Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menggunting kuku bayi terkesan sebagai "pekerjaan" sepele. Namun faktanya, merapikan kuku Si Kecil tidak selalu mudah, lho. Apakah Moms termasuk yang mengalami kesulitan menggunting kuku bayi?
Momen memotong kuku bayi sering kali jadi salah satu tugas yang bikin deg-degan bagi orang tua baru. Jari-jari mungil yang terus bergerak, kuku yang tipis dan rapuh, serta rasa takut melukai Si Kecil membuat banyak Moms menunda-nunda pekerjaan ini. Padahal, kuku bayi yang dibiarkan panjang justru berisiko menggores wajah dan kulitnya sendiri.
Alasan bayi membutuhkan gunting kuku khusus
Kulit dan kuku bayi sangat berbeda dari orang dewasa. Kuku bayi cenderung lebih tipis, lunak, dan menempel erat pada ujung jari yang masih kecil. Kondisi ini membuat penggunaan gunting kuku dewasa menjadi berisiko tinggi karena bentuknya yang besar dan tajam tidak dirancang untuk mengikuti kontur jari bayi yang mungil.
Gunting kuku bayi hadir dengan beberapa keunggulan yang membuatnya lebih aman digunakan:
- Ujung membulat dan tumpul: Mengurangi risiko melukai kulit di sekitar kuku jika bayi tiba-tiba bergerak.
- Bilah berukuran kecil: Disesuaikan dengan ukuran kuku bayi yang jauh lebih kecil dari kuku orang dewasa.
- Pegangan ergonomis: Memudahkan orang tua mengontrol gerakan gunting dengan presisi, bahkan saat bayi aktif bergerak.
- Bahan yang lembut di tangan: Banyak gunting kuku bayi dilengkapi pegangan karet antiselip agar tidak mudah terlepas saat digunakan.
Baca juga: Cara Memotong Kuku Bayi yang Aman
Perbedaan gunting kuku bayi, pemotong kuku, dan kikir elektrik
Di pasaran, Moms akan menemukan tiga jenis alat perawatan kuku bayi yang paling umum, yaitu gunting kuku bayi, pemotong kuku (nail clipper), dan kikir elektrik. Ketiganya memiliki fungsi serupa namun cara kerja yang berbeda.
1. Gunting kuku bayi
Gunting kuku bayi bekerja dengan gerakan memotong seperti gunting pada umumnya, hanya saja berukuran lebih kecil dengan ujung tumpul. Alat ini cocok untuk orang tua yang sudah terbiasa dan memiliki tangan stabil, karena memberikan kontrol lebih presisi terhadap bagian kuku yang akan dipotong.
2. Pemotong kuku (nail clipper)
Pemotong kuku bayi menggunakan mekanisme jepit, mirip dengan nail clipper dewasa namun berukuran mini. Alat ini umumnya lebih cepat digunakan karena tidak memerlukan gerakan memotong berulang, namun membutuhkan sedikit lebih banyak tenaga saat menekan.
3. Kikir elektrik
Kikir elektrik bisa jadi pilihan, terutama untuk bayi baru lahir dengan kuku yang masih sangat lunak. Alat ini bekerja dengan cara mengikis ujung kuku secara perlahan menggunakan putaran kepala kikir berkecepatan rendah, sehingga menghasilkan tepi kuku yang halus tanpa risiko terpotong terlalu dalam.
Baca juga: Kuku Rapuh dan Berubah Warna? Kenali Ciri-Ciri Kuku Tidak Sehat
Fitur keamanan yang perlu diperhatikan sebelum membeli
Sebelum membeli, perhatikan beberapa fitur keamanan berikut agar alat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan Si Kecil.
1. Ujung membulat dan pelindung kulit
Pastikan ujung gunting benar-benar tumpul dan membulat, bukan hanya terlihat kecil. Beberapa produk juga dilengkapi dengan pelindung kulit berupa lengkungan kecil di bagian bawah bilah, yang berfungsi menjaga jarak antara mata gunting dan kulit jari bayi.
2. Kaca pembesar (magnifier)
Fitur kaca pembesar yang terpasang pada badan gunting membantu orang tua melihat garis kuku dengan lebih jelas, terutama saat memotong di area yang sulit terlihat seperti sudut kuku.
