Type Keyword(s) to Search
KID

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Aman

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Aman

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, setiap anak pada dasarnya membutuhkan satu hal sederhana dari orang tuanya: rasa aman. Perasaan ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik yang terpenuhi, tetapi juga dengan bagaimana anak merasa dicintai, didengar, dan dihargai setiap hari. Dalam psikologi perkembangan, rasa aman ini dikenal sebagai secure attachment, ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua. Ikatan ini membantu anak tumbuh percaya diri, mandiri, dan mampu membangun hubungan yang sehat di masa depan. Menurut penelitian dari National Institutes of Health (NIH), anak yang memiliki secure attachment dengan orang tuanya cenderung memiliki kemampuan sosial dan emosional yang lebih baik.

Kebiasaan orang tua yang membuat anak merasa aman secara psikologis

Lalu, kebiasaan apa saja yang dapat membantu anak merasa aman secara emosional? Berikut 7 kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar bagi perkembangan psikologis anak.

1. Menepati janji

Hal kecil seperti menepati janji ternyata sangat berarti bagi anak. Ketika Moms mengatakan akan bermain bersama setelah makan malam atau membacakan cerita sebelum tidur, anak akan mengingatnya.

Menepati janji membantu anak belajar bahwa orang tuanya dapat dipercaya. Sebaliknya, janji yang sering dilanggar bisa membuat anak merasa tidak diprioritaskan. Konsistensi antara kata dan tindakan membantu anak membangun rasa percaya kepada orang tua, yang merupakan fondasi utama rasa aman dalam hubungan keluarga.

2. Tidak membentak anak

Moms mungkin pernah merasa lelah atau kewalahan hingga tanpa sadar menaikkan suara kepada anak. Namun, membentak secara berulang dapat membuat anak merasa takut dan tidak aman secara emosional.

Anak yang sering dimarahi dengan nada tinggi cenderung lebih sulit mengekspresikan perasaan dan dapat menjadi lebih cemas. Sebaliknya, komunikasi yang tenang membantu anak memahami situasi dengan lebih baik sekaligus belajar mengelola emosinya.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Otak Anak saat Orang Tua Membentaknya

3. Mendengarkan tanpa menghakimi

Saat anak bercerita, terutama tentang masalah atau kesalahan yang mereka lakukan, reaksi orang tua sangat menentukan. Jika anak langsung dimarahi atau dihakimi, mereka mungkin akan memilih diam di lain waktu.

Sebaliknya, ketika Moms mendengarkan dengan penuh perhatian (tanpa langsung menyela atau menyalahkan) anak akan merasa dihargai. Kebiasaan ini membuat anak lebih terbuka dan percaya bahwa orang tuanya adalah tempat paling aman untuk berbagi cerita.

4. Memberi pelukan dan mengatakan “Mama sayang kamu”

Sentuhan penuh kasih seperti pelukan memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan emosional anak. Pelukan dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang membantu meningkatkan rasa percaya dan kedekatan emosional.

Selain pelukan, ungkapan sederhana seperti “Aku sayang kamu” juga memberi pesan kuat bahwa anak dicintai tanpa syarat. Kata-kata ini mungkin terdengar sederhana bagi orang dewasa, tetapi bagi anak, ungkapan kasih sayang tersebut dapat memperkuat rasa aman dalam hubungan dengan orang tua.

Baca juga: 10 Tanda Ini Menunjukkan Bayi Ingin Digendong atau Dipeluk

5. Konsisten dengan aturan

Anak sebenarnya membutuhkan batasan yang jelas. Aturan yang konsisten membuat anak memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Jika aturan sering berubah (misalnya hari ini boleh, tetapi besok tidak) anak bisa merasa bingung dan tidak memiliki pegangan. Konsistensi membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka sekaligus membuat lingkungan keluarga terasa lebih stabil dan aman.

6. Meminta maaf saat orang tua salah

Tidak ada orang tua yang sempurna, Moms. Kadang kita juga bisa melakukan kesalahan, seperti terlalu keras saat menegur atau tidak sengaja menyakiti perasaan anak.

Meminta maaf kepada anak bukan berarti kehilangan wibawa. Justru sebaliknya, tindakan ini mengajarkan anak tentang empati, tanggung jawab, dan pentingnya memperbaiki hubungan. Anak juga belajar bahwa setiap orang, termasuk orang tua, bisa melakukan kesalahan dan memperbaikinya dengan cara yang sehat.

7. Hadir saat anak membutuhkan

Kehadiran orang tua, baik secara fisik maupun emosional, adalah salah satu faktor paling penting dalam membangun rasa aman pada anak.

Ketika anak merasa sedih, takut, atau menghadapi masalah, kehadiran Moms dapat menjadi tempat paling nyaman bagi mereka. Respons orang tua yang hangat dan penuh perhatian membuat anak merasa dilindungi serta dihargai. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membantu anak membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan.

Itulah beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak merasa aman secara psikologis. Moms, membangun rasa aman pada anak sebenarnya tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti menepati janji, mendengarkan dengan empati, memberikan pelukan, hingga hadir saat anak membutuhkan dapat menciptakan fondasi emosional yang kuat.

Ketika anak merasa aman bersama orang tuanya, mereka akan lebih berani mengeksplorasi dunia, percaya pada diri sendiri, dan mampu membangun hubungan yang sehat di masa depan. Dan sering kali, rasa aman itu tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari oleh orang tua. (MB/TW/Foto: Canva Pro)