Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernikahan bukan sekadar bersatunya sepasang kekasih dalam ikatan rumah tangga. Dalam Islam, pria memiliki peran sebagai seorang pemimpin yang wajib melindungi istri. Selain kewajiban untuk menjaga istri, dosa suami terhadap istri juga perlu dihindari agar pernikahan langgeng hingga maut memisahkan.
Banyak suami yang menyalahgunakan wewenangnya sebagai pemimpin keluarga hingga melakukan dosa yang menyakiti hati istri. Bukan hanya dapat merusak keharmonisan rumah tangga, dosa yang dilakukan juga dapat mengundang murka Sang Pencipta.
Dosa suami yang tidak diampuni Allah
Allah SWT tidak menyukai suami yang lalai menjaga fitrah keluarganya.
1. Suami yang tidak cemburu dengan istri
Salah satu dosa besar yang sering tidak disadari adalah saat seorang suami kehilangan rasa cemburu terhadap istri dan keluarganya. Ia membiarkan istrinya melakukan maksiat, tidak menutup aurat di depan umum, atau bergaul bebas dengan lawan jenis tanpa batasan yang jelas. Seorang pemimpin keluarga yang baik akan menjaga kehormatan istrinya.
2. Mengabaikan pendidikan agama istri
Tugas utama suami bukan hanya memastikan keluarganya hidup sejahtera, tetapi memastikan istri dan anak-anaknya selamat dari api neraka. Mengabaikan pendidikan agama istri adalah dosa fatal.
Membiarkan istri buta huruf Al-Qur'an, tidak paham ibadah, atau lalai dalam kewajiban syariat adalah bukti kegagalan suami dalam membimbing partner hidupnya. Jika ia tidak mampu mengajarkan secara langsung, seorang wajib memfasilitasi istrinya untuk belajar kepada ahlinya.
3. Tidak memberikan nafkah padahal mampu
Nafkah adalah hak istri dan kewajiban mutlak suami. Menelantarkan istri secara finansial, bersikap pelit, atau menahan harta padahal ia memiliki kemampuan, adalah kezaliman yang nyata. Islam menempatkan sedekah kepada keluarga sebagai prioritas tertinggi dibandingkan sedekah kepada pihak lain.
Dosa suami membuat istri menangis
1. Menghina dan merendahkan martabat istri
Dosa besar bagi seorang suami yang menggunakan lidahnya untuk menghina fisik, kecerdasan, atau keluarga istrinya. Kata-kata kasar, cacian, dan panggilan buruk adalah tindakan nyata yang membunuh rasa percaya diri istri.
Suami yang baik tidak akan merendahkan pasangannya untuk merasa tinggi. Sebaliknya, ia akan mengangkat derajat istrinya. Ingatlah bahwa Rasulullah SAW, manusia paling mulia, adalah orang yang paling lembut dan baik tutur katanya kepada istri. Menyakiti hati istri dengan lisan adalah bentuk arogansi yang tidak mendapat tempat dalam Islam.
2. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Tidak ada toleransi untuk kekerasan fisik. Memukul atau menyakiti fisik istri tanpa alasan yang dibenarkan syariat adalah dosa besar dan bentuk kezaliman yang nyata. Islam memuliakan wanita, dan suami diperintahkan untuk memperlakukan istri dengan baik.
3. Pengkhianatan dan ketidakjujuran
Perselingkuhan atau menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain adalah pengkhianatan besar bagi hati seorang istri. Ini adalah pengkhianatan terhadap komitmen suci yang diucapkan saat akad nikah. Selain dosa zina atau mendekati zina yang sangat besar, dosa menghancurkan kepercayaan dan hati istri akan menjadi beban berat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Baca juga: 8 Tanda Pernikahan Anda akan Selamat dari Perselingkuhan
Dosa suami terhadap istri tanpa disadari
Sering kali bukan kesalahan besar yang meruntuhkan rumah tangga, melainkan tumpukan kesalahan kecil yang dilakukan terus-menerus tanpa rasa bersalah.
1. Meremehkan pendapat istri
Banyak suami yang merasa dirinya paling benar dan mengambil keputusan penting tanpa melibatkan istri. Mengabaikan pendapat istri, menganggapnya tidak tahu apa-apa, atau tidak pernah mengajaknya bermusyawarah adalah bentuk kesombongan terselubung.
2. Membanding-bandingkan istri
Setiap wanita memiliki keunikan dan kapasitasnya sendiri. Membandingkan istri dengan wanita lain (termasuk ibu sendiri atau mantan pasangan) adalah tindakan tidak adil yang merusak kepercayaan diri istri. Fokuslah pada kelebihan pasangan Anda, bukan pada kekurangannya dibandingkan orang lain.
3. Tidak membantu pekerjaan rumah tangga
Banyak suami beranggapan bahwa urusan domestik adalah 100% tugas istri. Padahal, meneladani Rasulullah SAW berarti siap turun tangan membantu pekerjaan rumah. Membiarkan istri kelelahan mengurus rumah dan anak sendirian tanpa empati, padahal suami memiliki waktu luang, adalah bentuk ketidakpedulian.
Baca juga: Studi: Capek Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Bikin Wanita Malas Berhubungan Intim
4. Melupakan apresiasi dan rasa syukur
Istri telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani suami dan anak-anak. Dosa yang sering tidak disadari suami adalah pelit dalam memberikan apresiasi. Tidak pernah mengucapkan "terima kasih" atas masakan yang disajikan, baju yang disetrika, atau rumah yang dibersihkan. Menganggap semua pengorbanan istri sebagai kewajiban yang sudah semestinya adalah sikap yang arogan.
5. Menyebarkan aib istri
Di era media sosial, jari sering kali lebih cepat daripada nalar. Menceritakan kekurangan, keburukan, atau masalah rumah tangga kepada teman, keluarga, atau di media sosial adalah dosa gibah yang sangat dilarang. Suami dan istri diibaratkan sebagai pakaian satu sama lain dalam Al-Qur'an. Fungsinya adalah saling menutupi dan melindungi, bukan mengumbar dan mempermalukan.
Nah, itulah beberapa bentuk dosa suami terhadap istri yang harus dihindari agar pernikahan bisa berjalan dengan langgeng. Diskusikan segala bentuk permasalahan dengan pasangan untuk mewujudkan pernikahan yang harmonis. (MB/AY/RF/Foto: Freepik)
