Type Keyword(s) to Search
KID

Lidah Anak Down Syndrome: Penyebab dan Penanganannya

Lidah Anak Down Syndrome: Penyebab dan Penanganannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Down syndrome atau sindrom Down merupakan kelainan genetik yang cukup sering terjadi. Jika Moms perhatikan, lidah pada anak yang mengalami down syndrome, terlihat menonjol. Sebenarnya apa yang menyebabkan lidah anak down syndrome berbeda dengan lidah anak-anak pada umumnya? Apakah kondisi ini akan memengaruhi kemampuannya berbicara atau mengunyah makanan?

Lidah anak down syndrome sering tampak menonjol bukan karena lidahnya selalu lebih besar, melainkan karena rongga mulut yang lebih kecil dan tonus otot yang lemah (hipotonia). Kondisi ini bisa memengaruhi cara anak makan, bicara, dan menjaga kebersihan mulut, tetapi dengan dukungan dan terapi yang tepat, anak bisa berkembang dengan baik.

Mengapa lidah anak dengan down syndrome sering tampak menonjol?

Salah satu ciri yang sering diperhatikan orang tua adalah lidah anak down syndrome yang tampak keluar atau menonjol dari mulut. Ada beberapa alasan di balik hal ini:

  • Rongga mulut yang lebih kecil. Anak dengan down syndrome umumnya memiliki struktur wajah tengah (midface) yang lebih kecil. Langit-langit mulut cenderung lebih tinggi dan sempit. Akibatnya, lidah yang berukuran normal pun bisa terlihat "kepenuhan" dalam ruang yang lebih terbatas.
  • Tonus otot yang rendah (hipotonia). Hipotonia adalah kondisi otot yang lebih lemah atau kurang kencang. Ini sangat umum pada anak dengan down syndrome dan memengaruhi otot-otot di sekitar wajah, mulut, serta lidah. Ketika otot lidah kurang kuat menahan posisinya, lidah cenderung lebih mudah keluar dari mulut.
  • Kebiasaan bernapas melalui mulut. Sebagian anak lebih sering bernapas lewat mulut karena saluran napas yang lebih sempit. Kebiasaan ini turut membuat mulut sering terbuka dan lidah tampak menonjol.

Jadi, lidah yang menonjol lebih sering merupakan kombinasi dari ruang mulut yang kecil dan otot yang lemah, bukan semata-mata karena lidahnya "terlalu besar."

Baca juga: Ciri-Ciri Down Syndrome pada Bayi yang Bisa Dikenali Sejak Dini

Apakah lidah anak dengan down syndrome selalu lebih besar?

Ini adalah salah satu kesalahpahaman yang paling umum. Jawaban singkatnya, tidak selalu.

Istilah medis untuk lidah yang benar-benar berukuran besar adalah makroglosia (macroglossia). Meski sebagian anak dengan down syndrome memang memiliki lidah yang sedikit lebih besar, banyak kasus sebenarnya adalah pseudomakroglosia, lidah berukuran normal yang tampak besar karena rongga mulut yang kecil.

Membedakan keduanya penting karena penanganannya bisa berbeda. Lidah yang tampak menonjol karena rongga mulut kecil biasanya cukup ditangani dengan terapi otot mulut dan latihan posisi lidah. Sementara makroglosia sejati yang menyebabkan gangguan serius mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis.

Yang perlu diingat, setiap anak berbeda. Ukuran dan posisi lidah pada satu anak belum tentu sama dengan anak lain, meski sama-sama memiliki down syndrome.

Baca juga: Bayi Sering Menjulurkan Lidah, Normalkah? Ketahui 8 Penyebabnya

Fissured tongue, tongue thrust, dan mouth breathing yang dapat menyertai

Selain lidah yang menonjol, ada beberapa kondisi lain yang kerap menyertai. Mengenalinya akan membantu Moms memahami apa yang dialami anak.

1. Fissured tongue (lidah berlekuk)

Fissured tongue adalah kondisi di mana permukaan lidah memiliki alur atau lekukan yang lebih dalam dari biasanya. Kondisi ini cukup umum pada anak dengan down syndrome dan umumnya tidak berbahaya. Namun, sisa makanan bisa terselip di dalam lekukan, sehingga kebersihan lidah perlu perhatian ekstra untuk mencegah bau mulut atau iritasi.

