Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

LABORÉ Dermalab Perkenalkan Microbiome Check-Up Pertama di Asia Tenggara untuk Analisis Kulit Personal

LABORÉ Dermalab Perkenalkan Microbiome Check-Up Pertama di Asia Tenggara untuk Analisis Kulit Personal

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup, Anda pasti sering merasa jika kondisi  kulit juga ikut berubah, ya, mulai dari munculnya tanda penuan dini, kulit yang lebih sensitif, sampai kadang bingung menentukan produk mana yang benar-benar cocok. Padahal, memahami kondisi kulit secara menyeluruh adalah langkah penting sebelum memilih perawatan yang tepat.

Melalui inisiatif terbarunya, LABORÉ DERMALAB: The 1st Skin MCU (Microbiome Check-Up) in Southeast Asia for your personalized dermatological care”, brand dermatologi berbasis  sains LABORÉ menghadirkan pengalaman baru dalam dunia perawatan kulit. Ini bisa membantu Moms memahami kondisi kulit secara personal dan ilmiah, termasuk mengetahui keseimbangan mikrobioma yang menjadi kunci utama kesehatan kulit.

Kenali akar permasalahan kulit melalui LABORÉ Dermalab

Kondisi kulit yang sering tiba-tiba berubah memang membuat khawatir, Moms. Kulit kadang terasa lebih kering, mudah iritasi, atau muncul jerawat, meski sudah rutin menggunakan skincare. Faktanya, masalah kulit seperti ini bisa disebabkan oleh keseimbangan mikrobioma kulit yang terganggu, yaitu ekosistem bakteri baik yang berfungsi melindungi kulit dari dalam. ketika keseimbangan ini terganggu, kulit menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah, bahkan perawatan biasa pun bisa terasa tidak efektif.

Menurut dr. Sari Chairunnisa, sp.DVE.,FINSDV, Founder LABORÉ, “ Microbiome adalah kunci utama kesehatan kulit, dan setiap orang memiliki komposisi mikrobioma yang berbeda. Dengan pemeriksaan MCU, masyarakat bisa memahami kondisi kulitnya lebih mendalam, termasuk keseimbangan mikrobioma yang penting untuk daya tahan kulit.” 

Sebagai bagian dari pemeriksaan, LABORÉ memperkenalkan Microbiome Balance Analyzer, alat  diagnosis yang dikembangkan dermatolog global untuk menilai kondisi kulit secara presisi. Analisis ini melibatkan berbagai subspesialis dermatologi, mulai dari estetik, pediatrik, imunolog, hingga alergi, sehingga hasilnya bisa memberikan pemahaman yang lengkap tentang kesehatan kulit setiap orang.

Selain itu, LABORÉ berkolaborasi dengan perusahaan bioteknologi Nusantics, yang menggunakan teknologi microbiome decoding untuk memetakan kondisi kulit setiap orang. “Teknologi microbiome decoding dapat memetakan kondisi kulit setiap individu, sehingga dermatologist memiliki insight yang lebih akurat untuk memberikan rekomendasi perawatan yang spesifik untuk setiap orang.” ungkap Revata Utama, BSc (Hons), Founder dan CEO Nusantics.

Masa depan kesehatan kulit dengan microbiome intelligence

Pemeriksaan microbiome kini menjadi langkah pencegahan penting dalam perawatan kulit. menurut dr.Ayman Alatas, Sp.Mk, LABORÉ Microbiome Science Council, “Keseimbangan mikrobioma kulit berperan besar dalam menjaga daya tahan alami kulit. Ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah seperti jerawat, eksim, dan sensitivitas bisa muncul. Melalui analisis microbiome check-up yang mendalam, masyarakat dapat mengenali kondisi ini lebih awal agar bisa dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kulit yang lebih serius.”

Pakar global juga menekankan bahwa teknologi berbasis mikrobioma adalah masa depan dermatologi. dr. Luke Maxfield menambahkan bahwa pendekatan ini bekerja pada akar permasalahan, yaitu mengembalikan keseimbangan alami kulit, dan penting tidak hanya untuk wajah, tetapi juga untuk seluruh tubuh.

Melalui LABORÉ Dermalab dan rangkaian produknya, masyarakat mendapatkan akses ke perawatan personal berbasis microbiome intelligence, memadukan keahlian dermatologi dengan teknologi untuk solusi kulit yang sesuai dengan kebutuhan individu. Seperti yang disampaikan dr. Sari Chairunnisa, “Setiap orang unik, begitu pula kulit kita, sehingga perawatan personal menjadi kunci kesehatan kulit jangka panjang.” (MB/RA/SW/Foto: Dok. LABORÉ)