan vaksin HPV adalah langkah preventif penting bagi kesehatan intim wanita”, jelas dr. Gracia Merryane Rauw, Sp.OG, mitra dokter spesialis Halodoc dan tim dokter HaloIntima.
Di sisi lain, pria juga menghadapi tantangan seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang masih dianggap tabu, padahal berdampak besar pada kesehatan mental, kepercayaan diri, dan relasi dengan pasangan.
“Pria perlu tahu bahwa masalah ini bisa diatasi dengan konsultasi dan solusi dari medis. Selain itu, hindari membeli obat kuat sembarangan, karena bisa berbahaya dan tidak direkomendasikan secara medis. Kunci menjaga kesehatan intim pria adalah pola hidup sehat, tes Infeksi Menular Seksual rutin, serta akses ke produk dan layanan yang benar-benar aman seperti di HaloIntima,” tutup dr. C. Christopher Sunnu, Sp.And, mitra dokter spesialis Halodoc dan tim dokter HaloIntima. (MB/SW/Foto: Dok. Halodoc)
