Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, menjaga kesehatan tubuh di tengah kesibukan mengurus keluarga dan rutinitas harian sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para perempuan. Salah satu kondisi yang mungkin sering Anda alami dan terkadang membuat cemas, adalah keputihan. Terkadang jumlahnya sedikit, namun ada kalanya keputihan muncul tanpa henti dari hari ke hari. Keputihan terus-menerus pertanda apa?
Melihat cairan yang terus keluar tentu bisa menimbulkan pertanyaan dan rasa tidak nyaman. Perasaan khawatir adalah hal yang sangat wajar, terutama ketika Anda selalu ingin memastikan tubuh dalam kondisi prima untuk mendampingi tumbuh kembang anak dan menjaga keharmonisan keluarga.
Apa yang dimaksud dengan keputihan?
Keputihan adalah proses alami di mana leher rahim dan kelenjar dalam vagina memproduksi cairan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Cairan ini membawa sel-sel mati dan bakteri keluar dari tubuh. Proses ini sangat penting untuk mencegah infeksi dan menjaga kelembapan alami vagina.
Moms bisa membayangkannya sebagai sistem pembersihan otomatis yang luar biasa dari tubuh Anda. Pada kondisi normal, cairan ini biasanya berwarna bening atau sedikit putih susu, serta tidak memiliki bau yang menyengat.
Baca juga: Jangan Diabaikan! Ini Jenis Keputihan yang Berbahaya
Apakah keputihan yang keluar setiap hari itu normal?
Keluarnya keputihan setiap hari pada dasarnya adalah hal yang normal. Jumlah, warna, dan tekstur cairan ini bisa berubah-ubah seiring dengan siklus menstruasi Moms. Misalnya, saat sedang masa subur atau ovulasi, cairan biasanya menjadi lebih banyak, bening, dan licin.
Namun, Moms perlu mulai waspada jika keputihan yang muncul setiap hari disertai dengan perubahan warna menjadi kuning atau hijau, berbau busuk, dan menimbulkan rasa gatal atau perih di area kewanitaan. Jika kondisinya seperti ini, keputihan harian tersebut mungkin sudah bukan lagi proses pembersihan alami, melainkan tanda adanya ketidakseimbangan atau infeksi. Tak ada salahnya, Moms segera berkonsultasi dengan dokter guna mencari penyebab masalahnya dan cara mengatasinya.
Apakah anemia bisa menyebabkan keputihan?
Kondisi kurang darah atau anemia sering kali membuat tubuh Anda terasa lelah dan lemas. Secara langsung, anemia bukanlah penyebab utama terjadinya keputihan. Namun, anemia yang dibiarkan terus-menerus dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Ketika daya tahan tubuh Moms menurun, area kewanitaan menjadi lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri jahat atau jamur yang berlebihan. Akibatnya, infeksi lebih mudah terjadi, yang kemudian ditandai dengan munculnya keputihan abnormal yang terus-menerus. Memastikan asupan zat besi yang cukup melalui makanan bergizi sangat penting untuk menjaga pertahanan tubuh Anda secara keseluruhan.
Baca juga: Keputihan Hijau saat Hamil, Normal atau Tanda Infeksi? Ini Penjelasannya
Keputihan kanker serviks berwarna apa?
Kekhawatiran akan penyakit serius seperti kanker serviks sering kali menjadi pikiran yang menakutkan bagi para wanita. Mengetahui cirinya bisa membantu Anda lebih waspada tanpa perlu panik berlebihan. Keputihan yang berkaitan dengan gejala kanker serviks biasanya memiliki karakteristik yang khas.
Cairan yang keluar sering kali berwarna merah muda, kecokelatan, atau pucat karena bercampur dengan darah. Teksturnya bisa sangat encer dan disertai dengan bau yang sangat tidak sedap atau tidak wajar. Jika Moms atau kerabat terdekat mengalami kondisi ini, langkah paling bijak adalah segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif.
Penyakit apa yang menyebabkan keputihan terus menerus?
Selain kanker serviks, ada beberapa kondisi kesehatan lain yang sering menjadi dalang di balik keputihan abnormal yang tidak kunjung berhenti. Berikut adalah beberapa penyakit yang paling umum terjadi:
1. Vaginosis bakterialis
Kondisi ini terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di dalam vagina terganggu. Keputihan yang dihasilkan biasanya berwarna putih keabu-abuan, encer, dan memiliki aroma amis yang cukup kuat.
2. Infeksi jamur (kandidiasis)
Jamur Candida sebenarnya hidup berdampingan di tubuh manusia. Namun, jika jumlahnya berkembang biak terlalu banyak, jamur ini bisa menjadi memicu infeksi. Ciri khasnya adalah keputihan berwarna putih pekat, menggumpal seperti keju hancur, dan disertai rasa gatal yang hebat.
3. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Keputihan yang muncul biasanya berwarna kuning kehijauan, berbusa, berbau tidak sedap, serta membuat area vagina terasa nyeri terutama saat buang air kecil.
Kapan Moms harus memeriksakan diri?
Tubuh manusia memiliki cara yang hebat untuk berkomunikasi. Keputihan yang berubah warna, tekstur, atau bau adalah sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian ekstra. Jangan pernah ragu atau merasa malu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Moms merasa ada yang tidak beres dengan area kewanitaan.
Keputihan terus-menerus bisa menjadi pertanda adanya masalah dalam tubuh Anda. Pemeriksaan dini tidak hanya mencegah kondisi menjadi lebih serius, tetapi juga memberikan ketenangan agar Moms bisa kembali fokus merawat diri dan keluarga tercinta. Dan yang tidak kalah penting, Anda perlu tetap jaga kebersihan diri, gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat, dan luangkan waktu untuk beristirahat. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
