Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menikah bukan hanya menjalin hubungan dengan suami, tetapi juga dengan seluruh keluarganya, terutama mertua. Selama berumah tangga, Anda mungkin akan menghadapi dinamika hubungan dengan mertua. Hal ini wajar terjadi karena adanya perbedaan karakter. Namun, bolehkah mendiamkan mertua saat sedang berkonflik?
Ketika konflik memuncak, naluri pertahanan diri sering kali mendorong seseorang untuk menarik diri. Mendiamkan mertua sering dianggap sebagai langkah paling aman untuk menghindari konfrontasi langsung. Yuk, simak artikel MB berikut ini agar tidak salah langkah, Moms!
Hukum mendiamkan mertua menurut Islam
Dalam Islam, hubungan dengan mertua memiliki kedudukan yang sangat penting. Mertua adalah orang tua dari pasangan Anda, sehingga penghormatan terhadap mereka adalah kewajiban, bukan pilihan. Kedudukan mertua sama dengan orang tua Anda.
Secara prinsip, Islam melarang keras tindakan memutus tali silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari).” (Muttafaq 'alaih, HR Bukhari dan Muslim)
Jika terhadap sesama muslim saja dilarang, apalagi terhadap mertua yang memiliki hak untuk dihormati selayaknya orang tua kandung. Sebab, dalam firman-Nya, Allah SWT juga mewajibkan kita untuk menghormati orang tua.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS al-Isra’ 23)
Mendiamkan mertua dalam jangka waktu lama dipercaya bisa menutup pintu keberkahan dan menciptakan suasana negatif yang akan merusak stabilitas emosional pasangan Anda. Hal ini tentu dapat memicu konflik rumah tangga. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang berjiwa besar, yang mampu memaafkan dan tetap menjalin hubungan baik meskipun dalam situasi yang tidak ideal, Moms.
Baca juga: Ciri-Ciri Mertua Sayang Menantu, Memperlakukan Seperti Anak Sendiri
Cara mengatasi konflik dengan mertua
Mengambil sikap diam mungkin terasa melegakan sesaat, tetapi itu bukanlah solusi jangka panjang yang tepat. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi konflik dengan mertua.
1. Inisiasi komunikasi asertif
Komunikasi efektif merupakan kunci penting dalam menyelesaikan masalah, termasuk dengan mertua. Moms bisa menyampaikan ketidaknyamanan yang Moms rasakan., tetapi tetap dengan bahasa yang sopan tanpa menyerang pribadi mertua. Fokuslah pada solusi dan penyelesaian masalah, bukan emosi sesaat.
2. Kompak dengan pasangan
Pasangan adalah jembatan utama antara Anda dan orang tuanya. Jangan posisikan pasangan di tengah situasi yang rumit, tetapi jadikan ia partner. Diskusikan masalah yang terjadi secara objektif dan minta pasangan untuk menjadi mediator. Kekompakan antara suami dan istri akan meminimalisir konflik yang berkepanjangan. Pastikan Anda dan pasangan memiliki satu suara sebelum menghadapi mertua.
3. Tetapkan batasan yang sehat
Setiap hubungan membutuhkan batasan yang jelas. Menentukan batasan bukanlah bentuk penolakan, melainkan cara yang efektif untuk menjaga privasi rumah tangga Anda. Tunjukkan bahwa Anda mampu mengelola rumah tangga secara mandiri, sehingga kepercayaan mertua pun terbangun seiring berjalannya waktu.
Baca juga: Cara Bijak Menghadapi Mertua yang Suka Ikut Campur Mengurus Anak
4. Fokus pada solusi
Dalam setiap negosiasi atau penyelesaian masalah, tujuan akhirnya adalah win-win solution. Menang dalam perdebatan dengan mertua tidak akan memberikan keuntungan jangka panjang jika hubungan menjadi retak. Turunkan ego Anda dan fokuslah pada pencarian solusi. Terkadang, mengalah dalam satu perkara kecil diperlukan untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Itulah informasi terkait mendiamkan mertua. Dengan mengedepankan prinsip agama dan komunikasi yang efektif, hubungan Anda dan mertua bisa tetap harmonis sehingga kebahagiaan seluruh keluarga pun bisa tetap terjaga, Moms. (MB/RF/Foto: Freepik)
