Type Keyword(s) to Search
BABY

7 Cara Mengatasi Bayi Mencret setelah Minum ASI

7 Cara Mengatasi Bayi Mencret setelah Minum ASI

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Mencret pada bayi bisa membuat Moms panik, terutama bila terjadi setelah Si Kecil minum ASI. Padahal, kondisi ini bisa dialami karena berbagai penyebab, mulai dari sistem pencernaan yang masih belum sempurna, infeksi virus, hingga pengaruh makanan yang Moms konsumsi saat menyusui.

Diare pada bayi perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan dehidrasi dalam waktu cepat. Meski begitu, tidak semua kasus mencret berbahaya. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa Moms lakukan di rumah untuk membantu Si Kecil tetap nyaman sekaligus mencegah komplikasi.

Normalkah bayi baru lahir BAB setelah minum ASI?

Bayi baru lahir buang air besar (BAB) setelah minum ASI adalah hal yang normal. Ini disebabkan oleh refleks gastrokolika yang kuat, yaitu refleks tubuh yang merangsang pergerakan usus besar saat lambung terisi ASI. Frekuensi BAB bisa 4-10 kali sehari, dengan feses berwarna kuning kehijauan yang encer dan bertekstur gembur, yang merupakan tanda penyerapan nutrisi yang baik.

Penyebab bayi mencret minum ASI

Bayi mencret meskipun minum ASI umumnya bukan karena ASI itu sendiri, melainkan disebabkan oleh infeksi virus/bakteri, intoleransi laktosa, alergi makanan tertentu pada bayi, atau akibat makanan/obat yang dikonsumsi ibu.

Perhatikan gejala lain seperti demam, lemas, dehidrasi, atau perubahan pola BAB yang signifikan untuk menentukan penyebab bayi mencret dan segera bawa Si Kecil ke dokter anak untuk diperiksa ya, Moms.

Baca juga: Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Berhenti Mencret

Ciri-ciri bayi mencret setelah minum ASI

Ciri-ciri bayi mencret setelah minum ASI dapat dilihat dari konsistensi, frekuensi, dan warna feses, serta gejala lain yang menyertainya. Penting untuk membedakan mencret dengan kondisi BAB normal pada bayi yang minum ASI, di mana fesesnya memang cenderung lebih lunak dan encer.

Feses pada bayi yang mencret setelah minum ASI:

  • Konsistensi sangat encer dan berair. Feses bahkan bisa merembes dari popok.
  • Frekuensi meningkat. Bayi BAB lebih sering dari biasanya, bahkan hingga lebih dari 10 kali dalam sehari.
  • Feses bisa berwarna kehijauan, kuning pucat, atau kecokelatan.
  • Bau feses lebih busuk atau menyengat dari biasanya.
  • Terkadang feses terlihat berlendir atau berbusa, yang bisa menjadi tanda diare.

Jika feses encer disertai bercak darah, waspadai kondisi ini dan segera periksakan ke dokter.

Baca juga: Tak Perlu Panik, Ini Obat Mencret untuk Bayi 6-12 Bulan

Cara mengatasi bayi mencret setelah minum ASI

1. Tetap lanjutkan pemberian ASI

ASI adalah sumber nutrisi terbaik sekaligus cairan utama yang bisa membantu menggantikan cairan yang hilang akibat diare. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ASI mengandung antibodi dan faktor protektif yang bisa melawan infeksi penyebab diare. Bahkan, komposisi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi ketika sedang sakit. Jadi, Moms tidak perlu menghentikan pemberian ASI. Anda justru disarankan untuk lebih sering menyusui agar bayi tidak dehidrasi.

2. Perhatikan pola makan ibu menyusui

Apa yang Moms makan akan berpengaruh terhadap ASI. Beberapa bayi sensitif terhadap protein susu sapi, kafein, atau makanan pedas yang dikonsumsi ibu. Nah, masalah intoleransi makanan bisa memengaruhi kualitas ASI dan menimbulkan gejala pada bayi, termasuk mencret. Jika Moms mencurigai makanan tertentu sebagai pemicu, cobalah untuk berhenti mengonsumsinya sementara waktu dan pantau kondisi bayi Anda.

3. Pastikan bayi cukup cairan

Dehidrasi merupakan bahaya utama diare pada bayi. Tandanya bisa berupa mulut kering, jarang buang air kecil, atau bayi tampak lesu. Si Kecil disarankan untuk tetap mendapat cairan cukup melalui ASI. Jika bayi sudah mulai MPASI, Moms dapat menambahkan air putih dalam jumlah kecil atau oralit khusus bayi yang sesuai dengan petunjuk dokter. Menjaga cairan akan membantu tubuh Si Kecil lebih cepat pulih.

4. Jaga kebersihan peralatan menyusui

Bakteri bisa dengan mudah masuk lewat peralatan menyusui yang tidak bersih, seperti botol susu, pompa ASI, atau dot. Maka dari itu, penting bagi Moms mensterilkan peralatan terutama pada bayi di bawah 6 bulan, karena sistem imun Si Kecil belum matang. Moms bisa mensterilkan dengan cara merebus, menggunakan sterilizer, atau mencuci dengan air panas. Kebersihan peralatan membantu menurunkan risiko infeksi yang bisa memperparah diare.

5. Perhatikan tanda alergi atau intoleransi

Selain infeksi, penyebab mencret bisa karena alergi atau intoleransi terhadap protein tertentu, misalnya protein susu sapi yang Anda konsumsi. Bayi dengan alergi protein susu biasanya menunjukkan gejala tambahan, seperti muntah, ruam, perut kembung, atau tangisan berlebihan. Bila tanda ini muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan saran pola makan yang tepat bagi ibu menyusui.

6. Berikan probiotik sesuai rekomendasi dokter

Probiotik dikenal sebagai “bakteri baik” yang membantu menyeimbangkan flora usus. Menurut Journal of Clinical Gastroenterology, probiotik terbukti dapat mengurangi durasi diare pada anak, terutama yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, pemberian probiotik pada bayi harus disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan, sehingga hanya boleh diberikan dengan anjuran dokter anak.

7. Konsultasi dengan dokter jika gejala berlanjut

Jika diare berlangsung lebih dari 24 jam, disertai demam tinggi, adanya darah atau lendir pada feses, atau bayi tampak sangat lemas, segera bawa ke dokter. WHO menegaskan bahwa deteksi dan penanganan cepat pada diare bayi dapat mencegah komplikasi serius. Konsultasi juga penting agar Moms mendapat rekomendasi pengobatan yang tepat, baik berupa oralit bayi, probiotik, atau evaluasi lebih lanjut terhadap penyebab diare.

Itulah 7 cara mengatasi bayi mencret setelah minum ASI. Jangan lupa untuk waspada terhadap tanda dehidrasi dan segera mencari pertolongan medis bila gejala berlangsung lama atau makin parah. (MB/AY/SW/Foto: Pvproductions/Freepik)