Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

20 Board Game Seru untuk Keluarga Berdasarkan Usia Anak

20 Board Game Seru untuk Keluarga Berdasarkan Usia Anak

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms & Dads, pernah merasa momen berkumpul di rumah terasa monoton karena masing-masing anggota keluarga sibuk dengan gadget sendiri-sendiri? Board game bisa menjadi jawabannya. Selain menghadirkan tawa dan kebersamaan, board game seru juga diam-diam mengasah kemampuan berpikir anak tanpa mereka sadari.

Memilih board game untuk dimainkan bersama keluarga memang tidak selalu mudah. Ada begitu banyak pilihan di pasaran, mulai dari yang mengandalkan keberuntungan hingga yang menuntut strategi matang. Belum lagi perbedaan usia anak yang membuat Anda harus jeli menyesuaikan tingkat kesulitan permainan.

Nah, di artikel ini, MB sudah merangkum semuanya untuk Anda, mulai dari manfaat bermain board game, 20 rekomendasi board game seru untuk anak berdasarkan usia, hingga tips memilih board game yang aman untuk family game night. Yuk, simak sampai habis!

Manfaat bermain board game untuk anak dan keluarga

Bermain board game bersama bukan sekadar cara mengisi waktu luang. Menurut data yang dikutip oleh Centre for Mathematical Cognition, Loughborough University, 81% keluarga dengan anak di bawah 14 tahun di Amerika Serikat bermain board game setidaknya sebulan sekali. Angka ini menunjukkan bahwa board game memang menjadi bagian penting dari rutinitas keluarga modern.

Dari sisi perkembangan anak, manfaatnya juga terbukti secara ilmiah. Penelitian menemukan bahwa anak prasekolah yang bermain board game bernuansa angka bersama keluarga menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mengenali angka, berhitung, dan membandingkan besaran angka. Contoh board game bernuansa angka yang mudah ditemukan di rumah antara lain ular tangga, domino, dan UNO.

Selain manfaat kognitif, board game seru untuk keluarga juga mengajarkan anak banyak hal lain, yakni:

  • Melatih kesabaran dan giliran bermain, karena anak harus menunggu gilirannya tiba
  • Mengasah kemampuan sosial-emosional, termasuk cara menerima kekalahan dengan baik
  • Membangun kerja sama tim, terutama pada board game bertipe kerja sama
  • Mempererat bonding orang tua dan anak, lewat momen tatap muka tanpa gangguan gadget.

Baca juga: 20 Permainan Zaman Dulu yang Masih Seru untuk Anak-Anak Sekarang

20 Rekomendasi board game seru untuk anak berdasarkan usia

Usia 4–6 tahun (Prasekolah dan TK)

  1. Ludo: Board game strategi klasik di mana anak berlomba menggerakkan 4 bidak milik mereka dari titik awal mengelilingi papan menuju kotak tengah (rumah).
  2. Ular Tangga: Board game klasik sepanjang masa untuk melatih anak berhitung dasar 1 sampai 100 secara visual.
  3. Qwirkle: Cocok untuk anak-anak karena tidak butuh kemampuan membaca, cukup mencocokkan bentuk dan warna.
  4. Zingo: Permainan mirip Bingo yang sangat bagus membantu anak belajar mengenali kata-kata dan mengeja.

Usia 7–9 tahun (anak SD awal)

  1. Halma: Board game strategi klasik yang bertujuan untuk memindahkan seluruh bidak dari posisi awal ke area seberang (markas lawan) terlebih dahulu.
  2. Exploding Kittens: Permainan kartu bertema kucing kocak yang penuh ketegangan dan cepat dipelajari.
  3. Sea Battle: Permainan melatih koordinat grid, strategi menebak posisi, dan ketelitian.
  4. Sushi Go!: Permainan pilih kartu (card drafting) yang mengajarkan kombinasi nilai poin secara cepat.
  5. Bananagrams: Permainan menyusun kata dari ubin huruf layaknya teka-teki silang cepat.
  6. Uno: Permainan kartu legendaris untuk melatih pengenalan warna, angka, dan interaksi sosial.

Usia 10–12+ tahun (anak SD akhir dan remaja)

  1. Ticket to Ride: permainan membangun jalur kereta antar kota; sangat populer dan ada versi peta kota/negara yang lebih ringkas.
  2. Monopoly (Classic/Junior/Refresh): Board game yang mengajarkan literasi keuangan dasar, jual-beli properti, dan strategi menabung/mengelola uang.
  3. Kata Emak: Permainan yang menguji konsentrasi, kecepatan, dan ketepatan anak berbelanja kebutuhan di warung.
  4. Carcassonne: Permainan menyusun petak wilayah (tile placement) untuk membangun kota, jalan, dan biara secara strategis.
  5. Scrabble Junior: Versi ramah anak dari Scrabble untuk memperkaya kosakata bahasa anak.
  6. Pictionary: Bermain secara tim untuk menebak kata dari gambar yang dibuat rekan satu tim.
  7. Codenames: Permainan kata beregu yang melatih asosiasi makna dan pemikiran taktis.
  8. King of Tokyo: Bermain sebagai monster raksasa yang saling bertarung menguasai kota Tokyo dengan mekanisme dadu.
  9. Otello (Reversi): Permainan papan klasik hitam-putih untuk mengasah logika berpikir ke depan dan pembalikan posisi.
  10. The Crew: Quest for Planet Nine: Permainan kartu kooperatif luar angkasa di mana pemain harus bekerja sama untuk menyelesaikan misi.

Baca juga: Ini Ide Games Seru untuk Acara Ulang Tahun Anak

Tips memilih board game aman untuk family game night

Keamanan tetap menjadi prioritas utama saat memilih board game untuk anak. Berikut ini beberapa tips praktis yang bisa Moms & Dads terapkan.

  1. Sesuaikan tema permainan dengan usia anak, agar konten yang ditampilkan tetap ramah dan mudah dipahami.
  2. Sesuaikan durasi permainan dengan rentang fokus anak, agar anak tidak cepat bosan atau frustrasi.
  3. Siapkan aturan sederhana sebelum mulai bermain, terutama untuk anak yang baru pertama kali mengenal board game tertentu.
  4. Pilih board game kooperatif jika anak masih sulit menerima kekalahan, agar pengalaman bermain tetap menyenangkan untuk semua.

Dengan memperhatikan poin-poin ini, Moms & Dads bisa memastikan setiap sesi board game seru di rumah berjalan aman dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga.

Board game seru bukan hanya soal hiburan, tetapi juga cara sederhana untuk menumbuhkan kedekatan dan mengasah kemampuan anak sejak dini. Dari 20 rekomendasi board game seru di atas, Moms & Dads bisa mulai dengan satu atau dua pilihan yang paling sesuai dengan usia dan karakter anak di rumah.

Jangan ragu untuk mencoba kombinasi jenis permainan—sesekali board game kerja sama, sesekali board game strategi—agar anak mendapatkan variasi pengalaman bermain. Yang terpenting, jadikan family game night sebagai rutinitas rutin, bukan sekadar acara sesekali, sehingga manfaatnya bisa dirasakan terus oleh seluruh keluarga. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)