Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Halodoc dan YouGov Angkat Peran Ibu sebagai Wellness Warriors Lewat Indonesia Health Insight Report 2025

Halodoc dan YouGov Angkat Peran Ibu sebagai Wellness Warriors Lewat Indonesia Health Insight Report 2025

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Ibu adalah sosok yang sering kali berdiri paling depan menjaga kesehatan keluarga. Dari memastikan anak tumbuh sehat, mendampingi suami agar tetap bugar, hingga merawat orang tua, semua dilakukan dengan ketulusan. Namun, di balik peran besar itu, seorang ibu kerap kali mengorbankan kesehatan pribadinya.

Perjalanan ibu sebagai wellnes warrior dalam keluarga bukanlah hal yang ringan. Ada ketidakseimbangan dalam cara masyarakat menghargai peran nyata mereka, ada tantangan kesehatan yang harus terus dihadapi, dan ada beban emosional yang kerap kali disembunyikan.

Ibu sebagai caregiver utama

Sebanyak 74% ibu mengurus lebih dari 3 anggota keluarga. Mereka tidak hanya harus mengatur anggaran, tetapi juga membagi waktu dan energi untuk memastikan semua tetap terlayani dengan baik, sekaligus memahami kebutuhan kesehatan yang berbeda-beda dari setiap anggota keluarga.

Selain itu, berdasarkan data YouGov, 54% peran ibu sebagai caregiver dianggap “pekerjaan tanpa jeda”. persepsi ini menyebabkan 66% ibu merasakan ekspektasi sosial untuk menjadi pengasuh utama, bahkan ketika 55% lainnya juga sambil bekerja.

Tekanan yang membebani ibu sebagai caregiver juga sangat terlihat jelas. Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, menjelaskan. “Sebagai penyedia riset laporan ini, kami menemukan peran ibu sebagai caregiver atau wellness warrior penuh dengan tekanan dan tantangan yang sering kali tidak terlihat. Sebanyak 54% ibu menyebut caregiving sebagai ‘pekerjaan tanpa jeda’, tetapi pengakuan atas peran besar ini masih jarang diberikan. Sedangkan, 53% ibu juga memikul peran ganda sebagai pengambil keputusan layanan kesehatan sekaligus pencari nafkah,” ungkapnya.

Minimnya waktu ibu untuk diri sendiri

Di balik peran besar tersebut, ruang untuk merawat diri sendiri nyaris tak ada. YouGov mencatat 80% waktu ibu tercurah untuk keluarga, 32% untuk anak, 23% untuk orang tua, dan 21% untuk  suami. akibatnya, hanya 17% yang benar-benar bisa digunakan ibu untuk memperhatikan kesehatan pribadi.

Edward Hutasoit menegaskan bahwa beban ibu dalam mengurus kesehatan keluarga sangat besar, sementara ruang untuk diri sendiri sangat minim. “Tantangan peran ibu itu waktu dan tantangan finansial. Misalnya 74% ibu harus mengurus kesehatan untuk 3 orang atau lebih. Dan kalau kita lihat lebih detail, 80% waktu yang mereka pakai justru untuk ikut mengurus kesehatan keluarga, 32% untuk anak, 23% untuk orang tua, dan 21% untuk suaminya. Sisa waktunya 17% baru mereka gunakan untuk merawat dirinya sendiri. Jadi, ibaratnya mereka sibuk menjaga semua orang, tapi lupa menjaga diri sendiri.” jelasnya.

“Wellnes Warrior in silence” peran ibu di balik kesehatan keluarga

Tidak hanya fisik, beban emosional juga menghantui para ibu. Ekspektasi sosial yang tinggi menjadikan mereka sebagai “pilar kesehatan keluarga”, meski banyak yang juga memikul tanggung jawab sebagai pencari nafkah. Minimnya pengakuan atas peran ini membuat tantangan ibu sebagai wellnes warrior makin berat.

Karena itu, para ibu sangat mendambakan dukungan yang dapat meringankan beban mereka. Bukan hanya soal biaya, tetapi juga akses kesehatan yang mudah, dukungan emosional, serta kesempatan untuk memiliki ruang pribadi agar tetap seimbang.

Halodoc melalui kampanye #ImperfectMom menekankan bahwa menjadi ibu tidak harus selalu sempurna. Yang terpenting adalah ibu merasa didukung, dihargai, dan memiliki kesempatan  untuk menjaga kesehatan dirinya. Dengan layanan kesehatan digital yang mudah diakses 24/7, Halodoc berharap menjadi support system bagi para ibu, agar mereka bisa tetap sehat sekaligus kuat menjaga keluarga.

Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, mengatakan “Temuan-temuan dalam laporan ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi para ibu sebagai caregiver bukanlah persoalan individu, melainkan tantangan bersama yang membutuhkan dukungan nyata. Inilah yang menjadi landasan kuat bagi Halodoc dalam menghadirkan kampanye #ImperfectMom, untuk mendorong perubahan cara pandang masyarakat, bahwa menjadi ibu tidak harus selalu sempurna” ungkapnya. (MB/RA/SW/Foto: Dok. Halodoc)