Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, memasuki masa menopause sering kali membuat tubuh terasa berbeda. Perubahan hormon, metabolisme yang melambat, hingga kenaikan berat badan membuat banyak perempuan bertanya-tanya, apakah tubuhnya masih bisa bugar seperti dulu?
Namun, sebenarnya, menopause bukanlah akhir dari kebugaran, melainkan fase baru di mana Anda bisa lebih bijak memahami tubuh, menyesuaikan gaya hidup, dan fokus pada strategi weight loss dan fat loss yang tepat agar tubuh tetap sehat, bugar, dan percaya diri.
Menopause bukan akhir dari kebugaran
Masa menopause kerap dipandang sebagai fase ketika perempuan harus menerima perubahan fisik yang signifikan, mulai dari kenaikan berat badan, gangguan tidur, hingga mood swing. Padahal, fase ini bukan berarti kebugaran berakhir.
Ketua Perminesia (Perkumpulan Menopause Indonesia) Jaya, dr. Ni Komang Yeni, Sp.OG, MM, MARS, menekankan pentingnya membedakan antara sekadar menurunkan berat badan dan menurunkan lemak tubuh.
“Penurunan berat badan secara umum sering kali hanya berfokus pada angka di timbangan. Namun, angka tersebut tidak membedakan antara massa otot, air, dan lemak. Sebaliknya, penurunan lemak tubuh menargetkan timbunan lemak yang berlebihan, yang merupakan indikator kesehatan yang lebih akurat. Keduanya harus seimbang, tidak boleh hanya masa ototnya yang hilang atau hanya lemaknya yang hilang, karena keduanya tetap punya fungsi masing-masing untuk menjaga kebugaran perempuan di masa menopause,” jelasnya.
Perubahan hormonal selama menopause, terutama penurunan estrogen, memang memengaruhi metabolisme dan distribusi lemak tubuh. Hal ini membuat perempuan jauh lebih mudah mengalami kenaikan lemak visceral, yang berkaitan dan meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Namun, dengan strategi yang tepat, Moms tetap bisa menjaga tubuh tetap bugar.
Strategi fat loss sehat di masa menopause
Menopause tentu membawa perubahan hormon yang mempengaruhi metabolisme dan distribusi lemak. Dokter Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp. K.M., FINEM, Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi, menyatakan, “Pembakaran lemak tetap dapat dilakukan dengan pendekatan yang tepat melalui kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidur cukup, dan pengelolaan stress,” urainya.
Untuk mencapai fat loss yang sehat, ia memperkenalkan prinsip 3J, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan. Dokter Ida menjelaskan, “Jumlah kalori sebaiknya dikurangi sekitar 500-750 kkal per hari untuk menciptakan defisit yang aman dan efektif. Jenis makanan mengikuti panduan gizi seimbang. dan jadwal makan dapat diatur fleksibel, misalnya porsi kecil tapi sering atau pola intermittent fasting kalau cocok.”
Menurunkan lemak di masa perimenopause dan menopause bukan sekadar membakar kalori, tapi menjaga komposisi tubuh agar tetap sehat. Mia Fitri, Founder Move Inc. & Menopause Transition Coach, menekankan, “Otot merupakan organ metabolik aktif yang terus membakar energi bahkan saat tubuh beristirahat. Karena itu, perempuan perlu menjaga massa ototnya agar metabolisme tetap optimal.” Latihan beban dan kardio membantu mempertahankan masa otot dan kesehatan jantung, namun harus dilakukan bijak, karena tubuh membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Selain olahraga, pola makan dan gaya hidup juga penting. Perempuan menopause disarankan untuk mencukupi protein, serat tidur cukup dan mengelola stres. Coach Mia menambahkan, “Kuncinya bukan diet ekstrem atau olahraga sebanyak mungkin, tapi strategi yang tepat: trains smart, eat wise, sleep well. Itu rahasianya melalui masa perimenopause dengan nyaman.”
Prodia mendukung perempuan memahami kondisi tubuh untuk fat loss yang sehat
Prodia berkomitmen membantu perempuan Indonesia memahami kondisi tubuhnya secara menyeluruh melalui pelayanan hormon, metabolik, dan analisis komposisi tubuh. Indriyanti Rafi Sukmawati, Business & Marketing Director PT. Prodia Widyahusada, Tbk. menyampaikan. “Kami percaya langkah pertama menuju fat loss yang sehat adalah memahami apa yang terjadi di dalam tubuh. Dengan hasil pemeriksaan yang akurat, perempuan dapat mengambil keputusan bijak untuk menjaga keseimbangan, kebugaran, dan kualitas hidup di setiap fase kehidupannya,” jelasnya. (MB/RA/SW/Foto: Dok. Prodia)
