Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Ketika suhu tubuh anak mulai naik, wajar jika orang tua merasa cemas. Insting pertama mungkin langsung mencari obat penurun panas untuk diberikan kepada Si Kecil.
Namun, demam sebenarnya adalah respons alami tubuh yang menandakan sistem kekebalan sedang bekerja melawan infeksi. Dalam banyak kasus, demam ringan tidak selalu memerlukan obat, Moms. Ada beberapa cara cepat untuk menurunkan panas anak tanpa menggunakan obat.
Lalu, apa saja cara cepat dan efektif menurunkan panas anak tanpa obat? Kapan anak perlu mendapatkan penanganan medis? Simak selengkapnya di sini, agar Anda bisa menerapkannya di rumah, Moms!
Cara cepat menurunkan panas pada anak tanpa obat
1. Mengompres dengan air hangat, bukan air dingin
Salah satu kesalahpahaman umum yang sering terjadi adalah penggunaan air dingin atau es untuk mengompres anak demam. Padahal, strategi ini justru kontraproduktif. Air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi) dan memicu tubuh untuk menggigil, yang pada akhirnya malah menaikkan suhu inti tubuh.
Langkah yang tepat adalah menggunakan kompres air hangat (suam-suam kuku), karena air hangat membantu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga panas tubuh dapat keluar lebih mudah melalui pori-pori kulit.
Moms bisa melakukannya dengan cara meletakkan kain kompres di area lipatan tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, seperti ketiak, leher, dan lipatan paha. Ganti kompres secara berkala saat kain mulai mendingin.
2. Memastikan hidrasi yang optimal
Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat daripada biasanya, meningkatkan risiko dehidrasi. Hidrasi yang optimal bisa membantu mengatasi demam. Cairan membantu mengatur suhu tubuh dan membuang racun. Moms bisa meningkatkan asupan cairan anak dengan:
- ASI/susu formula: Untuk bayi di bawah 6 bulan, susui lebih sering.
- Air putih dan jus buah: Untuk anak yang lebih besar, berikan air putih, jus buah encer, atau kuah sup hangat.
- Oralit: Jika diperlukan, larutan elektrolit dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Pastikan anak buang air kecil secara teratur dengan warna urine yang jernih atau kuning muda, sebagai indikator hidrasi yang baik.
Baca juga: Gejala Dehidrasi Berat pada Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai
3. Mengatur pakaian dan suhu ruangan
Menciptakan lingkungan yang kondusif adalah bisa membantu mempercepat penurunan suhu tubuh anak. Membungkus anak dengan selimut tebal saat demam adalah mitos lama yang harus ditinggalkan. Pakaian tebal justru akan memerangkap panas tubuh.
Moms bisa pakaikan anak baju berbahan katun yang tipis dan menyerap keringat. Ini memungkinkan sirkulasi udara di permukaan kulit berjalan lancar. Atur juga suhu kamar tetap sejuk dan berventilasi baik. Anda bisa menggunakan kipas angin (jangan diarahkan langsung ke tubuh anak) atau AC dengan suhu sedang (sekitar 24-25 °C) untuk menjaga kenyamanan.
4. Memperbanyak istirahat (skin-to-skin untuk bayi)
Tubuh yang sedang melawan infeksi membutuhkan energi besar. Membatasi aktivitas fisik anak akan membantu mengalihkan energi tubuh untuk pemulihan.
Untuk bayi, metode skin-to-skin sangat efektif. Dekapan langsung antara Moms dan Si Kecil tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membantu meregulasi suhu tubuh bayi melalui panas tubuh orang tua yang stabil.
5. Mandi air hangat
Jika anak masih aktif dan tidak terlalu lemas, mandi air hangat bisa menjadi solusi. Uap hangat membantu membuka saluran pernapasan (jika disertai pilek) dan air hangat membantu menurunkan suhu tubuh melalui penguapan.
Hindari memandikan anak terlalu lama. Cukup 5-10 menit saja, lalu segera keringkan tubuhnya dan pakaikan baju yang nyaman. Jika anak menolak mandi, menyeka tubuhnya dengan waslap hangat adalah alternatif yang sama efektifnya.
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari
Kapan harus membawa anak ke dokter?
Meskipun Anda telah melakukan upaya mandiri di rumah, penting untuk tetap waspada dan mengetahui batasan. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika:
1. Bayi berusia di bawah 3 bulan mengalami demam (suhu rektal 38 °C atau lebih).
2. Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
3. Anak terlihat sangat lemas, tidak responsif, atau mengalami kejang.
4. Muncul ruam kulit, sesak napas, atau muntah terus-menerus.
5. Anak menolak minum dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat (mulut kering, tidak pipis lebih dari 6 jam).
Itulah beberapa cara menurunkan panas pada anak tanpa obat. Menghadapi anak demam memang membuat jantung berdegup kencang ya, Moms. Namun, dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat mengendalikan situasi agar lebih tenang. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)
