Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mengetahui jenis kelamin bayi saat dalam kandungan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak calon orang tua. Rasa penasaran ini sering kali memunculkan berbagai cerita dan kepercayaan turun-temurun tentang ciri-ciri hamil bayi perempuan atau laki-laki, mulai dari bentuk perut, morning sickness yang parah, hingga keinginan makan makanan manis.
Namun, seberapa akuratkah tanda-tanda ini sebenarnya? Nah, berikut ini akan dibahas berbagai ciri-ciri hamil bayi perempuan yang populer di masyarakat, memahami mana yang mitos dan mana yang didukung oleh penjelasan medis, serta memberikan cara yang lebih pasti untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan.
Namun, apakah bawaan hamil bayi perempuan itu hanya mitos belaka?
Sejak dahulu, orang telah mencoba menebak jenis kelamin bayi berdasarkan berbagai tanda yang dialami ibu selama kehamilan. Misalnya, jika ibu hamil mengalami morning sickness yang parah, konon ia sedang mengandung bayi perempuan, begitu juga jika detak jantung janin lebih cepat atau perut terlihat lebih tinggi.
Sayangnya, sebagian besar dari tanda-tanda ini hanyalah mitos yang tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Setiap kehamilan itu unik, dan gejala yang dialami seorang bumil lebih dipengaruhi oleh faktor hormonal, genetika, dan kondisi kesehatannya sendiri daripada oleh jenis kelamin bayi.
Meski begitu, beberapa penelitian kecil memang mencoba mencari kaitan antara gejala kehamilan tertentu dengan jenis kelamin bayi. Namun, hasilnya sering kali tidak konsisten dan tidak cukup kuat untuk dijadikan patokan yang pasti. Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi dengan akurasi tinggi adalah melalui pemeriksaan medis.
Baca juga: Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki, Ketahui Mitos dan Faktanya!
Bagaimana warna urine hamil bayi perempuan?
Salah satu mitos yang juga sering beredar adalah warna urine bisa menandakan jenis kelamin bayi. Ada yang mengatakan bahwa urine berwarna kuning kusam atau keruh adalah ciri hamil bayi perempuan, sementara urine yang berwarna cerah menandakan bayi laki-laki.
Faktanya, warna urine tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin janin. Warna urine lebih dipengaruhi oleh tingkat hidrasi tubuh dan apa yang bumil konsumsi. Jika bumil minum banyak air, urine akan cenderung berwarna bening atau kuning pucat. Sebaliknya, jika bumil kurang minum, warnanya akan menjadi lebih pekat atau gelap. Perubahan hormonal selama kehamilan juga bisa memengaruhi bau urine, tetapi bukan warnanya untuk penentuan jenis kelamin.
Ciri-ciri hamil bayi perempuan
Meskipun sebagian besar hanyalah mitos, tak ada salahnya mengetahui berbagai ciri-ciri hamil bayi perempuan yang sering dibicarakan. Anggap saja ini sebagai hiburan seru sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter ya, Moms. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Morning sickness yang parah
Ini adalah salah satu mitos yang paling terkenal. Konon, jika Anda mengalami mual dan muntah yang hebat di pagi hari, kemungkinan besar Anda sedang mengandung bayi perempuan. Mitos ini didasari oleh anggapan bahwa kadar hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) lebih tinggi saat mengandung bayi perempuan, yang memicu mual lebih parah.
Baca juga: Kadar Hormon hCG Rendah saat Hamil, Ini Penyebabnya
Sebuah studi memang menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum (mual dan muntah ekstrem) lebih banyak melahirkan bayi perempuan. Namun, banyak juga bumil yang mengandung bayi laki-laki mengalami mual parah, dan sebaliknya.
2. Ngidam makanan manis
Jika Anda tiba-tiba sangat ingin makan cokelat, es krim, atau kue-kue manis lainnya, banyak yang percaya itu adalah tanda Anda sedang menantikan bayi perempuan. Sementara itu, keinginan untuk makan makanan asin atau asam sering dikaitkan dengan bayi laki-laki. Padahal. secara ilmiah, ngidam lebih disebabkan oleh perubahan hormonal yang memengaruhi indra perasa dan penciuman, bukan karena jenis kelamin bayi, Moms.
3. Detak jantung janin lebih cepat
Ada kepercayaan bahwa jika detak jantung janin di atas 140 denyut per menit (bpm), itu artinya Anda hamil bayi perempuan dan jika di bawah 140 bpm, maka bayi laki-laki. Faktanya, detak jantung janin yang normal berkisar antara 120-160 bpm. Detak jantung ini bisa berubah-ubah tergantung pada usia kehamilan dan tingkat aktivitas janin saat diperiksa. Tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung teori ini.
4. Perubahan mood yang ekstrem
Merasa lebih emosional, mudah marah, atau sering menangis selama kehamilan? Beberapa orang akan mengatakan itu karena Anda hamil bayi perempuan, Moms. Mitos ini lagi-lagi mengaitkannya dengan kadar hormon estrogen yang lebih tinggi. Namun, perubahan mood adalah hal yang sangat umum terjadi pada setiap kehamilan akibat fluktuasi hormon yang drastis, terlepas dari jenis kelamin bayi yang Anda kandung.
5. Bentuk perut yang tinggi dan melebar
Bentuk perut bumil juga sering menjadi bahan tebakan. Konon, perut yang bentuknya melebar ke samping dan posisinya terlihat lebih tinggi adalah ciri hamil bayi perempuan. Sementara perut yang runcing ke depan dan posisinya rendah menandakan bayi laki-laki. Kenyataannya, bentuk perut lebih ditentukan oleh bentuk tubuh bumil, kekuatan otot perut, dan posisi bayi di dalam rahim.
6. Kulit berminyak dan berjerawat
Jika kulit wajah Anda jadi lebih berminyak dan muncul banyak jerawat selama kehamilan, mitos mengatakan bahwa Anda sedang mengandung bayi perempuan. Ada candaan bahwa "bayi perempuan mencuri kecantikan ibunya". Perubahan kulit ini sebenarnya sangat umum terjadi karena peningkatan hormon androgen yang bisa memicu produksi minyak berlebih.
Cara pasti mengetahui jenis kelamin bayi
Daripada menebak-nebak berdasarkan mitos, ada beberapa metode medis dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan, yakni:
1. USG (ultrasonografi)
Ini adalah cara yang paling umum. Jenis kelamin biasanya sudah bisa terlihat melalui USG pada usia kehamilan sekitar 18-22 minggu. Dokter akan mencari tanda penis untuk bayi laki-laki atau tiga garis yang menunjukkan labia untuk bayi perempuan.
2. NIPT (Non-Invasive Prenatal Test)
Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah bumil untuk menganalisis DNA janin. NIPT dapat mendeteksi jenis kelamin bayi dengan akurasi lebih dari 99% dan bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu.
3. Amniosentesis atau CVS (Chorionic Villus Sampling)
Kedua tes ini bersifat invasif dan biasanya hanya direkomendasikan jika ada risiko kelainan genetik. Selain mendeteksi masalah kromosom, tes ini juga dapat memastikan jenis kelamin bayi dengan akurasi 100%.
Nah, itulah penjelasan mengenai ciri-ciri hamil bayi perempuan. Namun, apa pun jenis kelaminnya, yang terpenting adalah kesehatan bumil dan janin, karena setiap kehamilan adalah sebuah anugerah yang istimewa, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
