Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ini Bacaan Doa agar Anak Nurut Perkataan Ibunya

Ini Bacaan Doa agar Anak Nurut Perkataan Ibunya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms pasti pernah merasakan momen ini, sudah berkata baik-baik, sudah sabar menjelaskan, tetapi Si Kecil tetap tidak mendengarkan perkataan Anda. Rasanya campur aduk saat anak tidak nurut perkataan ibunya, antara lelah, khawatir, dan mungkin sedikit bertanya-tanya, “Apa yang kurang dari cara mendidikku?”

Jawabannya sering kali bukan soal kekurangan, melainkan soal kelengkapan. Sebagai seorang ibu, kita percaya bahwa ikhtiar lahir harus beriringan dengan ikhtiar batin yaitu doa. Doa bukan sekadar ritual, melainkan cara kita menyerahkan kekhawatiran terdalam kepada Allah SWT, sekaligus memohon agar hati anak kita dilembutkan oleh-Nya.

Memahami anak nurut yang sehat: patuh karena cinta, bukan karena takut

Sebelum membahas doa, ada satu hal penting yang perlu kita luruskan bersama: nurut yang kita inginkan bukan nurut karena anak takut dimarahi. Nurut yang sehat adalah ketika anak mendengarkan ibunya karena ia percaya, merasa aman, dan memahami bahwa arahan sang ibu adalah bentuk kasih sayang.

Anak yang patuh karena takut cenderung menjadi penurut di depan, tetapi memendam perasaan di dalam. Sebaliknya, anak yang nurut karena rasa hormat dan cinta akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, terbuka, dan memiliki karakter kuat.

Dalam Islam, ketaatan anak kepada orang tua, khususnya ibu, memang sangat diutamakan, Moms. Rasulullah SAW bersabda bahwa rida Allah bergantung pada rida orang tua (HR. Tirmizi). Namun ketaatan ini idealnya lahir dari hubungan yang hangat, bukan dari rasa takut. Inilah fondasi yang harus kita bangun sebelum doa-doa kita panjatkan.

Ada banyak alasan anak tampak "tidak nurut", di antaranya:

1. Usia dan tahap perkembangan: Anak usia 2–5 tahun sedang dalam fase eksplorasi. Mereka bukan membangkang, mereka sedang belajar tentang dirinya sendiri.

2. Merasa tidak didengarkan: Anak yang merasa pendapatnya tidak penting sering kali merespons dengan cara yang sama.

3. Kelelahan atau lapar: Kondisi fisik sangat memengaruhi perilaku anak kecil.

4. Cara penyampaian perintah: Perintah yang keras atau terlalu banyak sekaligus membuat anak kewalahan.

Baca juga: 20 Kata-Kata Harapan dan Doa untuk Anak Laki-Laki

Bacaan doa agar anak nurut perkataan ibunya

Berikut ini adalah doa-doa yang bisa Moms amalkan, bersumber dari Al-Qur'an dan hadis:

1. Doa Nabi Ibrahim untuk keturunan yang saleh (QS. Ibrahim: 40)

Rabbij'alnii muqiimas shalaati wa min dzurriyyatii, rabbanaa wa taqabbal du'aa.

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Doa ini adalah permohonan seorang ayah yang mencintai keturunannya. Moms pun bisa mengamalkannya sebagai doa agar anak tumbuh dalam ketaatan kepada Allah—yang menjadi fondasi ketaatan kepada orang tua.

2. Doa agar hati anak dilembutkan

Allahumma allif baina quluubinaa wa ashlih dzaata baininaa.

Artinya: Ya Allah, lembutkanlah hati kami dan perbaikilah hubungan di antara kami.

Doa ini sangat cocok dibaca ketika sedang ada ketegangan antara ibu dan anak—memohon agar Allah mendamaikan hati keduanya.

3. Doa untuk kebaikan anak (HR. Abu Dawud)

Allahumma aj'alhu baarran taqiyyan wa anbit-hu fil Islami nabaatan hasanaa.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti dan bertakwa, dan tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan sebaik-baik pertumbuhan.

4. Doa sehari-hari yang bisa dibisikkan ke telinga anak

Selain doa-doa di atas, Moms juga bisa membisikkan doa sederhana ini saat anak tidur:

Allahumma ashlih lii waladii.

Artinya: Ya Allah, perbaikilah anakku untukku.

Doa yang singkat, tetapi luar biasa dalam maknanya.

Baca juga: 30 Kata-Kata Doa Ibu untuk Anaknya yang Penuh Cinta dan Harapan

Doa untuk melembutkan hati dan membentuk akhlak anak

Akhlak yang baik tidak tumbuh dalam waktu semalam. Ia adalah hasil dari doa yang konsisten, lingkungan yang kondusif, dan teladan yang nyata dari orang tuanya. Berikut ini doa-doa untuk melembutkan hati dan membentuk akhlak anak.

