Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Niat Puasa Ramadan, Ini Bacaan dan Tata Caranya Sesuai MUI untuk Moms dan Keluarga

Niat Puasa Ramadan, Ini Bacaan dan Tata Caranya Sesuai MUI untuk Moms dan Keluarga

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Tahun ini, Ramadan sebagai bulan yang paling dirindukan umat Islam akan datang di pertengahan Februari. Sebelum sahur pertama tiba dan sebelum azan Subuh berkumandang, yang pertama kali harus dipastikan bukan sekadar makanan di piring atau ritme sahur yang konsisten, melainkan niat yang ada di dalam hati.

Di tengah ritme kehidupan yang makin cepat, sering kali kita terjebak pada rutinitas tanpa makna. Ramadan memberi kita jeda dan ruang untuk menyemai niat, mengokohkan tekad, dan menyucikan tujuan ibadah. Di sinilah letak salah satu titik penting dalam menjalankan ibadah puasa: niat puasa yang benar dan sesuai tuntunan syariat Islam.

Apa itu niat puasa Ramadan?

Dalam Islam, niat bukan sekadar kalimat yang diucapkan. Ia adalah keputusan hati untuk melakukan suatu amalan karena Allah SWT. Dalam konteks puasa wajib di bulan Ramadan, niat menjadi salah satu rukun atau syarat sah puasa. Artinya, tanpa niat yang benar, ibadah puasa tidak memenuhi syarat syariat meskipun seseorang menahan lapar dan dahaga.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa niat dalam puasa Ramadan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Ini mengikuti pendapat ulama yang menegaskan bahwa niat wajib dilafalkan di malam hari untuk puasa wajib seperti Ramadan, qada (pengganti), atau nazar, berdasarkan hadis yang menerangkan bahwa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasanya (HR. Imam an-Nasa'i, Abu Daud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Kenapa niat puasa penting? Seperti halnya setiap ibadah dalam Islam, niat memainkan peran krusial. Tanpa niat yang benar, secara syariat suatu amalan tidak dianggap sah, sekalipun terlihat sempurna dari luar. Dalam puasa, niat membedakan antara sekadar menahan lapar dan menjalankan ibadah karena Allah SWT semata.

Niat puasa mengarahkan seluruh tindakan kita dari menahan diri pada saat lapar hingga menahan lidah dan perilaku dari hal-hal yang membatalkan puasa. Ini bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga soal menanamkan kesadaran spiritual di bulan yang penuh berkah ini.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya

Kapan waktu membaca niat puasa Ramadan?

MUI menjelaskan bahwa untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar (sebelum Subuh). Waktu ini dipilih karena puasa secara formal dimulai sejak fajar menyingsing. Meninggalkan niat sampai setelah fajar berarti telah melewati waktu yang ditentukan, sehingga puasa tersebut tidak sah menurut sebagian besar ulama.

Momen membaca niat biasanya dilakukan ketika selesai salat Tarawih, setelah makan sahur, atau sebelum tidur malam. Walaupun niat dapat diucapkan di dalam hati, mengucapkannya dengan lisan membantu kita lebih fokus dan sadar akan ibadah yang akan dijalankan.

Niat puasa Ramadan beserta artinya

Berikut ini adalah bacaan niat puasa Ramadan dalam bahasa Latin, berdasarkan panduan yang dipaparkan di situs resmi MUI.

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

Kalimat ini secara jelas menyatakan kewajiban puasa, waktu pelaksanaannya (esok hari), serta niat tersebut ditujukan semata karena Allah SWT, bukan karena budaya, kebiasaan, atau tekanan sosial.

Niat puasa sekaligus untuk satu bulan, bolehkah? Selain niat harian, MUI juga memaparkan bacaan niat yang bisa dibaca sekali untuk seluruh bulan Ramadan berdasarkan pendapat sebagian ulama, terutama dari mazhab Maliki. Ini bisa menjadi solusi praktis bagi mereka yang khawatir lupa berniat setiap malam. Contoh bacaan niat puasa untuk sebulan penuh:

Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala.

Namun, meskipun niat sebulan penuh dibolehkan menurut sebagian pendapat, ada ulama lainnya yang tetap menganjurkan niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian dan mengikuti sunah Nabi SAW.

Baca juga: 6 Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui Serta Tips Aman dan Sehat Melakukannya

Niat puasa, haruskah dilafalkan?

Menurut penjelasan MUI, niat puasa sejatinya berada di dalam hati, karena niat adalah kehendak batin untuk melakukan ibadah. Artinya, jika seseorang sudah meniatkan dalam hatinya untuk berpuasa Ramadan esok hari, maka puasanya tetap sah meskipun tidak melafalkan niat dengan suara. Namun, melafalkan niat dianjurkan karena dapat membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan, terutama bagi orang awam, agar tidak lalai terhadap maksud ibadahnya.

Nah, itulah bacaan niat puasa Ramadan beserta artinya dan waktu membacanya. Melafalkan niat sebelum tidur atau setelah sahur bisa menjadi ritual kecil yang menenangkan. Ia berfungsi sebagai pengingat bahwa puasa yang akan dijalani bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ibadah penuh makna yang dimulai dari kesadaran hati. Selamat bersiap menyambut Ramadan, Moms & Dads! (MB/AY/TW/Foto: Getty/Canva)