Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjadi orang tua baru berarti menghadapi momen-momen yang penuh kebahagiaan sekaligus momen yang membuat jantung berdegup kencang. Salah satunya adalah saat Anda melihat sedikit darah di sekitar pusar bayi. Wajar sekali jika perasaan panik langsung muncul.
Namun, jangan langsung panik, Moms! Tidak semua pendarahan di pusar bayi itu berbahaya. Meskipun begitu, ada beberapa kondisi yang memang perlu mendapat perhatian medis segera. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel ini, Moms!
Apakah pendarahan di pusar bayi itu normal?
Tali pusat bayi biasanya akan mengering dan lepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu setelah kelahiran. Selama proses ini, sedikit pendarahan, terutama saat tali pusat mulai lepas, merupakan hal yang cukup umum terjadi.
Berikut ini beberapa situasi di mana pendarahan ringan dianggap normal.
1. Saat tali pusat hampir lepas. Ketika tali pusat terlepas, area sekitar pusar bisa mengeluarkan sedikit darah. Ini mirip seperti luka kecil yang sedang mengering.
2. Setelah tali pusat lepas. Beberapa tetes darah saat tali pusat baru saja jatuh masih dalam batas wajar.
3. Akibat gesekan popok atau pakaian. Bila popok terlalu menutupi area pusar, gesekan bisa menyebabkan iritasi ringan dan sedikit perdarahan.
Yang perlu diingat, pendarahan "normal" di sini berarti beberapa tetes kecil, bukan darah yang mengalir atau terus-menerus keluar. Jika Anda melihat lebih dari itu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Apakah berbahaya jika pusar bayi berdarah?
Tidak selalu, tetapi ada kondisi tertentu yang memang memerlukan penanganan segera, yaitu:
1. Pendarahan yang tidak berhenti
Jika darah terus mengalir meski sudah ditekan lembut selama beberapa menit, ini bukan kondisi normal. Segera hubungi dokter.
2. Granuloma umbilikal
Ini adalah jaringan kecil berwarna merah muda atau merah yang tumbuh di area pusar setelah tali pusat lepas. Kondisi ini bisa menyebabkan sedikit perdarahan atau keluarnya cairan. Granuloma umbilikal cukup umum terjadi, tetapi tetap perlu ditangani oleh tenaga medis, biasanya dengan pemberian larutan perak nitrat untuk mengeringkannya.
3. Tali pusat yang terlepas terlalu cepat atau lambat
Tali pusat yang lepas sebelum 5 hari atau setelah 3 minggu bisa menjadi indikasi adanya masalah, termasuk infeksi atau gangguan sistem imun.
Baca juga: Cara Membersihkan Tali Pusat dan Pusar Bayi yang Benar
4. Perdarahan disertai bau tidak sedap atau nanah
Ini adalah tanda yang tidak boleh diabaikan. Kombinasi darah dan cairan berbau bisa mengindikasikan infeksi serius pada tali pusat.
Ciri-ciri infeksi tali pusat pada bayi
Infeksi tali pusat, yang dikenal secara medis sebagai omphalitis, adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Bakteri dapat masuk melalui tali pusat yang belum lepas atau melalui area pusar yang baru lepas.
Kenali tanda-tandanya sejak dini, yaitu:
1. Kemerahan di sekitar pusar
Sedikit kemerahan tepat di tepi pusar saat tali pusat hampir lepas masih bisa dianggap normal. Namun, kemerahan yang meluas ke kulit di sekitarnya dan terasa hangat adalah tanda peringatan infeksi.
2. Bengkak dan nyeri
Jika area pusar terlihat membengkak dan bayi menangis atau meringis saat area tersebut disentuh, ini bisa menjadi tanda adanya peradangan akibat infeksi.
3. Keluar cairan berbau atau bernanah
Cairan berwarna kuning, hijau, atau cairan keruh yang berbau tidak sedap dari pusar adalah indikasi serius bahwa ada infeksi bakteri yang membutuhkan penanganan antibiotik.
4. Demam
Demam pada bayi baru lahir, terutama di bawah usia 3 bulan, selalu menjadi kondisi darurat medis. Jika bayi mengalami demam bersamaan dengan gejala di sekitar pusar, segera bawa Si Kecil ke unit gawat darurat.
5. Bayi tampak lesu atau tidak mau makan
Infeksi yang sudah menyebar dapat membuat bayi tampak lebih lemas dari biasanya, sulit dibangunkan, atau tidak mau menyusu. Ini adalah tanda bahwa kondisinya perlu segera dievaluasi dokter.
6. Kulit sekitar pusar berubah warna
Kulit yang berubah menjadi ungu kebiruan atau lebih gelap di sekitar pusar bisa menandakan infeksi yang sudah menyebar ke jaringan kulit lebih dalam (selulitis atau necrotizing fasciitis) kondisi yang sangat serius dan membutuhkan penanganan darurat.
Tips merawat pusar bayi agar tetap bersih dan sehat
Berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan pusar bayi.
1. Jaga area pusar tetap kering. Hindari merendam bayi dalam bak mandi sampai tali pusat benar-benar lepas. Cukup lap badan bayi dengan kain basah yang lembut.
2. Biarkan tali pusat terkena udara. Lipat bagian atas popok ke bawah agar tidak menutupi area pusar. Ini membantu proses pengeringan lebih cepat.
3. Jangan mencoba menarik tali pusat. Biarkan ia lepas dengan sendirinya. Menarik paksa bisa menyebabkan pendarahan dan meningkatkan risiko infeksi.
4. Bersihkan dengan lembut jika perlu. Jika ada kotoran menempel, bersihkan dengan kapas yang dicelupkan sedikit air bersih, lalu keringkan dengan lembut. Penggunaan alkohol 70% pada tali pusat sudah tidak direkomendasikan oleh WHO, cukup jaga kebersihan dan kekeringannya.
5. Cuci tangan sebelum menyentuh area pusar. Langkah kecil ini sangat efektif mencegah masuknya bakteri.
Baca juga: Bayi Terlilit Tali Pusar, Ini Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Kapan harus ke dokter?
Langsung bawa bayi ke dokter jika:
- Pendarahan tidak berhenti setelah beberapa menit
- Area sekitar pusar tampak merah, bengkak, atau terasa hangat saat disentuh
- Bayi tampak kesakitan saat area pusar disentuh
- Ada demam (suhu tubuh di atas 38 °C)
- Keluar cairan berbau atau berwarna kuning kehijauan.
Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan jika pusar bayi berdarah. Merawat bayi baru lahir memang tidak selalu mudah, dan rasa cemas saat melihat sesuatu yang tidak biasa pada tubuh Si Kecil adalah hal manusiawi. Satu hal terpenting, selalu gunakan insting Anda sebagai seorang ibu ya, Moms. (MB/GP/RF/Foto: Freepik)
