Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kemampuan kognitif seperti fokus dan daya ingat memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari. Salah satu nutrisi esensial yang berkontribusi terhadap fungsi tersebut adalah zat besi.
Namun, kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih luas. Prevalensi anemia di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia tercatat pada anak usia 0-4 tahun 23,8%, 5-14 tahun 16,3% dan pada perempuan secara keseluruhan 18,0% (SKI 2023). Pada ibu hamil, secara global WHO mencatat kasus anemia sekitar 37%. Sebagian besar kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi.
Selain itu, kekurangan zat besi bukan hanya dapat menyebabkan anemia. Pada anak-anak, bahkan dapat menurunkan IQ.
“1000 hari pertama sangat penting untuk memenuhi kebutuhan zat besi karena zat besi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan otak. Kekurangan zat besi bahkan bisa menurunkan IQ hingga 18 poin,” ucap dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.
Meski penting di 1000 hari pertama, zat besi tetap dibutuhkan di semua tahapan usia, mulai dari bayi hingga usia dewasa, terutama pada periode pertumbuhan, masa remaja, sebelum kehamilan, hingga selama kehamilan.
“Pemenuhan zat besi sebaiknya diutamakan dari pola makan bergizi seimbang, namun pada kondisi tertentu suplementasi dapat dipertimbangan sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tambah dr. Lucky.
Sumber makanan yang mengandung zat besi di antaranya adalah daging sapi, ati ayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Pastikan Moms menyediakan makanan bergizi seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Menyadari pentingnya asupan zat gizi di semua kalangan usia, Combiphar melalui brand Maltofer resmi meluncurkan kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas. Kampanye ini merupakan sebuah inisiatif edukatif yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih memahami pentingnya zat besi sekaligus lebih cermat dalam memilih suplementasi yang tepat di setiap tahap kehidupan.
“Maltofer hadir sebagai solusi suplementasi zat besi yang dipercaya selama lebih dari 60 tahun di dunia dan menjadi pemimpin pasar di kategori suplementasi oral dalam format cair di segmen anak, serta dipercaya oleh tenaga kesehatan, sehingga memberikan keyakinan lebih bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan zat besi di berbagai tahap kehidupan, termasuk dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ucap Debi Widianti, Senior General Manager Marketing PT. Combiphar.
Zat besi dalam Maltofer hadir dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC), yaitu zat besi unik dengan mekanisme pelepasan zat besi terkendali sehingga dapat diserap sesuai kebutuhan tubuh. “Dengan formulasi Iron Polymaltose Complex (IPC) yang bekerja cerdas, Maltofer tidak hanya menawarkan efektivitas dalam membantu mengatasi kekurangan zat besi, tetapi juga kenyamanan penggunaannya dengan profil efek samping saluran cerna yang lebih rendah, seperti konstipasi, mual, dan muntah,” tambah Debi. (MB/RF/Foto: Pexels)
