Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setiap wanita memiliki aroma vagina yang khas dan itu adalah hal yang normal. Namun, terkadang kita mungkin khawatir jika aroma tersebut berubah menjadi tidak sedap. Jika Anda mengalami hal tersebut, Anda sebaiknya mengenali penyebab vagina berbau. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan area intim kita.
Vagina pada dasarnya memiliki aroma alami yang bervariasi. Namun, bau yang kuat dan tidak sedap bisa menjadi tanda adanya masalah. Penyebab umum vagina berbau sendiri bervariasi, mulai dari hal yang normal hingga kondisi medis yang memerlukan penanganan dokter.
Perbedaan bau vagina normal dan ada infeksi
Sangat wajar jika vagina memiliki aroma yang sedikit asam, mirip seperti aroma fermentasi. Bau ini berasal dari bakteri baik bernama Lactobacillus yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pH vagina. Aroma ini bisa sedikit berubah tergantung pada siklus menstruasi, keringat setelah berolahraga, atau bahkan makanan yang kita konsumsi. Perubahan ringan ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya masalah. Jika Moms mencium bau yang tajam dan amis seperti ikan, atau bau busuk yang menyengat, ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi. Bau yang tidak normal ini sering kali disertai dengan gejala lain, seperti:
- Keputihan yang berubah warna (menjadi abu-abu, hijau, atau kuning)
- Tekstur keputihan yang berbeda (lebih kental atau berbuih)
- Rasa gatal atau iritasi di area vagina
- Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks.
Jika Moms mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Kenapa Vagina Berwarna Hitam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penyebab vagina berbau
Bau vagina yang tidak sedap bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Berikut ini beberapa penyebab paling umum.
1. Vaginosis bakterialis
Ini adalah penyebab paling umum dari bau vagina yang tidak normal. Vaginosis bakterialis terjadi ketika keseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina terganggu. Pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan inilah yang menimbulkan bau amis seperti ikan, terutama setelah berhubungan seks. Kondisi ini biasanya disertai dengan keputihan berwarna abu-abu atau putih susu yang encer.
2. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Selain menimbulkan bau yang sangat tidak sedap atau busuk, infeksi ini sering kali menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, gatal, dan nyeri saat buang air kecil.
Baca juga: Waspada! Ini 7 Penyakit Vagina yang Umum Menyerang Wanita
3. Perubahan hormon
Fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause juga bisa memengaruhi aroma vagina. Misalnya, saat menstruasi, darah yang bercampur dengan bakteri alami dapat menimbulkan bau yang sedikit seperti logam. Ini normal dan akan hilang setelah menstruasi selesai.
4. Keringat berlebih
Sama seperti bagian tubuh lainnya, area selangkangan juga memiliki kelenjar keringat. Aktivitas fisik yang padat atau mengenakan pakaian ketat bisa menyebabkan keringat terperangkap, yang kemudian berinteraksi dengan bakteri di kulit dan menimbulkan bau.
5. Kebersihan yang kurang tepat
Meskipun menjaga kebersihan itu penting, cara yang salah justru bisa menimbulkan masalah. Praktik seperti douching (menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina) bisa mengganggu keseimbangan pH alami dan bakteri baik, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan bau tidak sedap.
6. Makanan tertentu
Percaya atau tidak, apa yang kita makan bisa memengaruhi bau tubuh, termasuk aroma vagina. Makanan dengan bau yang kuat, seperti bawang putih, bawang bombay, asparagus, dan kari dapat mengubah aroma vagina untuk sementara waktu.
Cara mencegah vagina bau
Menjaga kesehatan vagina tidaklah sulit. Dengan beberapa kebiasaan baik, Moms bisa mencegah munculnya bau tidak sedap dan menjaga area intim Anda tetap sehat.
1. Jaga kebersihan dengan benar
Cukup bersihkan area luar vagina (vulva) dengan air hangat saat mandi. Hindari penggunaan sabun beraroma, semprotan kewanitaan, atau produk douching. Vagina memiliki mekanisme pembersihan alaminya sendiri, Moms.
2. Kenakan pakaian dalam yang tepat
Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernapas. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan sintetis seperti nilon dan satin, karena dapat memerangkap kelembapan dan memicu pertumbuhan bakteri.
3. Ganti pakaian setelah berolahraga
Segera ganti pakaian olahraga yang basah oleh keringat setelah Anda selesai berolahraga. Hal yang sama berlaku untuk pakaian renang yang basah. Jangan biarkan area intim lembap terlalu lama.
4. Perhatikan pola makan dan minum cukup air
Mengonsumsi makanan seimbang, termasuk buah-buahan dan sayuran, serta minum air putih yang cukup bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan vagina. Makanan fermentasi seperti yoghurt yang mengandung probiotik juga baik untuk menjaga keseimbangan bakteri.
Nah, itulah penjelasan mengenai penyebab vagina berbau dan cara mengatasinya. Merawat kesehatan area intim adalah bagian penting dari merawat diri sendiri. Namun, jika Anda sudah mencoba langkah-langkah pencegahan di atas tetapi bau tidak sedap tetap ada, atau jika disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri, atau keputihan yang tidak normal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
