Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Cegah Obesitas dengan Cermat Memilih Bahan Pangan dan Baca Label Kemasan

Cegah Obesitas dengan Cermat Memilih Bahan Pangan dan Baca Label Kemasan

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Angka obesitas pada dewasa di Indonesia mengalami peningkatan dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023. Masalah ini disebabkan oleh konsumsi kalori berlebih dalam jangka panjang yang bersumber dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, baik dalam bentuk pangan olahan maupun siap saji. 

“Sebagian besar asupan kalori harian masyarakat sebenarnya masih berasal dari pangan olahan dan siap saji. Karena itu, yang terpenting adalah menerapkan pola makan seimbang, memperhatikan porsi, serta menghindari konsumsi berlebihan agar risiko obesitas dapat ditekan,” ucap Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI, yang ditemui dalam acara media gathering Nutrifood, di Jakarta (3/3/2026).

Nadia juga mengingatkan agar masyarakat selalu memerhatikan informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan, sehingga pangan olahan yang dikonsumsi dapat membantu mengurangi risiko oesitas. Selain itu, manfaatkan juga program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memantau kesehatan tubuh secara berkala dan di bulan Ramadan ini, kurangi juga konsumsi gula, garam, dan lemak.

Menurut Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr., Direktur SEAFAST Center IPB, pangan olahan adalah bagian dari sistem pangan modern yang dihasilkan melalui proses berlandaskan sains dan teknologi untuk meningkatkan keamanan, mutu, masa simpan, dan kemudahan konsumsi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

“Bahan tambahan pangan yang tercantum pada kemasan digunakan untuk menghasilkan produk yang baik dan telah melalui kajian keamanan serta batas aman konsumsi, sehingga aman dikonsumsi sesuai ketentuan. Proses pengolahan pangan yang direkomendasikan adalah proses yang mengutamakan keamanan, menjaga kualitas gizi, serta mengikuti standar dan regulasi yang berlaku, sehingga produk tetap aman dan bernilai gizi,” ucap Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr, yang ditemui pada acara yang sama.

Menyadari tingginya angka obesitas akibat konsumsi kalori berlebih dan bertepatan dengan Hari Obesitas Sedunia, Nutrifood bersama dengan Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat untuk cermat dalam memilih pangan olahan guna mencegah obesitas. 

Program ini merupakan bagian dari kampanye edukatif #BatasiGGL sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular yang telah dilakukan oleh Nutrifood bersama dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM sejak tahun 2013. Kampanye #BatasiGGL ini mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), serta meningkatkan literasi membaca label kemasan pangan olahan. 

“Pangan olahan dan siap saji yang beredar saat ini sangat beragam Konsumen tetap perlu memperhatikan informasi pada label kemasan, seperti takaran saji, energi total, persentase AKG, serta komposisi bahan. Dengan memahami informasi tersebut, masyarakat dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan hariannya,” ucap Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng, Head of Strategic Marketing Nutrifood. (M&B/RF/Foto: Dok. Nutrifood)