Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai ibu, Moms tentunya cemas saat Si Kecil mengalami demam. Anda pun akan melakukan segala usaha guna menurunkan suhu tubuh sang buah hati, salah satunya adalah memberinya paracetamol. Pertanyaannya, berapa jam sekali minum paracetamol untuk anak?
Paracetamol memang kerap dianggap sebagai salah satu pertolongan pertama yang paling sering diandalkan oleh banyak orang tua saat Si Kecil demam. Obat penurun panas ini seolah menjadi barang wajib yang selalu ada di kotak P3K keluarga. Meski sudah sangat familiar, pertanyaan seputar aturan pakainya masih sering membuat ragu saat Anda dihadapkan pada situasi anak sakit di tengah malam.
Apakah dosisnya sudah tepat? Berapa lama jarak waktu yang aman sebelum memberikan dosis berikutnya? Pertanyaan tersebut mungkin menghinggapi Moms sehingga bingung dalam mengambil keputusan saat memberikan obat untuk Si Kecil. Agar tidak keliru, yuk cara tahu informasinya di sini.
Paracetamol jenis obat apa?
Paracetamol, atau yang di beberapa negara juga dikenal dengan sebutan asetaminofen, adalah jenis obat yang masuk dalam golongan analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi zat penyebab peradangan bernama prostaglandin di dalam otak.
Penurunan kadar prostaglandin ini akan memberikan sinyal pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan suhu tubuh yang sedang tinggi. Selain itu, paracetamol juga sangat efektif untuk meredakan rasa sakit ringan hingga sedang. Jadi, ketika Si Kecil mengalami demam yang disertai sakit kepala, sakit gigi, atau nyeri tubuh setelah imunisasi, obat ini bisa membantu membuatnya merasa jauh lebih nyaman.
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari
Apakah paracetamol aman buat anak?
Secara umum, paracetamol diakui sebagai salah satu obat penurun demam yang paling aman untuk anak-anak, bahkan untuk bayi sekalipun. Namun, kata "aman" ini sangat bergantung pada cara pemberiannya. Keamanan paracetamol terjamin apabila obat ini diberikan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan.
Penting bagi orang tua untuk selalu membaca label kemasan dengan seksama. Dosis paracetamol untuk anak sebaiknya dihitung berdasarkan berat badan, bukan sekadar patokan usia. Mengandalkan usia saja bisa kurang akurat karena setiap anak memiliki kurva pertumbuhan yang berbeda-beda. Selain itu, pastikan Moms menggunakan alat takar yang disediakan di dalam kemasan obat (seperti pipet atau sendok takar khusus), bukan sendok makan atau sendok teh biasa yang ada di dapur, untuk menghindari kesalahan dosis.
Jika Anda ragu, jangan pernah sungkan untuk menghubungi dokter anak atau apoteker. Memastikan dosis yang tepat adalah bentuk cinta dan perlindungan terbaik untuk buah hati Anda.
Berapa lama paracetamol bekerja menurunkan panas?
Setelah Si Kecil meminum obatnya, Anda mungkin sering mengecek suhu tubuhnya setiap beberapa menit. Wajar saja, Moms pasti ingin demamnya segera reda. Biasanya, paracetamol cair (sirup atau drops) mulai diserap oleh tubuh dan menunjukkan efeknya dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah diminum.
Efek penurunan suhu tubuh yang paling maksimal umumnya akan terlihat pada 1 hingga 2 jam pertama. Anak yang sebelumnya rewel biasanya mulai terlihat lebih tenang, sedikit berkeringat, dan mungkin bisa kembali tertidur pulas. Anda bisa memanfaatkannya untuk memberikan Si Kecil banyak cairan, seperti air putih, ASI, atau kuah kaldu hangat, guna mencegah dehidrasi.
Kenapa demam tidak turun setelah minum paracetamol?
Ada kalanya suhu tubuh anak tetap tinggi meskipun sudah diberikan obat penurun panas. Situasi ini tentu bisa memicu kepanikan. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi:
1. Dosis yang kurang tepat
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, dosis yang terlalu rendah tidak akan cukup kuat untuk menurunkan suhu tubuh anak. Pastikan takarannya sudah sesuai dengan berat badan terkini Si Kecil.
2. Infeksi sedang berada di puncaknya
Paracetamol bertugas meredakan gejala (demam), bukan membunuh virus atau bakteri penyebab penyakit. Jika tubuh anak sedang berjuang keras melawan infeksi yang cukup kuat, demam bisa saja tetap bertahan atau cepat naik kembali setelah efek obat habis.
3. Kurangnya cairan tubuh
Saat demam, tubuh menguapkan lebih banyak cairan. Jika anak kurang minum, tubuhnya akan kesulitan menurunkan suhu secara alami. Cairan sangat penting untuk membantu proses pendinginan tubuh dari dalam.
Jika suhu tubuh anak tetap tinggi, jangan terburu-buru memberikan obat tambahan sebelum waktunya. Anda bisa membantu meredakan demamnya dengan kompres air hangat pada area lipatan ketiak atau pangkal paha, serta memakaikan baju yang tipis dan menyerap keringat.
Baca juga: Anak Demam Tinggi, Begini Cara Mengompres yang Benar
Berapa jam sekali minum paracetamol untuk anak?
Ini adalah pertanyaan yang paling krusial demi menjaga keamanan organ hati Si Kecil. Aturan pakai paracetamol harus ditaati dengan disiplin. Secara medis, jarak aman untuk memberikan paracetamol kepada anak adalah setiap 4 hingga 6 jam sekali.
Namun, ada satu aturan emas yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah memberikan lebih dari 4 dosis dalam kurun waktu 24 jam.
Jika Si Kecil masih demam sebelum batas waktu 4 jam terlewati, usahakan untuk tidak memberikan paracetamol tambahan. Gunakan metode non-medis terlebih dahulu, seperti pelukan hangat (skin-to-skin), kompres hangat, dan memastikan sirkulasi udara di kamar tidur cukup baik. Terlalu sering atau terlalu banyak memberikan paracetamol dapat membahayakan fungsi organ hati anak.
Menghadapi anak yang sedang demam memang membutuhkan kesabaran ekstra dan ketenangan batin. Ingatlah bahwa demam adalah bukti bahwa sistem kekebalan tubuh Si Kecil sedang bekerja dan berlatih menjadi lebih kuat.
Saat memberikan obat untuk Si Kecil, Moms perlu mengetahui berapa jam sekali minum paracetamol untuk anak. Dengan memberikan paracetamol sesuai aturan pakai, yaitu setiap 4 hingga 6 jam dan tidak melebihi 4 kali sehari, Moms sudah melakukan langkah yang tepat untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan Si Kecil. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
