Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Sahur

5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Sahur

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Sahur merupakan salah satu bagian penting yang menentukan kelancaran ibadah puasa. Sayangnya, banyak orang salah mengartikan sahur sebagai kesempatan untuk menimbun kalori sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kualitas asupannya. Ada sejumlah makanan yang harus dihindari saat sahur agar kuat berpuasa hingga waktu berbuka.

Banyak yang menganggap saat sahur harus makan sebanyak-banyaknya agar kuat berpuasa seharian. Padahal banyak belum tentu bergizi. Jika Moms dan keluarga mengonsumsi makanan yang tidak tepat dan minim gizi saat sahur, ibadah puasa Anda bisa terganggu.

Makanan yang harus dihindari saat sahur

1. Karbohidrat sederhana dan makanan tinggi gula

Mungkin terasa menggoda untuk memulai hari dengan sesuatu yang manis seperti donat, roti putih, sereal manis, atau teh manis hangat. Gula memang akan memberikan rasa nyaman secara instan. Namun, secara fisiologis, makanan manis adalah jebakan.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan lonjakan gula darah yang sangat cepat. Tubuh merespons dengan memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menekan gula darah tersebut. Hasilnya adalah penurunan kadar gula darah yang drastis hanya beberapa jam setelah imsak. Alih-alih merasa bertenaga, Anda justru akan merasa jauh lebih lapar dan lemas sebelum tengah hari.

2. Makanan dengan kadar garam tinggi 

Makanan instan, keripik, mi instan, acar, dan makanan kalengan sering kali menjadi pilihan praktis saat mata masih mengantuk. Namun, garam atau sodium bersifat higroskopis, yang menarik dan menahan air.

Dalam konteks puasa, konsumsi garam berlebih akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Hal ini memicu rasa haus yang ekstrem. Ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan sodium tersebut, yang ironisnya juga menarik air keluar dari tubuh melalui urine, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.

Baca juga: Bikin Penyakit, Ini Deretan Makanan yang Mengandung Kadar Garam Tinggi

3. Makanan tinggi lemak jenuh

Gorengan adalah menu umum di meja makan Indonesia, tetapi ini adalah musuh utama pencernaan. Makanan yang digoreng atau memiliki kandungan lemak jenuh tinggi seperti daging berlemak atau santan kental memerlukan waktu yang sangat lama untuk dicerna.

Meskipun terdengar bagus untuk merasa kenyang lebih lama, beban kerja sistem pencernaan yang berlebihan ini akan menarik aliran darah ke perut dalam jumlah besar. Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang, menyebabkan rasa kantuk yang berat, kelesuan, dan penurunan fungsi kognitif di pagi hari.

4. Makanan pedas dan asam

Bagi sebagian orang, makan tanpa sambal terasa kurang lengkap. Namun, sahur bukanlah waktu yang tepat untuk menantang ketahanan lambung Anda. Makanan pedas mengandung capsaicin yang dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus.

Makanan pedas dan asam dapat memicu peningkatan asam lambung secara signifikan, terutama saat perut kosong. Risiko terbesar di sini adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau nyeri ulu hati yang akan sangat mengganggu fokus Anda sepanjang hari.

Baca juga: Makanan Pedas Bikin Orang Bahagia? Cek Faktanya, Yuk, Moms!

5. Minuman berkafein tinggi

Kafein adalah stimulan yang luar biasa, tetapi juga merupakan diuretik yang kuat. Mengonsumsi teh pekat atau kopi hitam saat sahur akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ini berarti Anda membuang cairan tubuh yang berharga yang seharusnya disimpan sebagai cadangan hidrasi selama berpuasa.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat sahur. Pastikan Anda hanya mengonsumsi makanan padat gizi yang dapat mendukung ibadah puasa Anda seharian. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, vitamin dan mineral sehingga tubuh tetap terjaga kesehatannya selama bulan Ramadan. (MB/RF/Foto: Freepik)