Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Pentingnya Pantau Kesehatan Pencernaan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

Pentingnya Pantau Kesehatan Pencernaan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kesehatan saluran cerna Si Kecil merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak agar tetap aktif setiap hari. Sebab, saluran cerna adalah pusat kesehatan holistik, dimana tidak hanya menyerap nutrisi di usus halus, tetapi juga memengaruhi nafsu makan yang baik, tidur yang berkualitas, suasana hati yang positif, serta menjadi kunci tumbuh kembang Si Kecil. 

Orang tua bisa mengetahui kondisi kesehatan pencernaan anak dengan memantau kondisi fesesnya. Namun, orang tua sering kali panik dan bingung dengan perubahan bentuk, warna, atau tekstur feses pada anak. Padahal, dengan memahami dan mengamati kondisi feses atau pup Si Kecil secara teratur bisa menjadi indikator utama pencernaan yang sehat dan langkah awal untuk memastikan tumbuh kembang anak yang baik.

“Kesehatan pencernaan anak harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh diremehkan oleh para Ibu. Para ahli kesehatan telah sepakat bahwa saluran cerna merupakan organ yang berperan paling penting dan berkembang pesat pada masa awal kehidupan untuk mendukung tumbuh kembang optimal,” ucap Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), yang ditemui dalam jumpa pers peluncuran AI Poop Tracker, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Fungsi utama saluran cerna adalah memecah dan menyerap nutrisi yang terkandung di makanan. Jika tubuh gagal memecah dan menyerap nutrisi, maka pemenuhan kebutuhan nutrisi Si Kecil menjadi tidak optimal. Hal ini tentu saja dapat memengaruhi tumbuh kembang. Saat saluran cerna sehat, maka tumbuh kembang anak akan optimal, daya tahan tubuhnya kuat, terlindung dari berbagai gangguan saluran cerna, serta mendukung hubungan antara saluran cerna dengan otak.

“Salah satu cara untuk mengoptimalkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah dengan mengonsumsi serat prebiotik, seperti, FOS, GOS dan Inulin yang berperan sebagai makanan utama bagi ratusan triliun mikrobiota pada saluran cerna dari awal kehidupan Si Kecil dan menjaga jumlah bakteri baik dalam usus tetap seimbang,” tambah dr. Frieda. 

Si Kecil perlu diberikan asupan prebiotik yang biasanya banyak terkandung dalam makanan sumber serat seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, serta beberapa jenis sayuran akar seperti umbi-umbian, atau bisa juga bersumber dari nutrisi lain, seperti susu pertumbuhan yang disuplementasi prebiotik untuk anak di atas satu tahun. Dengan asupan nutrisi yang kaya serat prebiotik, kesehatan pencernaan Si Kecil dapat terjaga, sehingga mencegah timbulnya masalah gangguan pencernaan seperti konstipasi dan mendukung kebiasaan buang air besar secara teratur.

Lebih lanjut dr. Frieda menambahkan, "Selain memastikan asupan nutrisi prebiotiknya terpenuhi, monitoring pup Si Kecil secara rutin juga akan membantu orang tua mengetahui kondisi pencernaan anak dalam kondisi sehat. Sebab, masalah pencernaan pada anak sering kali tidak langsung terlihat, dan perubahan pola buang air besar menjadi salah satu tanda paling awal dan penting dari gangguan kesehatan pencernaan. Oleh karena itu, anak yang secara rutin memiliki pola buang air besar (BAB) yang baik cenderung memiliki nafsu makan yang baik, tidur yang berkualitas, suasana hati yang positif, serta pertumbuhan yang optimal."

AI Poop Tracker hadir untuk memudahkan orang tua memantau kesehatan pencernaan anak

Memahami pentingnya asupan serat prebiotik untuk kesehatan pencernaan anak, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia yang berpengalaman di bidang nutrisi pertumbuhan dan perkembangan anak selama lebih dari 100 tahun, telah menghadirkan berbagai inovasi nutrisi prebiotik yang paling banyak diteliti di dunia. 

“Terbaru, inovasi nutrisi 3 serat penting prebiotik FOS, GOS dan Inulin yang telah diteliti dengan lebih dari 40 studi ilmiah dan menghasilkan lebih dari 90 publikasi internasional di lebih dari 10 Negara Asia dan Eropa. Serat prebiotik dengan kombinasi FOS:GOS 1:9 dan Inulin ini telah teruji klinis mampu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil sehingga konsistensi feses anak tetap lunak, mendukung kebiasaan BAB menjadi lebih teratur, sehingga Si Kecil bebas dari masalah pencernaan seperti konstipasi untuk mendukung tumbuh kembang serta kreativitasnya,” ucap Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.

Sebagai bentuk komitmen untuk membantu para orang tua untuk memantau kesehatan pencernaan anak, Nutricia Research juga telah mengembangkan model Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu orang tua untuk melakukan monitoring pup dengan lebih mudah. 

“Tim Nutricia di Eropa dan Asia sudah mengembangkan tools berbasis teknologi AI pertama di Indonesia yaitu ‘AI Poop Tracker dari Bebeclub’ dengan fitur canggih untuk membantu para orang tua mendeteksi dan memonitor kesehatan pencernaan anak secara mudah di mana saja dan kapan saja, hanya dengan foto feses melalui handphone dan telah teruji memiliki akurasi lebih dari 95 persen,” tambah dr. Ray. 

AI Poop Tracker dapat menjadi partner bagi ibu untuk memonitor masalah pencernaan Si Kecil dengan cepat dan akurat. Moms dapat mengunggah foto feses anak dan AI akan menganalisis warna, tekstur, serta frekuensi buang air besar anak. 

“AI Poop Tracker berbasis AI dengan 95 persen akurasi, dan sudah tervalidasi expert, sehingga ibu bisa lebih tenang dan segera berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan,” kata Marketing Manager Consumer Value Journey & Customer Relationship Management Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, Rakhmania Pithaloka. 

Winona Willy, ibu dari dua anak menyambut baik hadirnya tools AI Poop Tracker dari Bebeclub. “Saya juga secara rutin memantau pup Si Kecil dengan mengamati warna, tekstur, dan frekuensi BAB-nya sebagai cara sederhana untuk memantau kesehatan pencernaannya. Dengan adanya AI Poop Tracker, saya jadi enggak panik lagi saat memantau feses anak, karena AI Poop Tracker ini saya jadi tahu kapan pup anak normal dan kapan tidak normal sehingga perlu berkonsultasi ke dokter," ucap Winona. (MB/RF/Foto: Elina Fairytale/Pexels)