Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjalin hubungan yang harmonis dengan mertua adalah impian setiap pasangan. Namun, terkadang dinamika hubungan tidak berjalan semulus yang diharapkan ya, Moms. Salah satu tantangan yang mungkin dihadapi adalah ketika merasa mertua memiliki sifat sombong, yang bisa membuat interaksi terasa tidak nyaman dan memicu ketegangan dalam keluarga.
Moms mungkin bertanya-tanya, “Apakah saya yang terlalu sensitif atau perilaku mertua memang menunjukkan kesombongan?” Mengenali ciri-cirinya adalah langkah pertama untuk bisa menghadapi situasi ini dengan lebih bijak. Artikel ini akan membantu Anda memahami penyebab, ciri-ciri mertua sombong, dan cara untuk menghadapinya tanpa merusak keharmonisan keluarga.
Apa penyebab mertua bersikap sombong?
Sebelum menilai perilaku mertua, penting untuk mencoba memahami apa yang mungkin melatarbelakangi sikapnya. Kesombongan sering kali bukan sekadar sifat, tetapi bisa jadi merupakan hasil dari berbagai faktor psikologis atau pengalaman hidup. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
1. Rasa tidak aman (insecurity)
Di balik sikap yang terlihat angkuh, sering kali ada rasa tidak aman yang tersembunyi. Mertua mungkin merasa posisinya terancam oleh kehadiran Anda, khawatir kehilangan perhatian atau pengaruh terhadap anaknya. Sikap sombong bisa menjadi cara untuk menegaskan kembali posisinya dalam keluarga.
2. Perbedaan latar belakang
Perbedaan status sosial, ekonomi, atau pendidikan antara keluarga Anda dan pasangan bisa menjadi pemicu. Mertua mungkin merasa lebih unggul dan menunjukkannya secara tidak langsung melalui sikap atau perkataannya.
3. Karakter bawaan
Beberapa orang memang memiliki kepribadian yang cenderung dominan dan sulit menerima pandangan orang lain. Ini bukanlah sesuatu yang disebabkan oleh Anda, Moms, melainkan bagian dari karakter yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
4. Kekecewaan atau ekspektasi yang tidak terpenuhi
Mungkin mertua memiliki harapan tertentu mengenai pasangan anaknya. Jika Anda tidak sesuai dengan “standar” tersebut, ia mungkin menunjukkan ketidaksenangan melalui sikap yang merendahkan.
Memahami kemungkinan penyebab ini bisa membantu Anda melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas dan tidak menganggapnya sebagai serangan pribadi.
Ciri-ciri mertua sombong yang perlu dikenali
Bagaimana membedakan antara sikap tegas dan sombong? Berikut ini beberapa ciri yang bisa Anda perhatikan, Moms.
1. Selalu merasa paling benar
Salah satu tanda paling jelas adalah ketidakmampuan untuk menerima pendapat atau masukan dari orang lain, terutama dari Anda. Setiap kali ada diskusi, pendapatnya harus menjadi yang terakhir dan paling benar. Ia mungkin akan memotong pembicaraan atau langsung menolak ide Anda tanpa pertimbangan.
2. Suka membanding-bandingkan
Mertua yang sombong sering kali membandingkan Anda dengan orang lain, misalnya dengan menantu temannya atau bahkan dengan dirinya sendiri di masa muda. Perbandingan ini biasanya bernada merendahkan dan bertujuan untuk membuat Anda merasa kurang. Contohnya, “Dulu waktu Mama seumuran kamu, Mama sudah bisa mengurus rumah dan anak tanpa bantuan siapa pun.”
3. Sering mengkritik secara terbuka
Kritik adalah hal yang wajar, tetapi jika disampaikan terus-menerus, di depan umum, dan dengan cara yang menyakitkan, itu bisa menjadi tanda kesombongan. Kritiknya bisa mencakup berbagai hal, mulai dari cara Anda memasak, mengurus anak, hingga penampilan Anda. Tujuannya bukan untuk membantu, melainkan untuk menunjukkan kekurangan Anda.
