Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Bengkak di Bawah Telinga pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bengkak di Bawah Telinga pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Anak tiba-tiba mengeluh sakit di bawah telinga dan tampak bengkak? Situasi seperti ini sering membuat orang tua panik dan bertanya-tanya apa penyebabnya, apakah karena gondongan, infeksi, atau hal lain yang perlu diperiksa lebih lanjut? Bengkak di area bawah telinga pada anak terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah pada kelenjar atau infeksi tertentu. 

Nah, untuk itu, Moms perlu tahu berbagai penyebab, gejala yang perlu diperhatikan, serta cara mengatasi kondisi tersebut, agar Si Kecil bisa kembali sehat dan ceria.

Gejala bengkak di bawah telinga

Bengkak di bawah telinga pada anak bisa disertai beberapa gejala yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Berikut tanda-tanda yang umum muncul, Moms.

1. Munculnya benjolan atau pembengkakan di bawah telinga

Bengkak biasanya terlihat jelas di sekitar bawah telinga dan terasa kenyal, lunak, atau kadang agak keras. Ukurannya bisa kecil pada awalnya, tetapi bisa membesar jika disebabkan oleh infeksi.

2. Nyeri saat disentuh, mengunyah, atau menelan

Anak Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menelan atau mengunyah karena tekanan pada area yang bengkak. Nyeri ini biasanya muncul jika penyebabnya adalah infeksi kelenjar ludah atau gondongan.

3. Kulit di sekitar telinga tampak kemerahan dan terasa hangat

Area yang bengkak bisa tampak merah dan lebih hangat dibanding bagian kulit lainnya. Kondisi ini menunjukkan adanya proses peradangan atau infeksi aktif di jaringan sekitar.

4. Demam dan tubuh terasa lemas

Tubuh anak bisa bereaksi terhadap infeksi dengan meningkatkan suhu tubuh atau demam. Selain itu, anak mungkin tampak lebih lelah dan kehilangan nafsu makan.

5. Disertai infeksi lain di area kepala dan leher

Bengkak di bawah telinga sering kali muncul bersamaan dengan pilek, sakit tenggorokan, atau infeksi gigi. Hal ini terjadi karena kelenjar getah bening di sekitar telinga ikut bereaksi terhadap infeksi di area lain.

6. Pembengkakan tidak kunjung membaik atau makin besar

Jika bengkak tidak mengecil setelah dua minggu atau justru membesar, hal ini bisa menandakan adanya infeksi yang belum tertangani. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

7. Gejala tambahan yang perlu diwaspadai

Selain gejala di atas, terdapat beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih berat dan membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut, seperti:

  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Keluarganya cairan dari area bengkak.

Baca juga: 7 Cara Mengobati Benjolan di Belakang Telinga pada Anak

Apa penyebab benjolan di belakang telinga pada anak?

Agar Moms tidak panik, yuk kenali apa saja penyebab umum benjolan di belakang telinga pada anak dan kapan sebaiknya diperiksakan ke dokter berikut ini!

1. Kelenjar getah bening yang membengkak

Ini adalah penyebab paling umum munculnya benjolan di belakang telinga pada anak. Pembengkakan terjadi saat tubuh melawan infeksi seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi telinga.

2. Infeksi telinga atau mastoiditis

Infeksi telinga yang tidak segera diobati bisa menyebar ke tulang mastoid di belakang telinga. Akibatnya muncul pembengkakan, kemerahan, dan nyeri yang terasa di area belakang telinga.

3. Kista atau benjolan lemak (lipoma)

Kadang, benjolan di belakang telinga bukan karena infeksi, melainkan kista kulit atau lipoma. Benjolan jenis ini umumnya tidak nyeri, tumbuh lambat, dan bersifat jinak. Namun, bila ukurannya terus membesar, sebaiknya diperiksakan untuk memastikan penyebabnya, Moms.

4. Infeksi kulit atau jerawat

Pori-pori yang tersumbat atau infeksi ringan pada kulit juga bisa menyebabkan benjolan kecil di belakang telinga. Biasanya terasa sedikit nyeri saat disentuh dan bisa sembuh sendiri setelah beberapa hari. Menjaga kebersihan kulit anak bisa membantu mencegah kondisi ini.

5. Tumor jinak atau kondisi lain yang lebih serius

Pada kasus yang jarang, benjolan di belakang telinga bisa berasal dari pertumbuhan jaringan abnormal atau tumor. Ciri-cirinya antara lain keras, tidak bisa digerakkan, dan ukurannya terus bertambah.

Jika Moms menemukan tanda-tanda ini, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Jangan panik! Lakukan Ini saat Anak Mengalami Sakit Telinga

Cara mencegah bengkak di bawah telinga

1. Jaga kebersihan tubuh dan tangan anak

Kebersihan adalah langkah utama untuk mencegah infeksi yang bisa menyebabkan kelenjar di bawah telinga membengkak. Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain, agar bakteri atau virus tidak mudah masuk ke tubuh.

2. Segera tangani luka atau infeksi ringan

Luka kecil atau infeksi di area kulit, telinga, atau mulut sebaiknya segera dibersihkan dan diobati. Infeksi yang tidak tertangani dapat memicu pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitar telinga.

3. Perkuat sistem imun anak dengan nutrisi seimbang

Pastikan Si Kecil mendapat asupan makanan bergizi yang kaya vitamin C, protein, dan mineral. Nutrisi yang baik akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terkena infeksi.

4. Hindari paparan anak terhadap orang yang sedang sakit

Moms, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga mudah tertular penyakit seperti flu atau infeksi tenggorokan. Menjauhkan Si Kecil dari sumber infeksi dapat mengurangi risiko pembengkakan kelenjar di bawah telinga.

5. Periksakan anak ke dokter bila muncul tanda infeksi

Jika anak menunjukkan gejala seperti nyeri, demam, atau pembengkakan yang tak kunjung hilang, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini dapat mencegah infeksi berkembang menjadi lebih parah.

Nah, Moms, itulah informasi mengenai bengkak di bawah telinga anak. Kondisi bengkak di telinga anak memang bisa membuat kita khawatir, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri dan demam. Meskipun demikian, Moms tak perlu khawatir berlebihan, karena kondisi ini masih bisa diatasi dengan langkah tepat. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)