Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Rutinitas seks merupakan bagian penting dalam sebuah relationship atau hubungan dengan pasangan. Bukan hanya untuk suami, kebutuhan istri akan hubungan intim juga perlu dipenuhi. Lantas berapa lama wanita tahan tidak berhubungan intim?
Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah sederhana, karena hasrat dan kebutuhan seksual setiap wanita sesungguhnya sangatlah unik. Tidak ada patokan waktu yang pasti, karena semuanya tergantung pada kondisi fisik, emosional, dan situasi kehidupan masing-masing individu.
Apakah wanita bisa hidup tanpa seks?
Tentu saja, jawabannya adalah ya. Bisa! Aktivitas seksual bukanlah kebutuhan primer untuk bertahan hidup seperti makanan, air, atau udara. Seorang wanita bisa menjalani hidup yang sehat dan bahagia tanpa berhubungan intim.
Seksualitas adalah spektrum yang luas. Bagi sebagian wanita, hubungan intim adalah cara penting untuk merasakan koneksi, keintiman, dan kenikmatan. Namun, bagi sebagian lainnya, hal itu mungkin bukan prioritas utama. Ada banyak cara lain untuk merasakan keintiman dan kebahagiaan, seperti melalui hubungan emosional yang mendalam dengan pasangan, keluarga, atau teman, serta melalui pencapaian pribadi dan hobi.
Baca juga: 5 Hal yang Membuat Kehidupan Seks Wanita Bahagia dan Sehat
Berapa kali idealnya berhubungan intim?
Sama seperti pertanyaan sebelumnya, tidak ada jawaban pasti mengenai frekuensi ideal berhubungan intim. "Ideal" bagi satu pasangan mungkin tidak sama bagi pasangan lainnya.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa kebahagiaan pasangan cenderung meningkat seiring dengan frekuensi hubungan intim hingga sekali seminggu. Namun, frekuensi lebih dari itu tidak menunjukkan peningkatan kebahagiaan yang signifikan.
Jadi hal terpenting bukanlah angka, melainkan kualitas hubungan dan komunikasi terbuka dengan pasangan. Kebutuhan setiap orang bisa berubah seiring waktu, jadi penting untuk membicarakannya secara jujur agar kedua belah pihak merasa puas dan terhubung.
Baca juga: Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Ideal dalam Seminggu?
Berapa lama wanita tahan tidak berhubungan intim?
Tidak ada batasan waktu yang spesifik mengenai berapa lama seorang wanita bisa atau harus menahan diri dari hubungan intim. Kemampuan ini sangat bervariasi bagi setiap individu.
Seorang wanita bisa saja tidak berhubungan intim selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena berbagai alasan, seperti pilihan pribadi, tidak memiliki pasangan, kondisi kesehatan, atau prioritas hidup lainnya. Selama ia merasa nyaman dengan keputusannya dan tidak mengalami tekanan psikologis, hal ini termasuk normal.
Sebaliknya, wanita lain mungkin merasa hasrat seksualnya perlu disalurkan secara teratur untuk menjaga keseimbangan emosional dan fisiknya. Kuncinya adalah mengenali apa yang terasa benar dan sehat bagi diri sendiri.
Baca juga: Takut Banget sama Seks? Hati-Hati Anoreksia Seksual!
Faktor yang memengaruhi kehidupan seksual wanita
Gairah dan frekuensi hubungan seksual pada wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, antara lain:
1. Usia dan hormon
Perubahan hormonal, terutama selama siklus menstruasi, kehamilan, pascamelahirkan, dan menopause, dapat sangat memengaruhi libido. Misalnya, kadar testosteron yang lebih tinggi pada usia 20-an sering kali dikaitkan dengan gairah yang lebih tinggi.
2. Kondisi kesehatan fisik
Penyakit kronis, nyeri saat berhubungan, atau efek samping obat-obatan tertentu dapat menurunkan minat terhadap seks. Sebaliknya, gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dapat meningkatkan energi dan gairah.
3. Kesehatan mental
Stres, kecemasan, dan depresi adalah beberapa faktor psikologis utama yang dapat menekan hasrat seksual. Merasa nyaman dan aman secara emosional adalah fondasi penting untuk kehidupan seks yang sehat.
4. Kualitas hubungan
Hubungan yang harmonis dan penuh keintiman emosional dengan pasangan sering kali meningkatkan keinginan untuk berhubungan intim. Sebaliknya, konflik atau jarak emosional dapat memadamkan gairah.
5. Gaya hidup
Kesibukan, kelelahan akibat pekerjaan, dan kurangnya waktu untuk diri sendiri juga bisa membuat seks menjadi prioritas yang lebih rendah.
Dampak tidak berhubungan intim dalam waktu lama
Meskipun tidak berbahaya bagi kesehatan, absennya hubungan intim dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan beberapa dampak, baik secara fisik maupun psikologis.
Secara psikologis, beberapa wanita mungkin merasa stres, cemas, atau insecure karena kurangnya keintiman fisik. Hal ini juga dapat memengaruhi kedekatan emosional dengan pasangan.
Secara fisik, vagina bisa menjadi kurang elastis dan menghasilkan lebih sedikit pelumas alami saat terangsang, yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan saat kembali berhubungan intim. Selain itu, hubungan intim teratur juga diketahui bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi stres.
Namun, penting untuk diingat bahwa dampak ini tidak dialami oleh semua orang. Banyak wanita yang tetap merasa sehat dan bahagia meski tidak aktif secara seksual.
Pada akhirnya, tidak ada aturan baku tentang berapa lama seorang wanita bisa bertahan tanpa hubungan intim. Hal terpenting adalah mendengarkan tubuh dan perasaan Anda sendiri. Kehidupan seksual yang sehat adalah tentang kualitas, komunikasi, dan kesejahteraan secara keseluruhan, bukan sekadar frekuensi. (MB/AY/WR/Foto: Benzoix/Freepik)
