Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Munculnya bercak darah di pakaian dalam kerap membuat galau. Ada apa gerangan? Apakah ini bagian dari darah menstruasi, ada gangguan kesehatan, atau pertanda hamil? Lantas apabila pertanda hamil, kapan bercak darah tanda hamil muncul?
Bagi banyak perempuan, melihat flek darah bisa memicu kekhawatiran akan datangnya menstruasi atau masalah kesehatan lainnya. Padahal, keluarnya sedikit darah bisa jadi merupakan kabar bahagia yang sedang Anda tunggu-tunggu. Ya, keluarnya bercak darah bisa menjadi pertanda kehamilan.
Kapan sebenarnya bercak darah tanda hamil muncul?
Bercak darah yang muncul sebagai tanda awal kehamilan sering disebut secara medis sebagai pendarahan implantasi. Proses ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel atau menanamkan dirinya pada dinding rahim. Proses penempelan ini terkadang dapat merusak beberapa pembuluh darah kecil di dinding rahim, sehingga menyebabkan keluarnya sedikit darah.
Umumnya, pendarahan implantasi ini muncul 10-14 hari setelah pembuahan terjadi. Waktu ini sering kali bertepatan dengan jadwal perkiraan menstruasi Anda berikutnya. Itulah sebabnya banyak perempuan merasa bingung dan mengira bahwa bercak darah tersebut adalah awal dari siklus haid mereka.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua perempuan akan mengalami pendarahan implantasi. Tubuh setiap calon ibu sangatlah unik. Jika Anda tidak melihat adanya bercak darah, bukan berarti Anda tidak sedang hamil. Pendarahan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak cara tubuh merespons awal kehidupan baru di dalam rahim.
Baca juga: Contoh Flek Tanda Kehamilan yang Harus Moms Ketahui
Cara membedakan flek haid dan hamil
Mengingat waktu kemunculannya yang berdekatan dengan siklus menstruasi, wajar jika Anda merasa kesulitan membedakan antara flek tanda hamil dan darah haid biasa. Namun, ada beberapa karakteristik utama yang bisa Anda perhatikan untuk mengenali perbedaannya, yakni:
1. Warna darah
Flek kehamilan biasanya memiliki warna yang lebih terang, seperti merah muda pudar, atau justru lebih gelap seperti cokelat tua. Sementara itu, darah menstruasi umumnya berwarna merah terang yang makin lama akan makin pekat.
2. Jumlah atau volume
Pendarahan implantasi sangatlah sedikit. Anda mungkin hanya melihat beberapa tetes bercak di pakaian dalam atau saat menyeka setelah buang air kecil. Berbeda dengan darah haid yang volumenya akan makin banyak di hari kedua atau ketiga hingga membutuhkan penggunaan pembalut.
3. Durasi pendarahan
Flek tanda hamil biasanya hanya berlangsung sangat singkat, mulai dari beberapa jam hingga maksimal 3 hari. Sebaliknya, siklus menstruasi normal biasanya berlangsung selama 4-7 hari.
4. Rasa nyeri atau kram
Kram yang menyertai pendarahan implantasi umumnya terasa sangat ringan, terkadang berupa sensasi tarikan lembut di perut bagian bawah. Adapun kram menstruasi biasanya terasa jauh lebih intens dan dapat menjalar hingga ke punggung bagian bawah.
1 Minggu hamil, apa yang biasanya dirasakan?
Selain munculnya bercak darah, tubuh Anda mungkin sudah mulai memberikan sinyal-sinyal lain bahkan saat usia kehamilan baru menginjak satu minggu (dihitung setelah pembuahan). Perubahan hormon yang terjadi dengan cepat sering kali memicu berbagai gejala fisik, seperti:
1. Tubuh terasa sangat lelah
Rasa lelah yang tidak biasa adalah salah satu keluhan paling umum di awal kehamilan. Tubuh Anda sedang bekerja keras membentuk plasenta dan menyesuaikan diri dengan peningkatan hormon progesteron, sehingga wajar jika Anda ingin tidur lebih lama dari biasanya.
2. Payudara terasa sensitif
Sama seperti saat menjelang menstruasi, payudara mungkin akan terasa lebih bengkak, padat, dan sensitif terhadap sentuhan. Area puting juga bisa terlihat sedikit lebih gelap karena pengaruh hormon kehamilan.
3. Sering buang air kecil
Peningkatan aliran darah di area panggul membuat ginjal bekerja ekstra untuk memproses cairan. Hal ini menyebabkan kandung kemih lebih cepat penuh, sehingga Anda mungkin akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi.
4. Mual ringan atau peka terhadap bau
Meskipun morning sickness yang parah biasanya baru muncul di minggu ke-6, beberapa perempuan sudah mulai merasa mual ringan atau tiba-tiba menjadi sangat sensitif terhadap aroma tertentu di awal kehamilan.
Baca juga: Tanda Mau Melahirkan Tanpa Keluar Flek, Normal atau Berbahaya?
Setelah keluar bercak darah, kapan bisa test pack?
Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan (test pack) sangat penting agar Anda mendapatkan hasil yang akurat. Alat tes kehamilan bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) dalam urine Anda. Hormon ini baru mulai diproduksi oleh plasenta setelah sel telur berhasil menempel pada dinding rahim.
Jika Anda baru saja melihat bercak darah implantasi, kadar hormon hCG di dalam tubuh mungkin masih terlalu rendah untuk dapat dideteksi oleh test pack. Melakukan tes terlalu dini dapat memberikan hasil negatif palsu (false negative), yang justru bisa membuat Anda merasa kecewa atau bingung.
Anda disarankan untuk menunggu setidaknya 3-7 hari setelah hari perkiraan haid Anda terlewat. Jika siklus menstruasi Anda tidak teratur, tunggulah sekitar satu minggu setelah Anda melihat bercak darah tersebut. Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan urine pertama di pagi hari karena saat itulah konsentrasi hormon hCG berada pada tingkat tertingginya.
Dengan mengetahui kapan bercak darah tanda hamil muncul, Anda bisa memulai persiapan untuk menjalani kehamilan. Teruslah pantau kondisi tubuh Anda, beristirahatlah yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan.
Jika pendarahan yang Anda alami terasa banyak, disertai nyeri hebat, atau Anda merasa khawatir dengan kondisi kesehatan Anda, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan terdekat. Mendapatkan pendampingan medis yang tepat adalah langkah terbaik untuk memastikan kesehatan Anda dan calon buah hati. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
