Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

7 Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

7 Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Diare saat hamil bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman sekaligus mengkhawatirkan bagi banyak Moms. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, makanan tertentu, konsumsi suplemen, hingga infeksi virus atau bakteri. Faktanya, ibu hamil memang lebih rentan mengalami gangguan pencernaan, seperti diare, karena sistem tubuh sedang beradaptasi untuk mendukung perkembangan janin.

Meski umumnya diare pada ibu hamil bersifat ringan dan dapat pulih dengan sendirinya, risiko dehidrasi tetap perlu diwaspadai, Moms. Dehidrasi dapat berdampak buruk pada kesehatan bumil dan janin, sehingga penting mengetahui langkah tepat untuk mengatasinya.

Penyebab diare saat hamil

Penyebab diare saat hamil meliputi perubahan hormon yang mempercepat sistem pencernaan, perubahan pola makan dan sensitivitas terhadap makanan baru, efek samping suplemen kehamilan, infeksi virus atau bakteri, serta keracunan makanan. Meskipun begitu, diare juga bisa menjadi tanda tubuh Anda sedang bersiap untuk persalinan di akhir kehamilan, Moms.

Penggunaan obat diare untuk ibu hamil

Penggunaan obat diare untuk ibu hamil harus berdasarkan konsultasi dokter karena kondisi bumil memerlukan diperhatikan. Namun, beberapa pilihan yang dinilai aman adalah obat yang mengandung attapulgite dan pektin, serta oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit. Perlu diwaspadai juga jika diare disebabkan infeksi bakteri yang mungkin memerlukan antibiotik dengan resep dokter.

Ciri ciri diare pada ibu hamil

Ciri-ciri diare pada ibu hamil meliputi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari dengan tinja cair atau encer, serta disertai gejala lain seperti mulas, kram perut, kembung, mual, dan kelelahan. Diare yang parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan dehidrasi, yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Cara mengatasi diare pada ibu hamil

1. Perbanyak asupan cairan

Dehidrasi adalah komplikasi utama diare pada ibu hamil. Jika mengalaminya, bumil disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, cairan elektrolit, atau oralit khusus yang aman bagi kehamilan. Cairan membantu mengganti elektrolit yang hilang dari dalam tubuh, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan mencegah komplikasi serius.

Baca juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Membantu Mengatasi Diare

2. Konsumsi makanan ringan dan mudah dicerna

Moms bisa mencoba pola makan BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) yang dikenal efektif membantu memulihkan diare. Makanan rendah serat, rendah lemak, dan mudah dicerna dapat menenangkan usus dan mengurangi frekuensi buang air besar. Sebaliknya, Moms disarankan untuk menghindari makanan pedas, berlemak, atau berserat tinggi selama diare berlangsung.

3. Istirahat yang cukup

Sistem pencernaan membutuhkan energi untuk pulih. Menurut American Pregnancy Association, istirahat yang cukup membantu tubuh memperbaiki diri dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bumil disarankan untuk beristirahat total jika diare terjadi disertai dengan kelelahan atau kram perut.

4. Hindari pemicu diare

Beberapa makanan dan minuman tertentu, seperti produk susu, makanan pedas, kafein, atau makanan cepat saji, bisa memperburuk diare. Moms disarankan untuk mencatat semua makanan yang dikonsumsi sebelum diare muncul. Dengan begitu, Anda dapat menghindari pemicu yang sama di kemudian hari.

Baca juga: Moms, Ini Efek Samping Makan Menu Pedas saat Anda Hamil

5. Perhatikan kebersihan makanan

Infeksi bakteri atau virus penyebab diare bisa berasal dari makanan yang tidak higienis. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bumil lebih rentan terhadap infeksi makanan seperti listeriosis atau salmonella. Jadi, pastikan semua makanan dimasak dengan matang, cuci buah dan sayur sebelum dimakan, serta hindari makanan mentah atau setengah matang.

6. Gunakan probiotik sesuai arahan dokter

Probiotik bisa membantu menyeimbangkan flora usus dan mempercepat pemulihan dari diare. Sebuah studi dalam Journal of Clinical Gastroenterology menunjukkan bahwa probiotik aman untuk ibu hamil dan efektif dalam mengatasi diare akibat ketidakseimbangan mikroba usus. Namun, penggunaan probiotik tetap harus berdasarkan rekomendasi dokter ya, Moms.

7. Konsultasi dengan dokter bila gejala berlanjut

Jika diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, adanya darah dalam feses, atau tanda dehidrasi parah (mulut kering, pusing, urine sedikit), segera periksakan diri ke dokter. Evaluasi medis diperlukan untuk memastikan penyebab diare, sekaligus mencegah komplikasi yang berisiko bagi janin.

Kapan ibu hamil perlu waspada saat diare?

Bumil perlu waspada dan segera ke dokter jika mengalami diare yang berlangsung lebih dari 2 hari, disertai tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, pusing, urine gelap), tinja berdarah atau berlendir, demam tinggi, kram perut parah, atau jika diare tidak membaik dengan penanganan rumahan. Diare yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi bumil dan janin serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Itulah 7 cara mengatasi diare pada ibu hamil. Diare saat hamil memang bisa membuat khawatir, tetapi sebagian besar kasus dapat diatasi dengan langkah sederhana seperti memperbanyak cairan, istirahat cukup, menjaga pola makan, dan menghindari makanan pemicu. Namun, jika diare tak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter ya, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)