Baca juga: Cara Bijak Menghadapi Mertua yang Suka Ikut Campur Mengurus Anak
4. Jarang memberi apresiasi atau pujian
Meskipun Anda telah melakukan banyak hal baik, mertua yang sombong akan sulit atau bahkan tidak pernah memberikan pujian. Ia cenderung fokus pada kesalahan kecil dan mengabaikan pencapaian atau usaha Anda. Baginya, mengakui kelebihan Anda sama dengan mengurangi “keunggulannya”.
5. Selalu membicarakan kehebatan diri atau keluarganya
Ciri lainnya adalah kecenderungan untuk selalu mendominasi percakapan dengan cerita tentang kesuksesan, kekayaan, atau prestasi keluarganya. Hal ini dilakukan untuk membangun citra superioritas dan membuat orang lain merasa lebih rendah.
6. Memberi “nasihat” yang merendahkan
Nasihatnya sering kali terdengar seperti perintah atau penghakiman. Alih-alih memberikan saran yang membangun, mertua akan menggunakan kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa caranya adalah yang paling superior.
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Mertua Pura-Pura Baik yang Perlu Diwaspadai
Cara bijak menghadapi mertua sombong
Menghadapi mertua dengan sifat sombong memang tidak mudah, tetapi ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kewarasan dan keharmonisan rumah tangga.
1. Tetapkan batasan yang sehat
Anda berhak untuk tidak menerima perlakuan yang merendahkan. Tetapkan batasan dengan cara yang sopan tapi tegas. Jika mertua mulai mengkritik di depan umum, Anda bisa berkata, “Terima kasih atas masukannya, Bu/Pak. Nanti kita bicarakan lebih lanjut di rumah, ya.” Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai, tetapi tidak akan membiarkan diskusi yang tidak nyaman berlanjut di ruang publik.
2. Jangan diambil hati
Ingatlah bahwa sikapnya mungkin lebih mencerminkan masalah dalam dirinya daripada kekurangan Anda. Cobalah untuk tidak memasukkan setiap perkataan atau tindakannya ke dalam hati. Dengan menjaga jarak emosional, Anda bisa merespons situasi dengan lebih tenang dan objektif.
3. Berkomunikasi dengan pasangan
Pasangan adalah sekutu utama Anda. Bicarakan perasaan Anda secara jujur dan terbuka tanpa menyalahkan. Gunakan kalimat seperti, “Aku merasa sedih ketika ibumu mengatakan...” daripada “Ibumu selalu membuatku kesal.” Ajak pasangan untuk bekerja sama mencari solusi sebagai sebuah tim.
4. Tunjukkan sikap positif dan percaya diri
Cara terbaik melawan sikap merendahkan adalah dengan menunjukkan bahwa Anda tidak terpengaruh. Tetaplah bersikap sopan, tersenyum, dan tunjukkan kepercayaan diri. Ketika Anda nyaman dengan diri sendiri, komentar negatif dari orang lain akan kehilangan kekuatannya.
5. Fokus pada hal-hal baik
Meskipun sulit, cobalah mencari satu atau dua hal positif dari mertua Anda. Mungkin ia sangat menyayangi cucunya atau pandai memasak. Dengan berfokus pada sisi baiknya, Anda dapat mengubah dinamika interaksi menjadi lebih positif. Tunjukkan apresiasi untuk hal-hal baik yang ia lakukan, sekecil apa pun itu.
6. Batasi interaksi jika perlu
Jika semua cara sudah dicoba, tetapi situasinya tidak membaik dan justru mengganggu kesehatan mental Anda, tidak ada salahnya untuk membatasi interaksi. Ini bukan berarti memutus hubungan, tetapi mengatur frekuensi pertemuan agar Anda punya waktu untuk memulihkan energi.
Menghadapi mertua yang sombong memang butuh kesabaran, kebijaksanaan, dan kekuatan dari dalam diri Anda. Yang terpenting adalah melindungi kesehatan mental Anda dan menjaga keutuhan rumah tangga bersama pasangan. Pada akhirnya, kebahagiaan Anda dan keluarga adalah prioritas utama, Moms. (MB/SW/Foto: Shurkin_son/Freepik)
