Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Saat sedang menyusui atau membersihkan area mulut bayi, Anda mungkin menyadari ada lapisan putih yang menyerupai sisa susu di bagian lidah, gusi, atau dinding pipi bagian dalam. Namun, saat dibersihkan secara perlahan, bercak tersebut tidak mau hilang dan justru meninggalkan area kemerahan. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan dikenal sebagai infeksi jamur pada mulut bayi, atau oral thrush.
Lalu, apakah jamur pada mulut bayi ini berbahaya? Apa yang menjadi penyebabnya? Berapa lama durasi munculnya jamur pada mulut bayi? Untuk tahu penjelasan lengkapnya, simak artikel ini yuk, Moms.
Jamur di mulut bayi apakah berbahaya?
Secara umum, jamur di mulut bayi tidaklah berbahaya. Ini adalah infeksi ringan yang sangat sering terjadi pada bayi berusia di bawah enam bulan. Sistem kekebalan tubuh bayi yang masih dalam tahap perkembangan membuat mereka lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur alami di dalam tubuhnya.
Meski tidak tergolong kondisi medis darurat atau berbahaya, jamur pada mulut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu. Bayi Anda mungkin akan merasa nyeri di area mulutnya, yang berujung pada menurunnya nafsu makan atau menolak untuk menyusu sama sekali. Rasa tidak nyaman inilah yang membuat Si Kecil menjadi lebih rewel dari biasanya. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dan responsif sangat dibutuhkan untuk memastikan asupan nutrisinya tetap terjaga dan ia bisa kembali ceria.
Baca juga: 5 Jenis Infeksi Jamur yang Sering Menyerang Balita
Jamur di mulut bayi karena apa?
Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur bernama Candida albicans. Sebenarnya, jamur ini hidup secara alami di dalam mulut dan saluran pencernaan manusia tanpa menimbulkan masalah apa pun. Namun, ada beberapa faktor yang memicu jamur ini tumbuh di luar kendali pada bayi Anda, Moms.
1. Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna
Bayi baru lahir masih terus membangun dan menyempurnakan sistem kekebalan tubuh mereka. Karena perlindungan alaminya belum sekuat orang dewasa, tubuh bayi kadang kesulitan mengontrol jumlah jamur Candida yang ada di dalam mulut, sehingga berujung pada infeksi ringan.
2. Penggunaan antibiotik
Jika Si Kecil atau Moms (saat sedang menyusui) baru saja mengonsumsi antibiotik, risiko munculnya jamur pada mulut bayi menjadi lebih tinggi. Antibiotik bertugas membunuh bakteri penyebab penyakit, namun terkadang juga ikut membunuh bakteri baik yang berfungsi mengendalikan populasi jamur di dalam tubuh.
3. Penularan saat menyusui dan penggunaan dot
Jamur Candida menyukai lingkungan yang hangat, lembap, dan manis. Payudara ibu menyusui, botol susu, dan empeng (dot) adalah tempat yang ideal bagi jamur ini. Ibu dan bayi bisa saling menularkan infeksi ini selama proses menyusui. Jika puting ibu terinfeksi jamur, ia bisa menularkannya ke mulut bayi, dan begitu pula sebaliknya. Kebersihan alat makan dan dot yang kurang maksimal juga dapat menjadi media pertumbuhan jamur.
Cara aman mengatasi jamur mulut pada bayi
1. Pengobatan medis
Moms harus terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, biasanya dokter akan meresepkan obat anti jamur atau oles. Jangan membeli obat bebas yang belum pasti khasiat dan efek sampingnya.
2. Menjaga kebersihan perlengkapan bayi
Jamur dapat bertahan hidup pada benda-benda yang masuk ke mulut bayi. Lakukan sterilisasi secara rutin:
- Botol dan dot: Masukkan botol susu dan dot ke dalam air mendidih selama 5-10 menit setelah setiap kali digunakan.
- Mainan: Cuci bersih mainan yang sering digigit Si Kecil menggunakan air hangat dan sabun yang aman untuk bayi, lalu keringkan dengan sempurna.
Baca juga: Infeksi Jamur Kulit pada Bayi, Ini Cara Mengobatinya
Berapa lama jamur pada mulut bayi hilang?
Durasi penyembuhan jamur pada mulut bayi sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya dan respons tubuh Si Kecil terhadap perawatan. Pada kasus yang sangat ringan, bercak putih tersebut kadang bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu seiring dengan menguatnya sistem kekebalan tubuh bayi.
Namun, dokter anak biasanya akan meresepkan obat antijamur berupa obat tetes atau gel (seperti nystatin atau miconazole) yang dioleskan langsung ke area bercak putih di dalam mulut. Dengan pengobatan yang tepat dan rutin sesuai anjuran dokter, infeksi jamur umumnya akan mereda dan hilang sepenuhnya dalam waktu 3 hingga 7 hari. Sangat penting untuk menghabiskan seluruh dosis obat yang diberikan meskipun bercak putih sudah tidak terlihat, guna memastikan jamur benar-benar tuntas dan mencegah infeksi berulang.
Itulah beberapa cara aman mengatasi jamur mulut pada bayi. Moms bisa langsung menghubungi dokter kembali jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda seperti demam, menolak menyusu, dan bercak putih di mulut mulai mengalami pendarahan. Dengan menjaga kebersihan area mulut bayi, merupakan bentuk cinta Moms pada Si Kecil. (MB/GP/RF/Foto: Freepik)