2. Tongue thrust (dorongan lidah)

Tongue thrust adalah kebiasaan mendorong lidah ke depan saat menelan atau berbicara. Pada anak dengan down syndrome, hal ini berkaitan dengan tonus otot yang rendah. Tongue thrust dapat memengaruhi cara anak makan dan berbicara, serta berpotensi memengaruhi susunan gigi seiring waktu.

3. Mouth breathing (bernapas melalui mulut)

Bernapas melalui mulut sering terjadi karena saluran napas yang lebih sempit atau adanya pembesaran amandel dan adenoid. Kebiasaan ini bisa membuat mulut kering, meningkatkan risiko gigi berlubang, dan memengaruhi kualitas tidur anak. Jika Moms mendengar anak sering mendengkur atau tampak gelisah saat tidur, ini patut didiskusikan dengan dokter.

Pengaruh posisi lidah terhadap makan, bicara, gigi, dan kebersihan mulut

Posisi dan gerakan lidah punya peran besar dalam banyak aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa area yang bisa terpengaruh:

  • Makan dan menelan. Otot lidah yang lemah dapat menyulitkan anak mengunyah dan menelan dengan efisien. Sebagian anak butuh waktu lebih lama saat makan atau lebih memilih tekstur makanan tertentu. Kesabaran dan pendampingan sangat membantu di tahap ini.
  • Perkembangan bicara. Lidah adalah salah satu "alat" utama dalam berbicara. Ketika tonus ototnya rendah, artikulasi bunyi tertentu bisa menjadi tantangan. Terapi wicara sering kali sangat membantu memperbaiki kejelasan bicara.
  • Kesehatan gigi. Tekanan lidah yang terus-menerus ke arah gigi (seperti pada tongue thrust) dapat memengaruhi posisi gigi dan gigitan (maloklusi). Bernapas lewat mulut juga membuat mulut kering, yang meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah gusi.
  • Kebersihan mulut. Lidah yang menonjol, fissured tongue, serta mulut yang sering terbuka membuat kebersihan mulut butuh perhatian lebih. Menyikat gigi dan membersihkan lidah secara rutin menjadi kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak dini.

Namun Moms tak perlu khawatir. Kondisi ini bisa dikelola dengan baik melalui terapi, latihan, dan perawatan yang konsisten.

Kapan orang tua perlu berkonsultasi ke dokter gigi, dokter anak, atau terapis?

Moms perlu segera berkonsultasi ke dokter anak jika:

  • Anak kesulitan makan atau menelan hingga berat badannya tidak naik dengan baik.
  • Anak sering tersedak saat makan atau minum.
  • Anda mendengar anak mendengkur keras atau napasnya sering berhenti saat tidur (tanda kemungkinan sleep apnea).

Kunjungi dokter gigi anak jika:

  • Anak sudah mulai tumbuh gigi (idealnya kunjungan pertama sekitar usia 1 tahun).
  • Anda melihat tanda gigi berlubang, gusi bengkak, atau susunan gigi yang tidak rata.
  • Mulut anak sering kering atau ada masalah kebersihan mulut yang sulit diatasi sendiri.

Cari terapis (wicara atau okupasi) jika:

  • Perkembangan bicara anak tampak terlambat dibanding tahapan usianya.
  • Anak kesulitan mengontrol gerakan lidah saat makan atau berbicara.
  • Anda ingin latihan khusus untuk memperkuat otot mulut dan lidah anak.

Memahami kondisi lidah pada anak dengan down syndrome adalah bagian dari dukungan Moms terhadap tumbuh kembang Si Kecil. Lidah yang tampak menonjol umumnya bukan karena ukurannya yang besar, melainkan kombinasi rongga mulut yang kecil dan tonus otot yang rendah. Namun dengan perawatan, terapi, dan dukungan yang tepat, anak Anda bisa makan, berbicara, dan tumbuh dengan baik. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)