Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bagi sebagian perempuan, datang bulan bukan hanya soal nyeri perut atau perubahan suasana hati. Ada juga yang merasa tubuh tiba-tiba menggigil, sangat lemas, bahkan seperti sedang demam. Tidak sedikit Moms yang akhirnya bertanya-tanya, apakah kondisi ini normal atau justru tanda ada masalah kesehatan tertentu?
Faktanya, perubahan yang terjadi selama menstruasi memang bisa memengaruhi suhu tubuh, energi, hingga kondisi emosional. Perubahan hormon dalam tubuh dapat membuat sebagian perempuan merasa tidak nyaman secara fisik maupun mental selama haid berlangsung. Namun, ketika tubuh terasa sangat lemas dan menggigil, penting juga untuk memahami penyebab di baliknya agar Moms bisa mengetahui kapan kondisi ini masih tergolong wajar dan kapan perlu diperiksakan ke dokter.
Kenapa saat haid tubuh bisa menggigil?
Saat menstruasi, tubuh mengalami perubahan hormon estrogen dan progesteron. Fluktuasi hormon ini dapat memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di otak. Akibatnya, sebagian perempuan merasa lebih sensitif terhadap dingin, terutama menjelang atau saat awal menstruasi.
Selain itu, tubuh juga memproduksi senyawa bernama prostaglandin. Senyawa ini membantu rahim berkontraksi agar lapisan dinding rahim luruh selama haid. Sayangnya, kadar prostaglandin yang tinggi juga bisa memicu gejala lain seperti nyeri, mual, diare, sakit kepala, hingga sensasi menggigil.
Menurut Cleveland Clinic, perubahan hormon selama menstruasi memang dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, tubuh terasa dingin, dan menggigil ringan pada sebagian perempuan.
Penyebab badan terasa sangat lemas saat haid
Rasa lemas saat menstruasi juga termasuk keluhan yang cukup umum. Namun, tingkat keparahannya bisa berbeda pada setiap orang. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Kehilangan darah saat haid
Tubuh kehilangan darah selama haid, terutama jika aliran menstruasi cukup banyak. Kehilangan darah ini dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh sehingga Moms merasa mudah lelah, pusing, dan tidak bertenaga.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa berkembang menjadi anemia defisiensi besi. Gejalanya meliputi tubuh lemas, wajah pucat, jantung berdebar, hingga sesak napas ringan.
2. Perubahan hormon
Menjelang menstruasi, kadar hormon progesteron meningkat lalu menurun drastis saat haid dimulai. Perubahan ini dapat memengaruhi kualitas tidur, suasana hati, dan energi tubuh.
Itulah sebabnya banyak perempuan merasa cepat capek atau sulit fokus selama menstruasi berlangsung.
3. Nyeri haid yang intens
Nyeri haid atau dismenore dapat membuat tubuh terasa sangat terkuras. Ketika tubuh terus-menerus menahan rasa sakit, energi otomatis ikut berkurang. Bahkan, pada sebagian perempuan, nyeri haid juga disertai mual dan sakit kepala sehingga tubuh terasa semakin lemah.
4. Kurang makan atau dehidrasi
Saat haid, nafsu makan beberapa orang bisa menurun. Ada juga yang justru lebih sering mengonsumsi makanan tinggi gula atau kafein. Pola makan yang tidak seimbang dapat membuat kadar gula darah naik turun dan memicu rasa lemas.
Kurang minum air putih juga dapat memperburuk kondisi tubuh selama menstruasi.
Apakah menggigil saat haid selalu normal?
Tidak selalu. Menggigil ringan yang muncul sesekali saat menstruasi memang masih tergolong umum. Namun, Moms perlu waspada jika gejalanya disertai:
- Demam tinggi
- Nyeri haid yang sangat parah
- Perdarahan berlebihan
- Tubuh sangat lemas hingga sulit beraktivitas
- Pusing berat atau hampir pingsan
- Keluar cairan berbau tidak sedap dari area vagina
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi, anemia berat, endometriosis, atau gangguan kesehatan lainnya yang memerlukan pemeriksaan medis.
Cara mengatasi badan menggigil dan lemas saat haid
Agar tubuh terasa lebih nyaman selama menstruasi, beberapa cara berikut bisa Moms coba:
1. Istirahat yang cukup. Tubuh membutuhkan energi lebih selama menstruasi. Karena itu, jangan memaksakan diri terlalu aktif jika memang sedang merasa lelah.
2. Perbanyak minum air putih. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mengurangi rasa lemas dan sakit kepala selama haid.
3. Konsumsi makanan kaya zat besi. Pilih makanan seperti bayam, daging merah, telur, hati ayam, atau kacang-kacangan untuk membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh.
4. Kompres hangat. Menggunakan kompres hangat pada area perut dapat membantu meredakan kontraksi rahim sekaligus membuat tubuh terasa lebih nyaman dan rileks.
5. Lakukan aktivitas ringan. Meski terasa malas bergerak, olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan justru dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan energi.
Kapan harus ke dokter?
Jika Moms merasa tubuh sangat lemas setiap menstruasi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan. Terlebih jika disertai perdarahan berlebihan atau nyeri hebat.
Dokter biasanya akan memeriksa kemungkinan anemia, gangguan hormon, atau kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
Pada akhirnya, setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda-beda. Ada yang tetap bisa beraktivitas seperti biasa, ada juga yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk beristirahat. Yang terpenting, dengarkan sinyal tubuh dan jangan ragu mencari bantuan medis jika gejalanya terasa tidak normal. (MB/TW/Foto: Open AI)
