Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kehamilan dan kesehatan reproduksi adalah topik yang sering kali dikelilingi oleh berbagai informasi simpang siur dan mitos turun-temurun yang belum tentu terbukti secara medis. Salah satu pertanyaan paling umum dan sering menjadi perdebatan adalah apakah nanas bisa mencegah kehamilan atau memicu keguguran?
Bagi sebagian orang, nanas dianggap sebagai buah "panas" yang berbahaya bagi rahim. Keyakinan ini begitu kuat, sehingga banyak wanita menghindari buah tropis ini sama sekali saat sedang merencanakan kehamilan atau hamil di trimester awal. Lalu, apakah benar nanas bisa mencegah kehamilan? Simak fakta dan penjelasannya berikut ini, Moms!
Mitos tentang nanas
Reputasi nanas sebagai buah penggugur kandungan atau pencegah kehamilan sebenarnya berakar pada keberadaan enzim yang disebut bromelain, Moms. Bromelain adalah campuran enzim yang secara alami ditemukan dalam jus dan batang nanas. Enzim ini dikenal memiliki kemampuan untuk memecah protein dalam tubuh.
Logika di balik mitos ini sederhana, tetapi sering kali keliru karena janin pada tahap awal terdiri dari sel-sel protein, maka konsumsi bromelain dianggap dapat memecah janin tersebut, menyebabkan pendarahan, dan akhirnya memicu keguguran atau mencegah kehamilan berlanjut. Selain itu, ada anggapan bahwa bromelain dapat melunakkan serviks (leher rahim) yang bisa memicu kontraksi dini.
Fakta ilmiah tentang bromelain
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa memang benar nanas mengandung bromelain, tetapi jumlah bromelain dalam buah nanas yang biasa kita konsumsi sebenarnya sangatlah kecil.
1. Di mana bromelain dalam buah nanas?
Konsentrasi bromelain tertinggi sebenarnya terdapat pada batang (inti) nanas, bagian keras yang biasanya kita buang dan tidak kita makan. Daging buah nanas yang manis dan segar hanya mengandung sedikit enzim ini.
2. Proses pencernaan bromelain
Ketika Moms makan nanas, enzim bromelain akan masuk ke sistem pencernaan Anda. Asam lambung manusia sangat kuat dan akan memecah sebagian besar enzim ini sebelum sempat diserap ke dalam aliran darah dan mencapai rahim. Karena itu, efek bromelain terhadap rahim melalui konsumsi oral (makan buah) sangatlah minimal, bahkan bisa dikatakan tidak signifikan secara klinis dalam porsi makan yang wajar.
3. Dosis bromelain pada nanas
Untuk mencapai efek yang cukup kuat hingga mampu memicu kontraksi rahim atau melunakkan serviks secara berbahaya, seorang wanita hamil harus mengonsumsi jumlah nanas yang sangat banyak. Beberapa estimasi medis menyebutkan bahwa bumil mungkin perlu memakan 7-10 buah nanas utuh sekaligus termasuk batangnya untuk mendekati dosis bromelain yang berpotensi menimbulkan efek pada rahim.
Tentu saja, sebelum mencapai jumlah tersebut, Anda kemungkinan besar akan mengalami masalah pencernaan parah seperti diare, mulas, dan sakit perut akibat keasaman buah, jauh sebelum ada dampak apa pun pada kehamilan Anda, Moms.
Baca juga: Manfaat Buah Nanas untuk Wanita, dari Kulit hingga Sistem Pencernaan
Risiko kesehatan mengonsumsi nanas berlebihan
Meskipun nanas tidak efektif mencegah kehamilan, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya secara membabi buta tanpa konsekuensi. Mengonsumsi nanas dalam jumlah ekstrem, seperti yang sering disarankan dalam "resep" penggugur kandungan tradisional justru membawa risiko kesehatan lain bagi tubuh Anda, seperti:
1. Gangguan pencernaan akut
Nanas memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Mengonsumsinya dalam jumlah besar dapat memicu refluks asam lambung (GERD), nyeri ulu hati, dan diare hebat. Vitamin C dalam dosis sangat tinggi juga dapat menyebabkan gangguan perut dan mual.
2. Sariawan dan iritasi mulut
Kandungan asam dan bromelain pada nanas dapat mengiritasi selaput lendir di mulut dan lidah. Sensasi gatal atau perih di lidah setelah makan nanas adalah tanda iritasi ringan. Jika dikonsumsi berlebihan, ini bisa menyebabkan sariawan yang menyakitkan.
3. Lonjakan gula darah
Nanas, terutama yang sangat matang atau dalam bentuk jus kemasan, mengandung gula alami yang cukup tinggi. Bagi wanita yang memiliki risiko diabetes atau diabetes gestasional, konsumsi berlebihan dapat mengganggu kestabilan gula darah.
Baca juga: Buah-buahan yang Baik Dikonsumsi saat Hamil Trimester 1
Manfaat nanas jika dikonsumsi dengan benar
Nanas sebenarnya adalah buah yang baik bagi kesehatan wanita jika dikonsumsi dalam porsi wajar. Buah ini adalah sumber nutrisi yang luar biasa. Dalam satu porsi nanas segar, Anda mendapatkan asupan vitamin C yang tinggi, yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal yang krusial bagi siapa saja, termasuk ibu hamil. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dari makanan lain, mencegah anemia yang sering dialami wanita.
Selain itu, nanas mengandung mangan, mineral penting untuk kesehatan tulang dan metabolisme. Kandungan seratnya juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit, masalah yang umum terjadi. Jadi, selama tidak ada alergi atau pantangan khusus dari dokter karena kondisi medis tertentu (seperti maag akut), tidak ada alasan untuk takut menikmati nanas sebagai camilan sehat, Moms.
Jadi, apakah nanas dapat mencegah kehamilan? Jawabannya jelas tidak, Moms. Walaupun mitos tentang nanas ini sudah berlangsung lama, faktanya tidak sejalan. Saat hamil, Anda tidak perlu takut mengonsumsi nanas, tetapi konsumsilah dalam jumlah yang dianjurkan. Begitupun untuk Moms yang menjadikan nanas pencegah kehamilan, Anda bisa mulai mencari alat kontrasepsi dan berkonsultasi dengan dokter kandungan. (MB/AY/GP/Foto: Jcomp/Freepik)
