Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bagi sebagian orang, belut mungkin bukan pilihan utama untuk menu makanan sehari-hari. Bentuknya yang mirip ular sering kali membuat orang ragu untuk mencobanya. Namun, tahukah Moms bahwa belut punya segudang manfaat luar biasa untuk kesehatan keluarga?
Di beberapa daerah di Indonesia, belut sudah lama menjadi hidangan favorit yang diolah menjadi berbagai masakan lezat, mulai dari belut goreng renyah hingga sambal belut yang menggugah selera. Nah, berikut ini penjelasan mengenai berbagai manfaat belut untuk kesehatan, kandungan gizinya, serta tips mengolahnya agar nutrisinya tetap terjaga dan aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga, termasuk Si Kecil.
Kandungan nutrisi belut
Belut sering disebut sebagai salah satu sumber protein hewani yang sangat baik. Dalam setiap 100 gram daging belut, terkandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, di antaranya:
Protein: Belut kaya protein berkualitas tinggi yang penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh serta mendukung pertumbuhan anak.
Lemak sehat: Belut mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6. Lemak sehat ini sangat baik untuk perkembangan otak, kesehatan jantung, dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Vitamin: Hewan ini merupakan sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan vitamin B12 yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi sistem saraf.
Mineral: Belut juga kaya mineral seperti zat besi untuk mencegah anemia, fosfor dan kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi, serta zinc yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.
Arginin: Belut mengandung asam amino arginin yang cukup tinggi. Senyawa ini diketahui bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan kesehatan jantung.
Dengan kandungan gizinya yang begitu lengkap, belut bisa menjadi pilihan sebagai variasi menu sehat bagi keluarga Anda, Moms.
Manfaat belut untuk kesehatan
1. Mendukung perkembangan otak anak
Kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 pada belut sangat vital untuk perkembangan otak, terutama pada anak-anak. Asupan omega-3 yang cukup bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif, daya ingat, dan konsentrasi anak. Ini menjadikan belut sebagai pilihan lauk yang baik untuk mendukung masa pertumbuhan emas Si Kecil.
Baca juga: Moms, Ini Manfaat Omega-3 untuk Perkembangan Otak Anak
2. Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Kombinasi fosfor dan kalsium yang tinggi dalam belut berperan penting dalam menjaga kekuatan dan kepadatan tulang serta gigi. Mengonsumsi belut secara rutin bisa membantu mencegah risiko osteoporosis di kemudian hari dan memastikan Si Kecil memiliki fondasi tulang yang kuat.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Zat besi dan zinc yang terkandung dalam belut adalah mineral kunci untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Zat besi membantu dalam produksi sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, sementara zinc mendukung fungsi sel-sel imun. Dengan imunitas yang kuat, tubuh jadi tidak mudah sakit.
4. Baik untuk kesehatan mata
Vitamin A pada belut bermanfaat untuk kesehatan mata. Vitamin ini membantu menjaga fungsi retina dan melindunginya dari kerusakan akibat radikal bebas. Memberikan asupan vitamin A yang cukup bisa membantu menjaga penglihatan tetap tajam.
Baca juga: 5 Manfaat Vitamin A untuk Perkembangan Anak
5. Sumber energi yang baik
Kandungan protein dan lemak sehat dalam belut menjadikannya sumber energi yang baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Protein memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara lemak menyediakan energi cadangan yang stabil.
Cara mengolah belut dengan tepat
Agar manfaat belut bisa didapatkan secara maksimal dan aman untuk dikonsumsi, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Darah belut mengandung neurotoksin yang bisa berbahaya jika tidak dimasak hingga matang. Berikut ini beberapa tips untuk mengolah belut dengan benar.
1. Pilih belut yang segar: Pastikan Moms memilih belut yang masih hidup atau segar. Belut segar biasanya memiliki kulit yang licin, tidak berbau amis menyengat, dan dagingnya terasa kenyal.
2. Bersihkan dengan benar: Sebelum dimasak, buang isi perut dan kepala belut. Lumuri badan belut dengan garam kasar atau air jeruk nipis, lalu gosok perlahan untuk menghilangkan lendirnya. Bilas hingga bersih di bawah air mengalir.
3. Masak hingga matang sempurna: Ini adalah langkah paling penting. Pastikan belut dimasak hingga benar-benar matang, baik dengan cara digoreng, direbus, dibakar, atau ditumis. Memasak hingga matang akan menonaktifkan racun yang mungkin ada di dalam darahnya.
4. Variasikan olahan: Agar tidak bosan, Moms bisa mengolah belut menjadi berbagai hidangan. Untuk anak-anak, belut goreng tepung bisa menjadi pilihan yang disukai. Sementara untuk orang dewasa, sambal belut atau gulai belut bisa menjadi hidangan yang lezat.
Itulah manfaat belut untuk kesehatan. Belut bukan sekadar makanan unik, tetapi juga merupakan sumber nutrisi yang kaya manfaat untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jadi, jangan ragu lagi untuk mencoba memasukkan belut ke dalam daftar menu mingguan keluarga Anda. Ya, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Sajian Sedap)
