Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Kenali Tanda Gerakan Janin yang Tidak Normal dan Kapan Harus ke Dokter

Kenali Tanda Gerakan Janin yang Tidak Normal dan Kapan Harus ke Dokter

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Merasakan tendangan pertama bayi di dalam perut adalah salah satu momen paling ajaib dalam kehamilan. Gerakan ini bukan hanya menggemaskan, tetapi juga menjadi cara komunikasi utama bayi dengan dunia luar. Namun, ada kalanya Moms mungkin merasa Si Kecil lebih tenang dari biasanya. Perasaan khawatir pun mulai muncul. Untuk itu, Moms perlu kenali gerakan janin yang tidak normal agar Anda bisa waspada.

Ya, memahami pola gerakan janin sangat penting untuk memantau kesehatan bayi dan memberikan ketenangan pikiran ibu hamil. Artikel ini akan membantu Moms mengenali mana gerakan yang wajar dan mana yang perlu diwaspadai, penyebab janin tampak “malas” bergerak, serta fakta seputar perbedaan gerakan janin laki-laki dan perempuan.

Apa itu gerakan bayi abnormal saat kehamilan?

Setiap bayi memiliki kepribadian dan pola tidur yang unik, bahkan sejak dalam kandungan. Biasanya, gerakan janin mulai terasa antara usia kehamilan 16- 24 minggu. Seiring bertambahnya usia kandungan, gerakan ini akan makin kuat dan teratur.

Gerakan janin dianggap tidak normal atau abnormal jika terjadi perubahan drastis pada pola kebiasaannya. Tanda peringatan utama meliputi:

1. Penurunan intensitas atau frekuensi: Jika Moms merasa jumlah tendangan berkurang secara signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

2. Berhenti bergerak sama sekali: Tidak ada aktivitas janin dalam jangka waktu tertentu.

3. Lonjakan gerakan yang tiba-tiba dan berlebihan: Kadang, gerakan yang sangat panik dan tidak beraturan juga bisa menjadi tanda bayi sedang stres, meski kasus ini lebih jarang terjadi dibandingkan penurunan gerakan.

Para dokter kandungan sering menyarankan metode “hitung tendangan” (kick counts). Standar umumnya adalah merasakan setidaknya 10 gerakan dalam waktu 2 jam. Jika Moms tidak merasakan 10 gerakan setelah mencoba merangsangnya dengan minum air dingin atau berbaring miring ke kiri, ini adalah sinyal untuk segera memeriksakan diri.

Baca juga: Janin Tidak Bergerak Seharian? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya, Moms

Apa penyebab janin “malas gerak”?

Istilah “malas gerak” sebenarnya kurang tepat, karena janin tidak benar-benar malas. Ada berbagai alasan aktivitas Si Kecil mungkin berkurang, mulai dari hal yang fisiologis (wajar) hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian.

1. Bayi sedang tidur

Sama seperti bayi yang sudah lahir, janin juga butuh tidur. Siklus tidur janin biasanya berlangsung antara 20-40 menit, dan jarang melebihi 90 menit. Selama fase ini, wajar jika Moms tidak merasakan banyak gerakan.

2. Posisi plasenta

Jika Moms memiliki plasenta anterior (plasenta berada di dinding depan rahim), plasenta tersebut dapat bertindak sebagai bantalan. Hal ini meredam tendangan bayi sehingga Moms mungkin tidak merasakannya sekuat ibu hamil dengan posisi plasenta lain, meskipun bayi sebenarnya aktif bergerak.

Baca juga: Bumil Perlu Tahu, Ini 4 Posisi Janin dalam Kandungan

3. Ruang gerak yang makin sempit

Memasuki trimester ketiga, ukuran bayi makin besar sementara ruang di dalam rahim tetap sama. Akibatnya, jenis gerakan akan berubah. Moms mungkin tidak lagi merasakan tendangan atau pukulan tajam, melainkan gerakan menggeliat, memutar, atau “menyundul” yang lebih pelan tetapi kuat.

4. Kondisi kesehatan bumil dan janin

Ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan janin kurang aktif, seperti:

Air ketuban sedikit (oligohidramnios): Kurangnya cairan ketuban bisa membatasi ruang gerak bayi.

Gangguan pada plasenta: Jika aliran darah atau oksigen dari plasenta terganggu, bayi akan menghemat energinya dengan mengurangi gerakan.

Ibu hamil mengonsumsi obat tertentu: Beberapa obat penenang atau pereda nyeri bisa memengaruhi tingkat aktivitas janin.

Mitos dan fakta: Gerakan janin laki-laki dan perempuan

Salah satu topik yang paling sering dibicarakan orang adalah menebak jenis kelamin bayi berdasarkan gerakannya. Banyak mitos beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara gerakan janin laki-laki dan perempuan.

Mitos yang populer mengatakan bahwa janin laki-laki bergerak lebih aktif, kuat, dan sering menendang tiba-tiba. Sementara itu, janin perempuan dianggap lebih tenang, lembut, dan gerakannya lebih seperti gelombang atau menggeliat.

Namun, secara medis dan ilmiah, tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim ini. Studi menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi frekuensi atau kekuatan gerakan janin secara konsisten. Tingkat aktivitas bayi di dalam kandungan lebih dipengaruhi oleh:

  • Genetik dan karakter bayi itu sendiri
  • Posisi bayi di dalam rahim
  • Tingkat aktivitas dan posisi tubuh ibu hamil
  • Waktu (bayi sering kali lebih aktif di malam hari saat bumil beristirahat).

Jadi, jika Moms merasakan tendangan super kuat, itu belum tentu pertanda bayi laki-laki. Itu bisa jadi tanda bahwa Moms memiliki bayi perempuan yang sangat energik dan sehat!

Kapan harus segera ke dokter?

Anda adalah orang yang paling mengenal tubuh sendiri dan kebiasaan Si Kecil. Naluri seorang ibu sangatlah kuat. Jangan pernah merasa ragu atau takut dianggap “berlebihan” jika menyangkut keselamatan buah hati. Segeralah pergi ke rumah sakit atau menghubungi dokter kandungan jika:

1. Gerakan janin berkurang drastis atau hilang sama sekali, terutama setelah usia kehamilan 28 minggu.

2. Anda tidak merasakan 10 gerakan dalam waktu 2 jam, bahkan setelah makan manis atau berbaring miring.

3. Anda memiliki perasaan tidak enak atau khawatir yang berlebihan tentang kondisi bayi.

4. Terjadi perdarahan vagina atau nyeri perut hebat yang menyertai berkurangnya gerakan.

Ingatlah, pemeriksaan dini dapat mendeteksi masalah lebih cepat dan menyelamatkan nyawa. Dokter akan melakukan pemeriksaan detak jantung janin (CTG) atau USG untuk memastikan kondisi Si Kecil baik-baik saja.

Itulah penjelasan mengenai gerakan janin yang tidak normal. Semoga kehamilan Moms selalu sehat dan lancar hingga persalinan nanti! (MB/AY/SW/Foto: Freepik)