Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Sesak Napas pada Ibu Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sesak Napas pada Ibu Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Selama kehamilan, tidak jarang Moms merasa napas cepat habis atau sesak meski Anda sedang beristirahat. Sesak napas pada ibu hamil merupakan kondisi yang normal terjadi karena tubuh menyesuaikan diri untuk mendukung pertumbuhan janin. Meskipun begitu, bumil perlu tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Namun, walau wajar dialami bumil, sesak napas juga bisa menjadi kondisi yang perlu diperhatikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab sesak napas pada ibu hamil dan cara mengatasinya dengan aman, agar Moms tetap nyaman, tenang, dan bisa bernapas lega sepanjang kehamilan.

Apakah sesak napas saat hamil umum terjadi?

Sesak napas saat hamil adalah hal yang umum terjadi, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan fisiologis tubuh yang menyesuaikan diri dengan kehamilan, seperti pertumbuhan rahim yang menekan diafragma, peningkatan hormon progesteron, peningkatan kebutuhan oksigen, dan perubahan sirkulasi darah. Semua faktor tersebut membuat paru-paru bekerja lebih keras sehingga bumil bisa merasa napas lebih cepat habis atau sesak.

Sesak napas ringan hingga sedang biasanya normal dan bagian dari adaptasi tubuh terhadap kehamilan. Namun, Moms sebaiknya waspada jika sesak napas disertai dengan gejala seperti nyeri dada, pusing, batuk berdarah, atau pembengkakan ekstrem.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada jantung, paru-paru, atau komplikasi kehamilan seperti preeklampsia. Dalam situasi seperti ini, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan atau tenaga medis agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab sesak napas saat hamil

Penting untuk memahami apa saja yang menjadi penyebab sesak napas agar bumil bisa mengenali kondisi normal dan tanda-tanda yang perlu perhatian medis.

1. Peningkatan hormon progesteron

Hormon progesteron meningkat selama kehamilan dan berperan sebagai stimulan pernapasan. Ini menyebabkan bumil bernapas lebih dalam dan cepat, yang dapat menimbulkan sensasi sesak napas.

2. Pertumbuhan rahim dan tekanan pada diafragma

Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim yang membesar memberikan tekanan pada diafragma, membatasi ruang paru-paru untuk mengembang, dan mengurangi kapasitas pernapasan.

3. Peningkatan kebutuhan oksigen

Kehamilan meningkatkan kebutuhan oksigen untuk bumil dan janin. Hal ini menyebabkan bumil merasa perlu bernapas lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan oksigen tambahan tersebut.

4. Kehamilan kembar atau kelebihan air ketuban

Kehamilan dengan lebih dari satu janin atau kelebihan air ketuban (polihidramnion) dapat meningkatkan tekanan pada paru-paru dan menyebabkan sesak napas.

5. Perubahan posisi bayi

Pada trimester ketiga, menjelang persalinan, bayi biasanya mulai bergerak lebih rendah ke panggul (disebut engagement atau kepala bayi masuk panggul).

Posisi ini secara alami mengurangi tekanan pada paru-paru dan diafragma bumil, sehingga paru-paru memiliki ruang lebih leluasa untuk mengembang. Akibatnya, Moms akan mulai merasa napas lebih lega dibandingkan trimester sebelumnya.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 8 Penyebab Sesak Napas Tiba-tiba!

Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil

Berikut ini beberapa cara efektif dan aman untuk mengatasi sesak napas pada ibu hamil.

1. Istirahat dan relaksasi

Saat merasa sesak napas, sebaiknya bumil segera beristirahat sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan. Melakukan relaksasi bisa membantu mengatur napas dan mengurangi ketegangan.

2. Lakukan olahraga secara teratur

Olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang bisa membantu melancarkan sistem pernapasan. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga selama kehamilan ya, Moms.

3. Mengonsumsi makanan sehat

Makanan sehat dan bergizi bisa membantu menjaga berat badan selama kehamilan. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dan gula dapat mencegah kelebihan berat badan yang bisa memperburuk sesak napas.

4. Hindari minuman bersoda dan kafein

Minuman yang bersoda dan berkafein dapat menyebabkan tubuh dehidrasi, yang bisa memperburuk sesak napas. Moms disarankan untuk menghindari konsumsi minuman tersebut selama kehamilan.

5. Atur posisi tubuh hingga nyaman

Mengatur posisi tubuh saat duduk atau tidur bisa membantu meringankan sesak napas yang dialami. Duduk dengan bersandar atau tidur dengan posisi tubuh bagian atas disangga akan membuat bumil merasa lebih nyaman.

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Anak Sesak Napas, Lakukan 7 Langkah Ini, Moms!

Kapan harus ke dokter?

Moms sebaiknya segera menghubungi atau berkonsultasi dengan dokter jika sesak napas yang dialami saat hamil disertai salah satu gejala berikut ini.

1. Nyeri atau tekanan di dada: Bisa menjadi tanda masalah jantung atau paru-paru yang serius.

2. Sesak napas yang tiba-tiba atau memburuk: Terutama jika Moms merasa tidak cukup bernapas meski sedang istirahat.

3. Batuk berdarah atau berbusa: Bisa menunjukkan gangguan pada paru-paru atau jantung.

4. Pusing, lemas, atau pingsan: Menandakan tubuh kekurangan oksigen atau ada masalah pada sirkulasi darah.

5. Pembengkakan ekstrem pada kaki, tangan, atau wajah: Bisa menjadi tanda preeklampsia atau kondisi medis lain yang perlu perhatian segera.

Itulah penjelasan mengenai sesak napas pada ibu hamil. Sesak napas selama kehamilan umumnya normal dan merupakan bagian dari adaptasi tubuh terhadap pertumbuhan janin. 

Namun, Moms tetap perlu memperhatikan gejala yang tidak biasa seperti nyeri dada, pusing, atau pembengkakan ekstrem, dan segera menghubungi dokter spesialis kandungan atau tenaga medis jika hal tersebut terjadi. (MB/YE/SW/Foto: KamranAydinov/Freepik)