Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjadi ibu menyusui tentu penuh perjuangan, apalagi saat Si Kecil mengalami masalah pencernaan seperti mencret. Banyak ibu langsung menyalahkan ASI atau mengira ada yang salah dengan pencernaan bayi. Padahal, bisa jadi masalahnya justru dari makanan yang dikonsumsi sang ibu. Jadi, penting untuk tahu makanan ibu menyusui agar bayi berhenti mencret itu apa saja?
Apakah makanan ibu menyusui bisa memengaruhi pencernaan bayi?
Jawabannya: Bisa. Komposisi ASI sangat dipengaruhi oleh asupan gizi busui. Zat gizi, protein, bahkan alergen dari makanan busui bisa masuk ke ASI dan memengaruhi kondisi pencernaan bayi, terutama bayi baru lahir yang sistem pencernaannya masih sangat sensitif.
Menurut American Academy of Pediatrics, makanan yang dikonsumsi busui bisa memengaruhi rasa, aroma, bahkan komponen bioaktif dalam ASI. Hal ini juga berlaku untuk zat-zat yang mungkin memicu reaksi alergi atau iritasi usus, yang bisa menyebabkan feses bayi jadi lebih cair.
Makanan ibu menyusui agar bayi tidak mencret
Berikut ini daftar makanan aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi busui agar membantu meredakan mencret pada bayi.
1. Makanan tinggi probiotik
Makanan ini sering terdapat pada yoghurt, tempe, kimchi, miso, dan kefir. Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, baik pada busui maupun bayi. Beberapa bakteri baik dari probiotik bisa ikut tersalurkan ke bayi melalui ASI. Sebuah studi yang dipublikasikan di Nutrients Journal menyebutkan bahwa konsumsi probiotik oleh ibu menyusui dapat menurunkan risiko diare dan alergi pada bayi.
Baca juga: 8 Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Pencernaan Bayi
2. Makanan sumber serat larut air
Serat larut air banyak terdapat pada oatmeal, pisang matang, apel tanpa kulit, dan ubi. Ini sangat baik untuk membantu memperbaiki kualitas mikrobiota usus dan menjaga pencernaan busui agar tetap lancar, sehingga ASI pun tetap kaya zat gizi dan antiinflamasi. Tak hanya baik untuk kesehatan busui, serat larut air juga membantu mengurangi risiko sembelit atau gangguan usus pada bayi lho, Moms.
3. Ikan berlemak
Ikan seperti salmon, sarden, dan tuna kaya omega-3 yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami. Lemak sehat ini membantu meningkatkan kualitas ASI dan memperbaiki sistem imun bayi, termasuk dalam mencegah infeksi saluran cerna. Hasil penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa asupan DHA dari ikan dapat meningkatkan ketahanan bayi terhadap infeksi.
Baca juga: Jenis Ikan yang Tidak boleh Dimakan Setelah Operasi Caesar
4. Makanan tinggi prebiotik alami
Prebiotik adalah serat makanan yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik di usus. Saat busui mengonsumsi makanan tinggi prebiotik, kesehatan mikrobioma ususnya meningkat dan ini berdampak positif pada komposisi ASI.
Prebiotik pada busui membantu perkembangan mikrobiota usus bayi dan mengurangi kejadian gangguan pencernaan. Contoh makanan tinggi prebiotik alami adalah bawang putih, bawang merah, pisang, asparagus, daun bawang, dan oat.
5. Buah rendah asam
Buah yang terlalu asam seperti jeruk, nanas, dan mangga muda kadang memicu ketidaknyamanan pada perut bayi. Sebaiknya konsumsi buah yang lembut dan rendah asam, seperti pisang matang, apel kukus, pepaya matang, atau pir.
6. Sayuran hijau rendah gas
Sayuran seperti bayam, selada, daun kelor, dan brokoli kukus memberikan asupan vitamin dan mineral penting tanpa memicu produksi gas yang bisa mengganggu perut bayi. Hindari sementara sayuran seperti kol, kubis, dan kembang kol jika bayi sensitif ya, Moms.
7. Air putih
Tak hanya makanan, air putih juga sangat vital untuk busui, lho. Dehidrasi bisa menurunkan produksi ASI dan memengaruhi konsistensi serta kandungan nutrisinya. Pastikan Moms minum 8-10 gelas air putih per hari agar ASI tetap optimal.
Makanan yang perlu dihindari
Selain memilih makanan yang aman, ibu menyusui juga sebaiknya menghindari makanan pemicu bayi mencret, seperti:
- Produk susu sapi: bisa memicu reaksi alergi atau intoleransi pada bayi yang sensitif terhadap protein susu sapi.
- Kafein berlebihan: bisa mengiritasi sistem pencernaan bayi.
- Makanan pedas dan tinggi lemak: dapat memengaruhi rasa dan kualitas ASI.
- Makanan olahan dan pengawet: berisiko menambah iritasi usus bayi.
Jika Moms curiga bayi memiliki alergi atau intoleransi, konsultasikan dengan dokter sebelum mengeliminasi kelompok makanan tertentu ya, Moms. Jangan lupa segera bawa Si Kecil ke dokter jika mencret terjadi lebih dari 3 hari berturut-turut, feses sangat encer, berbau busuk, ada lendir, ada darah, bayi rewel, tampak dehidrasi, dan berat badan bayi turun.
Itulah beberapa makanan ibu menyusui agar bayi berhenti mencret. Ingat, diare berkepanjangan bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang bayi, lho. Jangan sepelekan ini ya, Moms! (M&B/AY/TW/Foto: Freepik)
