Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mendengar napas Si Kecil yang terdengar grok-grok saat tidur tentu membuat Moms merasa cemas. Sebagai orang tua, insting pertama Anda mungkin langsung mencari tisu atau alat penyedot, mengira ada banyak lendir yang menghalangi jalan napasnya. Namun, saat dicek, hidung bayi tersumbat tapi tidak ada ingus
Kondisi hidung bayi tersumbat tapi tidak ada ingus adalah hal yang sangat wajar dan sering dialami oleh bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Sistem pernapasan bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga sedikit saja perubahan pada lingkungan bisa memengaruhi cara Si Kecil bernapas. Moms dan Dads tidak perlu panik, karena sebagian besar kasus ini tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.
Kenapa hidung bayi seperti mampet tapi tidak pilek?
Bayi baru lahir memiliki saluran pernapasan yang ukurannya masih sangat sempit. Karena saluran ini begitu kecil, sedikit saja sisa air ketuban, debu halus, atau udara yang terlalu kering bisa membuat napas bayi terdengar seperti mampet atau berbunyi.
Selain itu, bayi belum memiliki kemampuan untuk membuang napas dengan kuat atau mendengus seperti orang dewasa saat hidungnya terasa tidak nyaman. Akibatnya, setiap ada sedikit sumbatan ringan di dinding hidung, suara napasnya akan terdengar lebih keras dari biasanya. Ini adalah bagian dari proses adaptasi tubuh Si Kecil dengan udara di luar rahim. Selama bayi tetap menyusu dengan baik, aktif, dan tidak terlihat sesak napas, suara mampet ini umumnya bukanlah pertanda penyakit.
Kenapa bayi pilek tapi tidak keluar ingus?
Terkadang, bayi memang sedang mengalami gejala awal pilek atau iritasi ringan, tetapi Moms tidak melihat adanya lendir yang keluar dari lubang hidungnya. Hal ini biasanya terjadi karena adanya pembengkakan pada jaringan di dalam rongga hidung. Reaksi alergi ringan atau infeksi virus memicu pembuluh darah di hidung membengkak, sehingga mempersempit jalan napas tanpa memproduksi cairan lendir yang berlebihan.
Kemungkinan lainnya adalah lendir tersebut mengalir ke bagian belakang tenggorokan, bukan ke depan. Kondisi ini sering disebut sebagai post-nasal drip. Lendir yang menetes ke tenggorokan ini kadang membuat bayi sesekali batuk, terutama saat ia sedang berbaring, namun bagian luar hidungnya tetap terlihat bersih.
Baca juga: Ini Posisi Tidur Bayi yang Tepat saat Batuk Pilek
Apa yang harus dilakukan jika bayi hidungnya tersumbat?
Melihat Si Kecil kesulitan bernapas dengan nyaman tentu membuat Moms ingin segera memberikan pertolongan. Ada beberapa cara lembut dan efektif yang bisa Anda terapkan di rumah untuk melegakan pernapasan bayi:
1. Gunakan tetes hidung saline (air garam steril)
Cairan saline sangat aman digunakan untuk bayi. Teteskan 1-2 tetes cairan saline khusus bayi ke masing-masing lubang hidung. Cairan ini membantu melembapkan rongga hidung yang kering dan mengempiskan sedikit pembengkakan di dalamnya.
2. Pasang humidifier di kamar
Udara ruangan yang kering, terutama jika menggunakan AC, dapat memperburuk hidung tersumbat. Nyalakan mesin pelembap udara atau humidifier di kamar tidur bayi. Udara yang lembap akan menenangkan dinding hidung yang iritasi dan membantu Si Kecil bernapas lebih mulus.
3. Posisikan kepala lebih tinggi
Saat bayi tidur atau berbaring, gaya gravitasi membuat hidung terasa lebih mampet. Moms bisa menggendong bayi dalam posisi tegak agar ia merasa lebih lega. Jika Si Kecil sedang tidur, pangku dia dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Namun ingat Moms, hindari meletakkan bantal di bawah kepalanya langsung di boks bayi demi alasan keamanan.
4. Susui lebih sering
Baik ASI maupun susu formula memberikan hidrasi yang sangat penting. Memastikan bayi mendapatkan cairan yang cukup akan menjaga kelembapan alami pada saluran pernapasannya dan mencegah hidung menjadi semakin kering.
Baca juga: Bayi Mengalami Hidung Tersumbat, Begini Cara Mengatasinya
Apakah minyak telon bisa meredakan hidung tersumbat?
Minyak telon sudah menjadi andalan banyak orang tua dari generasi ke generasi. Kehangatan dan aroma khasnya memang memberikan efek menenangkan bagi tubuh Si Kecil. Mengusapkan minyak telon pada dada, punggung, dan perut bayi dapat membantunya merasa lebih rileks dan nyaman saat sedang tidak enak badan.
Namun, hindari mengoleskan minyak telon di area sekitar hidung, wajah, atau telapak tangan bayi. Kulit di area wajah bayi masih sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi akibat bahan aktif dalam minyak telon. Aroma minyak telon yang terhirup secara tidak langsung saat dioleskan di dada sudah cukup untuk memberikan sensasi hangat tanpa harus membahayakan kulit wajahnya.
Moms, menghadapi hidung bayi yang mampet tapi tidak ada ingus memang butuh kesabaran ekstra. Dengan sentuhan hangat dan perawatan rumahan yang tepat, Si Kecil akan segera kembali bernapas dengan lega dan ceria. Teruslah pantau kondisinya dengan saksama. Jika hidung tersumbat disertai demam tinggi, bayi kesulitan menyusu, atau napasnya terlihat sangat cepat dan dada tampak cekung ke dalam, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat. (MB/WR/TW/Foto: JComp/Freepik)
