Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Cara Menghilangkan Mual saat Hamil Muda dengan Aman

Cara Menghilangkan Mual saat Hamil Muda dengan Aman

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Bagi seorang wanita, kehamilan merupakan salah satu momen yang paling dinantikan. Namun, tak dapat dimungkiri, kehamilan juga bisa memicu berbagai keluhan pada ibu hamil, salah satunya adalah rasa mual alias morning sickness. Lantas bagaimana cara menghilangkan mual saat hamil?

Hampir sebagian besar ibu hamil mengalami rasa mual, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Gejala ini bisa muncul kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari, dan terkadang membuat aktivitas sehari-hari terasa jauh lebih berat dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena tubuh bumil sedang beradaptasi dengan perubahan hormon yang sangat cepat demi mendukung pertumbuhan Si Kecil di dalam rahim.

Apa sebenarnya penyebab mual saat hamil?

Segera setelah pembuahan terjadi, tubuh langsung bekerja keras menciptakan lingkungan yang aman untuk pertumbuhan bayi. Proses ini memicu lonjakan hormon secara drastis, yang sering kali menjadi biang keladi munculnya rasa mual.

Hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah salah satu faktor utamanya. Hormon ini diproduksi oleh plasenta dan terus meningkat pesat pada trimester pertama. Selain hCG, peningkatan kadar estrogen dan progesteron juga membuat pergerakan otot lambung menjadi lebih lambat. Akibatnya, sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengosongkan makanan.

Selain faktor hormonal, indra penciuman bumil biasanya menjadi sangat sensitif. Aroma masakan yang sebelumnya Anda sukai tiba-tiba bisa memicu rasa mual yang hebat. Kelelahan fisik dan stres emosional juga turut memperberat keluhan ini.

Baca juga: Posisi Tidur untuk Kurangi Mual saat Hamil Muda, agar Tidur Lebih Nyenyak

Apa saja penghilang mual saat hamil muda?

Berikut ini cara praktis yang bisa Moms terapkan untuk meredakan rasa mual di trimester pertama.

1. Ubah pola makan menjadi porsi kecil tetapi sering

Perut yang kosong dapat memicu asam lambung naik dan memperparah rasa mual. Cobalah untuk makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering, misalnya lima hingga enam kali sehari. Sediakan camilan kering seperti biskuit atau kraker di dekat tempat tidur, dan makanlah sedikit sebelum beranjak bangun di pagi hari.

2. Manfaatkan jahe

Jahe telah lama dikenal sebagai pereda mual alami yang sangat aman bagi bumil. Moms bisa menyeduh teh jahe hangat, mengonsumsi permen jahe, atau menambahkan irisan jahe segar ke dalam masakan. Aroma dan kandungan alami jahe membantu menenangkan sistem pencernaan yang sedang sensitif.

3. Hindari pemicu mual

Setiap bumil memiliki kepekaan yang berbeda terhadap aroma atau rasa tertentu. Kenali apa saja yang memicu rasa mual, apakah itu aroma parfum, bau masakan tertentu, atau asap rokok. Jauhi pemicu tersebut sebisa mungkin. Mengatur sirkulasi udara di dalam rumah agar selalu segar juga bisa sangat membantu.

4. Cukupi kebutuhan cairan

Dehidrasi justru akan membuat rasa mual makin buruk. Pastikan bumil minum cukup air putih setiap hari. Jika air putih biasa terasa memicu mual, cobalah menambahkan perasan jeruk nipis atau lemon untuk memberikan rasa segar. Minum dalam tegukan kecil namun sering jauh lebih baik daripada minum banyak air sekaligus.

Baca juga: Makanan yang Efektif Mengurangi Mual saat Hamil

Kapan rasa mual pada ibu hamil akan hilang?

Banyak ibu hamil yang bertanya-tanya sampai kapan harus bertahan dengan rasa mual ini. Secara umum, morning sickness mulai terasa pada minggu ke-6 kehamilan dan mencapai puncaknya pada minggu ke-9 hingga ke-10.

Kondisi ini biasanya tidak berlangsung selamanya. Bagi sebagian besar ibu hamil, rasa mual akan berangsur-angsur mereda dan hilang saat memasuki trimester kedua, tepatnya sekitar minggu ke-14 hingga ke-16. Tubuh Moms akan mulai terbiasa dengan kadar hormon kehamilan, dan energi biasanya akan kembali meningkat. Namun, ada sebagian kecil ibu hamil yang mungkin masih merasakan mual hingga trimester ketiga. Jika ini terjadi, tetaplah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Apakah mual dan muntah tanda janin kuat?

Ada anggapan umum di masyarakat yang mengatakan bahwa mual dan muntah yang hebat adalah pertanda janin tumbuh dengan kuat dan sehat. Faktanya, mual saat hamil sangat berkaitan erat dengan peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dan estrogen. Tingginya kadar hormon ini memang mengindikasikan bahwa plasenta berkembang dengan baik untuk menopang kehidupan janin.

Beberapa penelitian medis menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami mual memiliki risiko keguguran yang lebih rendah. Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa bumil yang tidak mengalami mual sama sekali juga bisa memiliki kehamilan yang sangat sehat dan janin yang kuat. Setiap tubuh merespons perubahan hormon dengan cara yang unik. Jadi, jika Moms tidak merasa mual, tidak usah khawatir berlebihan.

Apakah mual berbahaya bagi janin?

Dalam kondisi normal, mual dan muntah sama sekali tidak membahayakan janin. Janin di dalam rahim sangat pintar mengambil nutrisi yang ia butuhkan dari cadangan makanan di tubuh, meskipun Anda merasa kesulitan untuk makan banyak.

Kondisi ini baru menjadi masalah jika mual dan muntah terjadi secara berlebihan, yang dalam istilah medis disebut sebagai hiperemesis gravidarum. Jika muntah terjadi terus-menerus hingga Moms tidak bisa menelan makanan atau minuman sama sekali, hal ini bisa memicu dehidrasi parah dan penurunan berat badan yang drastis. Kondisi inilah yang perlu diwaspadai karena dehidrasi bisa memengaruhi pasokan darah dan nutrisi ke janin.

Kapan harus ke dokter?

Meskipun mual adalah hal yang lumrah, ada batasan kapan Moms harus mencari bantuan medis profesional. Jangan tunda untuk pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Tidak dapat menahan makanan atau cairan apa pun di dalam perut selama lebih dari 24 jam
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat
  • Urine berwarna sangat gelap, atau Anda tidak buang air kecil sama sekali selama lebih dari 8 jam (tanda dehidrasi berat)
  • Merasa sangat pusing, lemas, hingga hampir pingsan saat berdiri
  • Detak jantung terasa sangat cepat
  • Muntah disertai darah.

Dokter akan memberikan penanganan yang tepat, seperti pemberian cairan intravena (infus) untuk mengembalikan hidrasi tubuh, serta obat anti-mual yang aman untuk kehamilan.

Melewati fase mual di awal kehamilan memang menantang, tetapi Moms memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menjalaninya. Selain itu, ada banyak cara menghilangkan mual saat hamil.

Satu hal yang terpenting, dengarkan tubuh Moms. Selain itu, beristirahatlah yang cukup, dan jangan ragu untuk meminta bantuan dari pasangan atau keluarga saat merasa kewalahan. (MB/WR/Foto: Senivpetro/Freepik)