1. Doa dari QS. al-Furqan: 74

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa ini adalah permohonan agar anak menjadi qurrata a'yun—penyejuk mata dan hati. Betapa indahnya bila anak kita tumbuh menjadi sumber kebahagiaan, bukan sumber kekhawatiran.

2. Doa memohon akhlak yang mulia

Allahumma hassin khuluqahu wa khalqahu.

Artinya: Ya Allah, perbaikilah akhlak dan penampilannya.

Doa ini bisa dibaca sambil memandang wajah anak saat ia tidur—momen yang paling tenang dan paling tulus untuk berdoa.

Waktu dan cara mengamalkan doa untuk anak

Doa bisa dipanjatkan kapan saja, tapi ada waktu-waktu yang dianggap mustajab dan sangat dianjurkan, yakni:

1. Sepertiga malam terakhir (tahajud). Inilah waktu paling dekat antara hamba dengan Allah SWT. Moms yang terbiasa bangun malam bisa menjadikan momen ini sebagai "waktu pribadi" bersama Allah untuk mendoakan anak.

2. Setelah salat fardu. Doa setelah salat wajib termasuk doa yang dianjurkan dan didengar oleh Allah.

3. Saat sujud. Posisi sujud adalah posisi paling dekat hamba kepada Tuhannya. Manfaatkan untuk berdoa dengan penuh kekhusyukan.

4. Saat anak tidur. Bukan waktu mustajab secara syar'i, tapi ini adalah momen emosional yang kuat—saat hati ibu paling tulus dan paling rindu kebaikan untuk anaknya.

5. Hari Jumat, khususnya saat antara Asar dan Magrib.

Cara mengamalkan doa dengan konsisten

1. Pilih satu atau dua doa dulu. Jangan mencoba menghafal semuanya sekaligus. Mulai dari yang paling menyentuh hati.

2. Baca dengan penuh penghayatan. Doa bukan hafalan kosong. Rasakan maknanya, bayangkan wajah anak, dan percayakan kepada Allah.

3. Amalkan setiap hari, bukan hanya saat anak sedang "bermasalah." Doa yang konsisten jauh lebih kuat dari doa yang hanya muncul saat panik.

4. Libatkan anak dalam doa bersama. Ajak anak berdoa setelah salat, minta ia ikut mengaminkan. Ini juga mengajarkan Si Kecil nilai doa sejak dini.

Ikhtiar parenting agar anak mau mendengar tanpa bentakan

Doa adalah kekuatan batin. Namun, ikhtiar lahir tetap harus berjalan beriringan. Berikut ini pendekatan parenting yang terbukti membantu anak lebih mau mendengarkan.

1. Berbicara setara, bukan memerintah

Coba ganti kalimat perintah dengan kalimat ajakan. Misalnya, alih-alih berkata "Cepat mandi!", coba "Yuk, kita siap-siap mandi, nanti kita cerita sebelum tidur, ya." Anak akan merespons lebih baik ketika ia merasa diajak, bukan diperintah.

2. Berikan pilihan, bukan ultimatum

Anak yang diberi pilihan merasa memiliki kendali atas hidupnya—dan itu mengurangi perlawanan. Contoh: "Mau makan dulu atau mandi dulu?" Dua-duanya perlu dilakukan, tapi anak merasa dihargai karena bisa memilih.

3. Konsisten dengan aturan

Anak butuh struktur yang jelas. Kalau hari ini boleh, besok tidak boleh, itu akan membingungkannya. Konsistensi bukan kekakuan; ia adalah bentuk kasih sayang yang memberikan rasa aman.

4. Jadilah teladan, bukan sekadar pengatur

Anak belajar dari apa yang ia lihat, bukan hanya dari apa yang ia dengar. Jika Moms ingin anak berbicara sopan, tunjukkan cara berbicara sopan—bahkan kepada anak sendiri.

5. Validasi perasaan anak

Sebelum mengoreksi perilaku, akui perasaannya. "Mama tahu kamu mau main. Mama mengerti. Tapi sekarang waktunya makan siang dulu, ya." Kalimat seperti ini membuat anak merasa didengar—dan anak yang merasa didengar lebih mudah menurut.

6. Jaga kualitas waktu bersama

Anak yang merasa dekat dengan ibunya cenderung lebih mau mendengarkan. Luangkan waktu berkualitas setiap hari—walau hanya 15 menit membaca buku bersama atau mengobrol tentang harinya. Kedekatan emosional adalah kunci ketaatan yang tulus.

Itulah bacaan doa agar anak nurut perkataan ibunya. Mendidik anak yang nurut bukan soal mencari "mantra" yang tepat atau teknik parenting yang sempurna. Ini adalah perjalanan panjang yang dibangun hari demi hari—dengan doa yang tulus, dengan pelukan yang hangat, dan dengan kesabaran setiap saat. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)