Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh yang Perlu Moms Ketahui

Tanda-Tanda Penyakit Campak Akan Sembuh yang Perlu Moms Ketahui

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat Si Kecil rewel karena terkena campak, demam tinggi, dan tubuhnya dipenuhi ruam merah tentunya membuat hati Moms khawatir. Campak memang bisa terasa sangat melelahkan baik bagi anak yang sakit maupun orang tua yang merawatnya. Namun, ada kabar baiknya, campak adalah penyakit yang bisa sembuh sepenuhnya, asalkan ditangani dengan tepat, Moms.

Namun, banyak orang tua yang bingung membedakan mana tanda-tanda campak yang mulai membaik dan mana yang justru perlu diwaspadai. Kapan anak boleh beraktivitas lagi? Apa saja yang sebaiknya dihindari selama masa sakit? Nah, untuk tahu penjelasan lengkapnya, simak artikel ini, Moms!

Tanda-tanda campak akan sembuh

Proses penyembuhan campak umumnya berlangsung 7-10 hari sejak gejala pertama muncul. Namun, setiap anak bisa berbeda-beda, tergantung kondisi daya tahan tubuhnya. Berikut ini tanda-tanda yang menunjukkan campak mulai sembuh.

1. Demam turun secara bertahap

Demam tinggi yang menjadi ciri khas campak biasanya mulai mereda di hari keempat atau kelima. Ini adalah salah satu tanda paling jelas bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi dengan efektif.

2. Ruam mulai memudar

Ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh akan perlahan-lahan memudar, biasanya mulai dari area yang pertama kali muncul. Proses ini bisa memakan waktu 3-5 hari.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Campak dan Rubella yang Moms Perlu Tahu

3. Nafsu makan kembali

Saat campak berangsur membaik, anak biasanya mulai mau makan dan minum lagi dengan lebih normal.

4. Anak tampak lebih aktif

Jika sebelumnya Si Kecil hanya berbaring lemas, munculnya kembali semangat bermain adalah pertanda baik bahwa pemulihannya berjalan lancar.

5. Batuk dan pilek berkurang

Batu atau pilek merupakan gejala pernapasan yang menyertai campak. Nah, jika keduanya berkurang, ini bisa menandakan bahwa Si Kecil sudah membaik. 

Secara umum, anak dinyatakan tidak lagi menular, dan aman untuk kembali beraktivitas, sekitar 4 hari setelah ruam pertama kali muncul. Meski begitu, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengizinkan anak kembali ke sekolah atau tempat bermain ya, Moms.

Apakah campak membuat badan lemas?

Jawabannya, ya, campak membuat tubuh jadi lemas. Rasa lemas dan lelah adalah salah satu gejala yang paling umum dialami anak (dan orang dewasa) saat terinfeksi campak.

Ini terjadi karena sistem imun tubuh sedang bekerja sangat keras untuk melawan virus campak (Rubeola). Energi yang biasanya digunakan untuk beraktivitas, dialihkan untuk mendukung proses perlawanan tersebut. Selain itu, demam tinggi yang menyertai campak juga menguras banyak cairan dan energi dari tubuh.

Kondisi lemas ini bisa bertahan bahkan setelah ruam mulai menghilang. Jadi, jangan heran kalau anak Moms masih tampak lesu beberapa hari setelah gejala utamanya mereda. Berikan waktu istirahat yang cukup dan jangan terburu-buru memaksanya kembali beraktivitas penuh.

Yang perlu Anda waspadai adalah jika rasa lemas berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam yang kembali naik, atau anak tampak makin tidak responsif. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya komplikasi dan memerlukan pemeriksaan dokter segera.

Apa yang dilarang saat sakit campak?

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar kondisi anak tidak memburuk dan proses penyembuhan berjalan lebih cepat, Moms.

1. Hindari paparan cahaya terlalu terang

Campak sering menyebabkan mata menjadi sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Usahakan ruangan tempat anak beristirahat memiliki pencahayaan yang lembut. Hindari juga penggunaan gadget atau layar yang terlalu lama karena bisa membuat mata makin tidak nyaman.

2. Jangan membiarkan anak beraktivitas berlebihan

Tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi butuh istirahat maksimal. Meskipun anak tampak sedikit lebih bersemangat, bukan berarti ia sudah siap berlari-larian atau bermain intens. Tetap batasi aktivitas fisik hingga gejala benar-benar hilang.

Baca juga: Campak pada Bayi, Kenali Gejala dan Penanganannya, Moms

3. Hindari kontak dengan orang lain

Campak sangat mudah menular, bahkan melalui udara. Selama masa sakit, jauhkan anak dari anggota keluarga lain yang belum divaksinasi, terutama bayi, ibu hamil, dan lansia, karena mereka lebih rentan mengalami komplikasi serius.

4. Jangan abaikan kebersihan

Pastikan tangan selalu dicuci sebelum dan sesudah merawat anak. Hindari berbagi peralatan makan atau handuk. Kebersihan yang terjaga akan mencegah penyebaran virus ke anggota keluarga lain.

5. Hindari obat-obatan tanpa rekomendasi dokter

Beberapa orang tua mungkin tergoda mencoba berbagai obat tradisional atau suplemen dalam dosis tinggi. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan suplemen apa pun kepada anak yang sedang sakit campak.

Minum apa agar campak cepat sembuh?

Salah satu kunci percepatan pemulihan campak adalah menjaga tubuh anak tetap terhidrasi dengan baik. Demam tinggi dan keringat berlebih membuat cairan tubuh cepat berkurang. Berikut ini minuman yang bisa membantu.

1. Air putih

Sederhana tapi sangat efektif. Pastikan anak minum air putih yang cukup sepanjang hari. Jika anak sulit minum dalam jumlah besar sekaligus, berikan sedikit-sedikit tapi sering.

2. Jus buah segar

Buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dan kiwi kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam mendukung sistem imun. Vitamin C juga membantu mempercepat penyembuhan jaringan kulit yang terdampak ruam. Pilihlah jus tanpa tambahan gula untuk manfaat yang lebih optimal.

3. Air jahe hangat

Jahe memiliki sifat antiinflamasi alami yang bisa membantu meringankan gejala seperti batuk dan tenggorokan tidak nyaman. Campurkan perasan jahe segar dengan air hangat dan sedikit madu (untuk anak di atas 1 tahun) agar lebih mudah diminum.

4. Sup atau kaldu hangat

Meski bukan minuman dalam artian harfiah, kaldu ayam atau sup bening adalah pilihan yang sangat baik. Selain menghangatkan tubuh, sup membantu mengembalikan elektrolit dan nutrisi yang hilang akibat demam. Teksturnya yang lembut juga lebih mudah dikonsumsi anak yang sedang tidak nafsu makan.

5. Minuman elektrolit

Jika anak mengalami dehidrasi cukup parah akibat demam tinggi, minuman elektrolit khusus anak (bukan minuman olahraga dewasa) bisa menjadi pilihan. Konsultasikan dosis yang tepat dengan dokter atau apoteker.

Itulah beberapa tanda penyakit campak pada anak akan sembuh. Ingat, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter jika demam anak kembali meningkat drastis, muncul sesak napas, atau kondisi anak tampak memburuk setelah sempat membaik, Moms. (MB/GP/Foto: Freepik)