3. Bahan berkualitas dan tahan karat
Pilih gunting kuku berbahan stainless steel berkualitas agar tidak mudah berkarat dan tetap tajam dalam jangka panjang, namun tetap aman untuk kulit sensitif bayi.
4. Ukuran yang pas di tangan orang tua
Meski alat ini kecil, pegangan tetap harus nyaman digenggam oleh tangan orang dewasa. Gunting dengan gagang terlalu kecil justru bisa membuat gerakan tangan kurang stabil.
5. Penutup atau case pelindung
Case pelindung penting untuk menjaga kebersihan gunting saat tidak digunakan dan mencegah ujung gunting tertusuk ke benda lain di dalam tas perlengkapan bayi.
Cara menggunting kuku bayi dengan aman?
Setelah memiliki alat yang tepat, langkah selanjutnya adalah memastikan teknik pemotongan dilakukan dengan benar.
- Pilih waktu saat bayi tenang. Hindari memotong kuku saat bayi rewel atau terlalu aktif bergerak.
- Pastikan pencahayaan cukup terang. Ruangan yang terang membantu Moms melihat garis kuku dengan jelas dan menghindari potongan yang terlalu dalam.
- Pegang jari bayi dengan mantap namun lembut. Gunakan ibu jari untuk menekan bantalan jari ke bawah, sehingga kuku lebih terlihat jelas dan terpisah dari kulit.
- Potong mengikuti bentuk alami kuku. Untuk jari tangan, potong sedikit melengkung mengikuti bentuk ujung jari. Untuk jari kaki, potong lurus guna mencegah kuku tumbuh ke dalam (ingrown nail).
- Potong sedikit demi sedikit. Lakukan potongan kecil secara bertahap daripada satu potongan besar, agar Moms memiliki kontrol lebih baik dan dapat berhenti sewaktu-waktu.
- Sisakan sedikit panjang kuku. Jangan memotong terlalu pendek hingga menyentuh kulit, karena dapat menyebabkan luka atau infeksi.
- Haluskan ujung kuku jika perlu. Gunakan kikir kuku bayi untuk menghaluskan sisi yang tajam setelah pemotongan.
Waktu tepat serta cara membersihkan peralatan kuku bayi
Waktu terbaik untuk memotong kuku bayi
Waktu yang paling disarankan adalah saat bayi sedang tidur lelap atau dalam kondisi tenang setelah menyusu, karena gerakan tubuhnya cenderung minimal. Banyak orang tua juga memilih momen setelah mandi, ketika kuku bayi lebih lunak dan mudah dipotong.
Untuk frekuensi, kuku tangan bayi baru lahir biasanya perlu dipotong setiap dua hingga tiga hari sekali karena pertumbuhannya yang cepat. Sementara itu, kuku kaki dapat dipotong lebih jarang, sekitar seminggu sekali.
Cara membersihkan dan merawat gunting kuku bayi
Berikut langkah merawat gunting kuku bayi agar tetap higienis:
- Bersihkan setelah setiap pemakaian. Lap bilah gunting dengan kapas yang dibasahi alkohol 70% untuk membunuh kuman.
- Keringkan sebelum disimpan. Pastikan gunting benar-benar kering agar tidak berkarat, terutama di bagian engsel.
- Simpan dalam case tertutup. Gunakan case pelindung untuk mencegah debu dan kotoran menempel pada bilah gunting.
- Hindari berbagi alat dengan anggota keluarga lain. Ini mengurangi risiko penyebaran infeksi kulit atau kuku.
- Ganti gunting jika sudah tumpul atau berkarat. Alat yang sudah aus justru meningkatkan risiko kuku tergunting tidak rapi atau melukai kulit.
Memotong kuku bayi memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, tetapi bukan hal yang perlu ditakuti. Dengan memilih gunting kuku bayi yang tepat, memahami perbedaan antara gunting, pemotong kuku, dan kikir elektrik, serta mengikuti teknik pemotongan yang benar, Moms bisa menjadikan rutinitas ini sebagai momen kebersamaan dengan Si Kecil. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
